https://www.serojanews.com

  • Opini
  • Korupsi
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekbis
  • Nasional
  • Ragam
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Indeks

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Info Iklan

https://www.serojanews.com

https://www.serojanews.com

  • Beranda
  • ";
  • Opini
  • Korupsi
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekbis
  • Nasional
  • Ragam
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Indeks

Beranda

Opini

Korupsi

Hukum

Pemerintahan

Peristiwa

Politik

Ekbis

Nasional

Ragam

Lingkungan

Olahraga

Terkini

•   PT Musim Mas Ditetapkan Tersangka Pengrusakan Hutan, KNPI Riau Desak Polda Periksa Aktor Dibalik Korporasi •   Polda Riau Tetapkan PT Musim Mas sebagai Tersangka Korporasi, Kerugian Ekologis Capai Rp187 M •   Unjukrasa di DPRD Riau, Massa Soroti Penggunaan Material Ilegal Proyek Tol Pekanbaru-Rengat •   Sampah Menumpuk di Pinggir Jalan, Warga Keluhkan Bau Busuk
Info Iklan Pedoman Media Redaksi Disclaimer Tentang Kami
Home › Pemerintah › Apa yang Terjadi Saat Tubuh Kelebihan Asupan Zat Besi?

Apa yang Terjadi Saat Tubuh Kelebihan Asupan Zat Besi?

Selasa, 10 Oktober 2023 | 09:59 WIB,  
Apa yang Terjadi Saat Tubuh Kelebihan Asupan Zat Besi?

Foto Ilustrasi bahan makanan yang bagus untuk meningkatkan penyerapan zat besi. (Shutterstock/ratmaner) 

SerojaNEWS - Tubuh manusia punya mekanisme yang cukup unik untuk mengolah zat besi . Zat besi berperan penting bagi tubuh manusia. Namun, tidak hanya defisiensinya yang berakibat pada gangguan kesehatan, kelebihan zat besi juga memiliki risiko berbahaya. 

Tidak semua zat besi yang masuk ke dalam tubuh akan diserap. Zat besi yang terserap oleh tubuh hanya sekitar 14 sampai 18 persen dari total zat besi yang masuk, sedangkan sebagian besarnya akan diekskresikan dari tubuh. 

Hal yang menarik adalah ketika tubuh mendapatkan asupan zat besi yang lebih banyak daripada yang dibutuhkan, eksresi zat besi akan bertambah dan penyerapan zat besi terhambat. Kondisi ini disebut sebagai mucosal block, atau blokade mukosa. 

Mekanisme penyerapan zat besi 

Dikutip dari buku Williams Hematology Edisi Kesembilan (2015), zat besi diserap dalam bentuk molekul Fe2+ oleh sel-sel enterosit di usus halus. Sel enterosit adalah sel di permukaan usus halus yang berfungsi menyerap zat gizi dari makanan. 

Zat besi yang sudah diserap oleh sel enterosit akan disimpan dalam bentuk protein gabungan bernama ferritin, ataupun dipindahkan ke aliran darah dengan bantuan protein ferroportin. 

Zat besi dalam darah ini selanjutnya digunakan untuk kebutuhan pembentukan sel darah merah, tulang, dan jaringan tubuh lainnya. Namun, zat besi yang berada dalam darah juga akan ikut masuk ke hati. 

Di hati, zat besi ini akan diubah menjadi hepcidin, sebuah protein yang dapat menghambat fungsi kerja ferroportin. Hepcidin akan berikatan dengan ferroportin dan menyebabkan ferroportin pecah. 

Maka itu, ketika zat besi yang diubah menjadi hepcidin lebih banyak daripada sediaan protein ferroportin, zat besi dari sel enterosit tidak akan bisa dipindahkan ke darah dan digunakan oleh tubuh. 

Zat besi yang tertahan di sel enterosit selanjutnya akan dieksresikan melalui feses bersamaan dengan sel enterosit yang mati. 

Kondisi ini disebut sebagai mucosal block karena zat besi tertahan di lapisan mukosa usus halus, tempat sel enterosit berada, dan tidak bisa diserap lebih lanjut untuk digunakan tubuh. 

Gangguan kesehatan akibat kelebihan zat besi 
Dilansir dari National Institutes of Health, United States Department of Health and Human Services, Selasa (13/6/2023), orang dewasa dengan kesehatan pencernaan yang normal umumnya memiliki risiko kelebihan asupan zat besi yang rendah. 

Akan tetapi, apabila seseorang mengonsumsi suplemen zat besi di atas 25 mg, penyerapan seng sebagai mineral lain yang dibutuhkan tubuh akan menurun. 

Selain itu, konsumsi suplemen zat besi dalam dosis tinggi dapat memicu konstipasi, sakit perut, mual, muntah, dan diare. 

Adapun salah satu risiko fatal yang terjadi saat tubuh tidak bisa mengatur penyerapan zat besi dengan baik adalah hemokromatosis. Penyakit ini terjadi saat zat besi sudah menumpuk pada organ, seperti hati, pankreas, ataupun kelenjar di bawah otak. 

Penumpukan ini dapat menyebabkan kerusakan fungsi organ, dan biasanya ditandai dengan perubahan warna tubuh menjadi warna kecoklatan seperti perunggu. 

Kerusakan yang terjadi misalnya ketika zat besi menumpuk di pankreas, pankreas tidak bisa memproduksi insulin dengan normal sehingga bisa menyebabkan diabetes. 

Kendati demikian, hemokromatosis umumnya disebabkan oleh kondisi genetik seperti mutasi pada gen yang mengatur penyerapan zat besi.


Sc: Kompas.com

Editor : Redaksi

TOPIK TERKAIT

Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Jarak Pandang di Kota Pekanbaru Terbatas, Ini Penjelasan BMKG
    Korupsi

    Jarak Pandang di Kota Pekanbaru Terbatas, Ini Penjelasan BMKG

    Minggu, 08 Okt 2023 | 22:18 WIB
  • Kualitas Udara Tidak Sehat, Pelaksanaan Sekolah SMA di Riau Dilaksanakan Daring
    Daerah

    Kualitas Udara Tidak Sehat, Pelaksanaan Sekolah SMA di Riau Dilaksanakan Daring

    Minggu, 08 Okt 2023 | 22:10 WIB
  • Kualitas Udara Level Kuning. Murid TK, SD, dan SMP Masih Tetap Sekolah
    Daerah

    Kualitas Udara Level Kuning. Murid TK, SD, dan SMP Masih Tetap Sekolah

    Minggu, 08 Okt 2023 | 22:00 WIB
  • Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Ginda Burnama Ikuti Upacara Ziarah di TMP Kusuma Dharma
    Peristiwa

    Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Ginda Burnama Ikuti Upacara Ziarah di TMP Kusuma Dharma

    Minggu, 08 Okt 2023 | 21:52 WIB
  • Awal 2023, DPKP Pekanbaru Data 105 Kebakaran Terjadi
    Korupsi

    Awal 2023, DPKP Pekanbaru Data 105 Kebakaran Terjadi

    Senin, 25 Sep 2023 | 23:19 WIB

Terpopuler

  • 01

    Eks Ketua PETIR JS Dipindahkan ke Nusakambangan Diam-Diam, Keluarga Histeris Dapat Kabar Anaknya Akan Dibunuh

    Rabu, 22 Apr 2026 - 17:19 WIB
  • 02

    Jaksa di Batam Selundupkan Barang Bukti Sabu-sabu Dalam Surat Dakwaan Dua Pengedar Ganja

    Senin, 20 Apr 2026 - 22:25 WIB
  • 03

    Curiga Ada Upaya Pembungkaman, GMPK Soroti Pemindahan Jekson Sihombing ke Nusakambangan, Status Masih Terdakwa Banding

    Sabtu, 25 Apr 2026 - 13:05 WIB
  • 04

    Tak Kooperatif Hingga Buang Kunci Motor, Ahli Sebut Ajudan Sekwan DPRD Pekanbaru Merintangi Penyidikan SPPD Fiktif

    Selasa, 21 Apr 2026 - 19:47 WIB
  • 05

    Selain Tony Lim, Nama Yanti Lie Muncul di Kasus Ekspor CPO dan POME usai Dua Anggotanya Jadi Tersangka

    Selasa, 12 Mei 2026 - 01:39 WIB

TERBARU

  • PT Musim Mas Ditetapkan Tersangka Pengrusakan Hutan, KNPI Riau Desak Polda Periksa Aktor Dibalik Korporasi

    PT Musim Mas Ditetapkan Tersangka Pengrusakan Hutan, KNPI Riau Desak Polda Periksa Aktor Dibalik Korporasi

    Selasa, 19 Mei 2026 | 10:10 WIB
  • Polda Riau Tetapkan PT Musim Mas sebagai Tersangka Korporasi, Kerugian Ekologis Capai Rp187 M

    Polda Riau Tetapkan PT Musim Mas sebagai Tersangka Korporasi, Kerugian Ekologis Capai Rp187 M

    Senin, 18 Mei 2026 | 12:33 WIB
  • Unjukrasa di DPRD Riau, Massa Soroti Penggunaan Material Ilegal Proyek Tol Pekanbaru-Rengat

    Unjukrasa di DPRD Riau, Massa Soroti Penggunaan Material Ilegal Proyek Tol Pekanbaru-Rengat

    Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:40 WIB
  • Sampah Menumpuk di Pinggir Jalan, Warga Keluhkan Bau Busuk

    Sampah Menumpuk di Pinggir Jalan, Warga Keluhkan Bau Busuk

    Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42 WIB
  • Selain Tony Lim, Nama Yanti Lie Muncul di Kasus Ekspor CPO dan POME usai Dua Anggotanya Jadi Tersangka

    Selain Tony Lim, Nama Yanti Lie Muncul di Kasus Ekspor CPO dan POME usai Dua Anggotanya Jadi Tersangka

    Selasa, 12 Mei 2026 | 01:39 WIB
  • Vendor PT ENG Diduga Suplai Tanah Timbun Dari Tambang Liar Untuk Tol Pekanbaru-Rengat

    Vendor PT ENG Diduga Suplai Tanah Timbun Dari Tambang Liar Untuk Tol Pekanbaru-Rengat

    Minggu, 10 Mei 2026 | 00:43 WIB
  • Dugaan Pungli di Polri Bukan Pelanggaran Biasa, Tapi Korupsi dan Pengkhianatan Reformasi

    Dugaan Pungli di Polri Bukan Pelanggaran Biasa, Tapi Korupsi dan Pengkhianatan Reformasi

    Jumat, 08 Mei 2026 | 01:07 WIB
  • Fakta Persidangan, Jual Narkoba Bentuk Vape, Karyawan First Club di Batam Ditangkap Polisi

    Fakta Persidangan, Jual Narkoba Bentuk Vape, Karyawan First Club di Batam Ditangkap Polisi

    Jumat, 08 Mei 2026 | 00:39 WIB


  • KATEGORI
  • Daerah
  • Korupsi
  • Hukrim
  • Pemerintah
  • Peristiwa
  • Politik
  • KATEGORI
  • Ekbis
  • Nasional
  • Ragam
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • INFORMASI
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Info Iklan
Copyright © SerojaNEWS.com