https://www.serojanews.com

  • Opini
  • Korupsi
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekbis
  • Nasional
  • Ragam
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Indeks

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Info Iklan

https://www.serojanews.com

https://www.serojanews.com

  • Beranda
  • ";
  • Opini
  • Korupsi
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekbis
  • Nasional
  • Ragam
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Indeks

Beranda

Opini

Korupsi

Hukum

Pemerintahan

Peristiwa

Politik

Ekbis

Nasional

Ragam

Lingkungan

Olahraga

Terkini

•   Tiga Bulan Sejak Penggrebekan, Tersangka Rokok Ilegal Rp300 M di Pekanbaru Masih Nol •   Kisruh Lahan Pasar Panam Ahli Waris Menang di PTUN, Sebut Pemkot Tak Punya Dasar Hukum •   Penampakan Jaksa Muhammad Arfian di Ruang Persidangan PN Batam Usai Minta Maaf di Komisi III DPR-RI  •   Jaksa Aditya Otavian Berikan Berkas Turunan Tidak Sempurna
Info Iklan Pedoman Media Redaksi Disclaimer Tentang Kami
Home › Ragam › Mengenal Atlit Beladiri Pendiri Sasana Camp Serta Pencetak Banyak Atlit Berprestasi Dari Riau 

Mengenal Atlit Beladiri Pendiri Sasana Camp Serta Pencetak Banyak Atlit Berprestasi Dari Riau 

Kamis, 28 November 2024 | 18:13 WIB,  
Penulis : Redaksi
Mengenal Atlit Beladiri Pendiri Sasana Camp Serta Pencetak Banyak Atlit Berprestasi Dari Riau 

Arjuna Sianturi (One Pride)

SEROJANEWS.COM, PEKANBARU - Namanya Arjuna Sianturi, seorang petarung asal Riau. Dia memiliki bakat beladiri yang mampu membawa nama Riau ke dalam pertarungan mixed martial arts (MMA).

Pria berdarah Batak ini berbakat dalam seni beladiri. Dirinya mengaku bakatnya ini merupakan latihan keras sewaktu dirinya masih kecil.

Dalam sebuah perbincangan hangat baru-baru ini kepada wartawan, Arjuna bercerita alasan dirinya tertarik ke dunia beladiri hingga menjadikan dirinya sebagai petarung berbakat.

Semua bermula semasa kecil Arjuna kerap mendapat ejekan bahkan sesekali menjadi bahan bullyan dikelompoknya.

"Dulu pernah jadi bahan bullyan dan pengeroyokan di kampung, jadi mau enggak mau harus belajar beladiri," kata Arjuna, Rabu (27/11).

Dari pengalaman pahitnya itu dirinya bertekad selalu belajar beladiri hingga melahirkan petarung lainnya. Dirinya pertama kali menjadi atlet Karate dan Boxing di Riau hingga akhirnya ke Jakarta memperdalam aliran Muaythai dan MMA.

Pria 32 tahun ini mengharumkan marwah Riau bahkan Indonesia dalam pengalaman pertandingan yang diraihnya. Beberapa diantaranya Kixboxing Linduaji di Semarang, RTV Road To Victory Muaythai Jakarta, Ksatria Fight Muaythai Indonesia dan AFC Asia Fighting Championship di Kuala Lumpur Malaysia.

Selain itu dirinya berhasil membawa Riau dalam pertarungan di MMA sebanyak 4 kali pertandingan dengan meraih 3 kali kemenangan.

Bahkan dirinya sudah membawa marwah Riau ke kancah Asia ke negara Malaysia di kualifikasi asia (AFC). Selanjutnya Try Out ke negara Thailand, Singapore. Bahkan sejauh ini juga pernah membawa Atlit riau ke kanca Pra PON dan PON.

Pria yang akrab disapa dengan sebutan Star Boy ini juga tengah mendirikan Camp untuk pelatihan khusus petarung maupun pemula khusus Kota Pekanbaru.

Camp ini juga dengan aliran beladiri Muaythai, Boxing, dan MMA yang dinamai dengan Alfa Training Camp di Jl. Soekarno - Hatta, Kec. Payung Sekaki, Kota Pekanbaru.

