https://www.serojanews.com

  • Opini
  • Korupsi
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekbis
  • Nasional
  • Ragam
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Indeks

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Info Iklan

https://www.serojanews.com

https://www.serojanews.com

  • Beranda
  • ";
  • Opini
  • Korupsi
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekbis
  • Nasional
  • Ragam
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Indeks

Beranda

Opini

Korupsi

Hukum

Pemerintahan

Peristiwa

Politik

Ekbis

Nasional

Ragam

Lingkungan

Olahraga

Terkini

•   Tiga Bulan Sejak Penggrebekan, Tersangka Rokok Ilegal Rp300 M di Pekanbaru Masih Nol •   Kisruh Lahan Pasar Panam Ahli Waris Menang di PTUN, Sebut Pemkot Tak Punya Dasar Hukum •   Penampakan Jaksa Muhammad Arfian di Ruang Persidangan PN Batam Usai Minta Maaf di Komisi III DPR-RI  •   Jaksa Aditya Otavian Berikan Berkas Turunan Tidak Sempurna
Info Iklan Pedoman Media Redaksi Disclaimer Tentang Kami
Home › Hukrim › Lahan Petani di Jambi Diserobot Koperasi Bodong, Masyarakat Minta Aparat Usut Mafia Tanah

Lahan Petani di Jambi Diserobot Koperasi Bodong, Masyarakat Minta Aparat Usut Mafia Tanah

Rabu, 19 Februari 2025 | 18:23 WIB,  
Penulis : Jacop Sihombing
Lahan Petani di Jambi Diserobot Koperasi Bodong, Masyarakat Minta Aparat Usut Mafia Tanah

Keterangan Foto // Kelompok Tani Jaya Berasama Bersama Masyarakat, Ormas Forum Pemersatu Nasional (FPN) dan Pemuda Tri Karya (PETIR) Jakarta Mendatangi Lahan Tantang Mafia Tanah Tunjukkan Legalitas

SEROJANEWS.COM, JAMBI - Penyerobotan lahan yang di lakukan oleh mafia tanah terhadap kelompok Tani yang berada di Desa Rantau Gedang, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari, Jambi menimbulkan polemik.

Tanaman ubi, pisang, nangka yang ditanami di lahan seluas 450 hektare miliki kelompok Tani Jaya Bersama habis digusur oknum mafia yang mengaku dari perusahaan WKS.

Polemik berlanjut usai Ketua kelompok Tani datang melapor ke Mabespolri dan Kementrian di Jakarta pada Rabu (12/02/2025) lalu.

Rommel siregar SH, kuasa hukum Kelompok Tani Jaya Bersama mengatakan, jauh hari lahan masih dalam kondisi semak belukar para kelompok tani sudah mengajukan permohonan izin kepada Bupati Batanghari di tahun 2000 silam.

"Bahwa mereka mengajukan lahan kurang lebih 1100 hektar. Di tahun 2001 bahwa Bupati menelaah pengajuan tersebut dan membuahkan hasil. Sekda dan Pemda Batanghari bergerak cepat memerintah dinas perkebunan provinsi Jambi dan kabupaten Batanghari serta Dinas kehutanan termasuk BPN untuk mengukur objek lahan ini apa status nya," kata Rommel dihadapan masyarakat, