Home › Politik › Ketum Ormas G3S Ajak Masyarakat Lebih Cermat Menentukan Calon Walikota Pekanbaru 2024
Ketum Ormas G3S Ajak Masyarakat Lebih Cermat Menentukan Calon Walikota Pekanbaru 2024
Rinto Regant Silaban Ketum Organisasi Masyarakat Gerakan Sungguh Suara Sejati (G3S)
SEROJANEWS.COM, PEKANBARU - Terdapat 5 calon Kepala daerah (Cakada) yang ikut meramaikan pesta demokrasi di Pekanbaru. Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pekanbaru tahun ini akan menjadi penentu lima tahun kedepan.
Ketua Umum (Ketum) Ormas Gerakan Sungguh Suara Sejati (G3S) memberikan komentar Cakada yang akan maju merupakan gambaran bahwa demokrasi di Pekanbaru menjadi cukup baik dan menguntungkan masyarakat Pekanbaru.
"Untuk demokrasinya cukup baik, hal ini menguntungkan masyarakat, karena diberikan pilihan yang relatif banyak", Ucap Rinto saat bincang-bincang disalah satu cafe di Pekanbaru (15/10).
Dia menilai apa yang menjadi penilaian akan menentukan pilihan untuk memimpin Pekanbaru kedepan.
Dirinya mengajak dan menghimbau masyarakat untuk tentunya lebih jeli dan cermat dalam menentukan pilihan. Jangan hanya terpaku atau berdasarkan daftar menu visi dan misi yang disuguhkan para Cakada tetapi baiknya juga melihat trek record para kandidat.
"Semua menu yang disuguhkan dalam visi/misi oleh para kandidat pasti menggiurkan, tetapi masyarakat juga harus melihat trek record para calon, karena semua calon pernah menduduki jabatan publik, apakah sudah menjalankan tupoksinya masing masing dan amanah", katanya menghimbau.
Beberapa poin dikatakan nya ada hal yang tidak kalah penting yang juga harus dicermati masyarakat Pekanbaru yaitu jangan tersandera oleh hukum.
"Sebagai contoh, salah satu kandidat yang maju sebagai Cakada pilkada Pekanbaru berinisial M. Jika merujuk pada pemberitaan diduga terlihat kasus SPPD Fiktif sewaktu menjabat di Sekretariat Dewan (Sekwan) DPRD Provinsi Riau," katanya.
"Tentu ini menjadi dilema sendiri bagi masyarakat, disatu sisi kita harus menghormati azas praduga tidak bersalah namun disisi lain kita menginginkan sosok pemimpin tidak tersandera oleh hukum", ucap dia.
Dirinya beranggapan bisa kacau kedepannya jika yang memenangkan pilkada tahun ini sampai ada kasus hukum yang belum tuntas atau clear.
"Seandainya yang memenangkan pilkada kedepan kandidatnya masih tersandera hukum, konsentrasinya akan terbelah karena menghadapi proses hukum yang masih berjalan. Atas hal tersebut berdampak pada terganggu jalannya pemerintahan yang merugikan masyarakat," paparnya.
Dirinya mengajak masyarakat agar lebih cermat, jeli dan rasional dalam memilih calon pemimpin Pekanbaru kedepan, demi kemajuan Pekanbaru.
"Semua punya kepentingan, tapi kita harus mengutamakan kepentingan bersama yaitu Pekanbaru yang lebih baik kedepannya. Kita juga harus menjaga Marwah negeri lancang kuning ini jangan sampai kedepannya ada kepala daerah yang lahir dinegeri lancang kuning ini masuk penjara," pungkasnya.






Komentar Via Facebook :