Camp Alfa Training ini sudah berdiri sejak tahun 2020. Arjuna menyebutkan, selama hampir empat tahun berjalan, Camp ini juga berhasil membentuk atlet juara di berbagai aliran beladiri Muaythai, Boxing, dan MMA dari Riau.

"Di sasana camp ini kita sudah mencetak beladiri yang paling banyak meraih prestasi di Riau. Di tahun ini ada 16 orang dari camp alfa membawa MMA untuk kelas 51 kilo. Selanjutnya 61 kilo dan 57 kilo pada bulan15 oktober lalu. Dan itu kita menang semua. Lawan kita dari berbagai daerah," tutur Arjuna.

Pihaknya juga saat ini tengah membawa dua petarung untuk seleksi MMA One Pride di Tv One ke Jakarta bernama Fatiaro (21) dan Gabriel Sianturi (20).

Saat ditanyakan terkait kesulitan tantangan yang dialami, Arjuna mengaku sejauh ini pihaknya cukup sulit mencari sponsor untuk pertandingan. Diri nya menyangkan sikap Komite Olagraga Nasional Indonesia (KONI) yang tak memberikan dukungan dan menghiraukan keberadaan atlet ini.

"Sejauh ini kesulitan kita itu mencari sponsor untuk pertandingan. Harapan kita membentuk atlet sebagai juara di Riau. Dari pemerintah belum pernah mendapat sponsor. Adapun sponsor selama ini dari swasta," bebernya.

Masih beber Arjuna, ada pun sponsor yang mendukung keberadaan atlet ini diantaranya Villa Tenayan , Curvanord Pekanbaru. 

Saat ini tim Camp Alfa Training telah memiliki member anggota 190 orang. Hal ini berpotensi sebagai bibit petarung yang akan membawa marwah Riau.

"Kami mengucapkan terimakasih kepada sponsor yang sudah setia mendukung petarung asal Riau. Terimakasih Villa Tenayan, Curvanord Pekanbaru yang telah memberikan dukungan," pungkasnya.

Editor : Admin
Sumber : Istimewa

TOPIK TERKAIT

Arjuna SianturiRiauPekanbaruMMAOne PrideMuaythaiKarateBeladiriTv OnePON
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Tambang Granit Dalam Kawasan Hutan Milik Abdul Wahid, Ketum PETIR di Periksa Kejati
    Lingkungan

    Tambang Granit Dalam Kawasan Hutan Milik Abdul Wahid, Ketum PETIR di Periksa Kejati

    Selasa, 10 Des 2024 | 13:56 WIB
  • Dua Terdakwa Dionis Mati Mengedarkan Sabu 21 Kilogram
    Hukrim

    Dua Terdakwa Dionis Mati Mengedarkan Sabu 21 Kilogram

    Rabu, 11 Des 2024 | 18:34 WIB
  • Bea Cukai Tak Mampu Ungkap Rokok Ilegal di Riau, Negara Dirugikan Miliaran Rupiah

    Bea Cukai Tak Mampu Ungkap Rokok Ilegal di Riau, Negara Dirugikan Miliaran Rupiah

    Rabu, 13 Nov 2024 | 11:31 WIB
  • PETIR Laporkan ke Kejagung Tambang PT. MNS Dalam Kawasan Hutan, Seret Nama Kontestan Cagub di Riau
    Korupsi

    PETIR Laporkan ke Kejagung Tambang PT. MNS Dalam Kawasan Hutan, Seret Nama Kontestan Cagub di Riau

    Kamis, 07 Nov 2024 | 17:46 WIB
  • Serahkan SK, Ketua DPW PETIR Jakarta di Pimpin Jesayas
    Daerah

    Serahkan SK, Ketua DPW PETIR Jakarta di Pimpin Jesayas

    Kamis, 07 Nov 2024 | 16:55 WIB

Terpopuler

  • 01

    Divonis 6 Tahun, Berkas PETIR Berkaitan Kasus Korupsi Jumbo di Riau Masuk Daftar Pemusnahan

    Sabtu, 21 Mar 2026 - 15:06 WIB
  • 02

    Bukti Minim, Kasus Pemerasan JS Dituntut 7 Tahun Pakai KUHP Lama, Jaksa Berpihak Kepada Perusahaan?

    Kamis, 05 Mar 2026 - 01:55 WIB
  • 03

    Tak Terima Uang Seperak Pun, Hakim Vonis 6 Tahun JS, Kuasa Hukum: "Lebih Berat dari Kasus Korupsi"

    Kamis, 12 Mar 2026 - 22:23 WIB
  • 04

    ABK Membawa Sabu 2 Ton di Batam Divonis 5 Tahun Penjara, JPU Muhammad Arfian Tak Hadir di Persidangan

    Kamis, 05 Mar 2026 - 20:54 WIB
  • 05

    Penyelidikan Dana Sawit Rp57 Triliun Dikejagung Membeku Sejak 2023, Dana Mengalir ke Petinggi?

    Minggu, 29 Mar 2026 - 00:30 WIB

TERBARU

  • Tiga Bulan Sejak Penggrebekan, Tersangka Rokok Ilegal Rp300 M di Pekanbaru Masih Nol

    Tiga Bulan Sejak Penggrebekan, Tersangka Rokok Ilegal Rp300 M di Pekanbaru Masih Nol

    Jumat, 03 Apr 2026 | 22:45 WIB
  • Kisruh Lahan Pasar Panam Ahli Waris Menang di PTUN, Sebut Pemkot Tak Punya Dasar Hukum

    Kisruh Lahan Pasar Panam Ahli Waris Menang di PTUN, Sebut Pemkot Tak Punya Dasar Hukum

    Kamis, 02 Apr 2026 | 13:15 WIB
  • Penampakan Jaksa Muhammad Arfian di Ruang Persidangan PN Batam Usai Minta Maaf di Komisi III DPR-RI 

    Penampakan Jaksa Muhammad Arfian di Ruang Persidangan PN Batam Usai Minta Maaf di Komisi III DPR-RI 

    Rabu, 01 Apr 2026 | 21:02 WIB
  • Jaksa Aditya Otavian Berikan Berkas Turunan Tidak Sempurna

    Jaksa Aditya Otavian Berikan Berkas Turunan Tidak Sempurna

    Rabu, 01 Apr 2026 | 08:23 WIB
  • Diduga Rekayasa, Warga Pekanbaru Jadi Tersangka Tanpa BAP dan Saksi, Polsek Medan Sebut Salah Ketik

    Diduga Rekayasa, Warga Pekanbaru Jadi Tersangka Tanpa BAP dan Saksi, Polsek Medan Sebut Salah Ketik

    Senin, 30 Mar 2026 | 23:42 WIB
  • Sidang Eksepsi Gubernur Riau Abdul Wahid, Pendukung Padati PN Pekanbaru

    Sidang Eksepsi Gubernur Riau Abdul Wahid, Pendukung Padati PN Pekanbaru

    Senin, 30 Mar 2026 | 15:45 WIB
  • Penyelidikan Dana Sawit Rp57 Triliun Dikejagung Membeku Sejak 2023, Dana Mengalir ke Petinggi?

    Penyelidikan Dana Sawit Rp57 Triliun Dikejagung Membeku Sejak 2023, Dana Mengalir ke Petinggi?

    Minggu, 29 Mar 2026 | 00:30 WIB
  • GMKI Batam Sebut Dugaan Pemerasan Petugas Imigrasi Sebagai Bentuk Ujian Terhadap Integritas Bangsa dan Negara Indonesia di Wilayah Perbatasan

    GMKI Batam Sebut Dugaan Pemerasan Petugas Imigrasi Sebagai Bentuk Ujian Terhadap Integritas Bangsa dan Negara Indonesia di Wilayah Perbatasan

    Sabtu, 28 Mar 2026 | 22:55 WIB


  • KATEGORI
  • Daerah
  • Korupsi
  • Hukrim
  • Pemerintah
  • Peristiwa
  • Politik
  • KATEGORI
  • Ekbis
  • Nasional
  • Ragam
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • INFORMASI
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Info Iklan
Copyright © SerojaNEWS.com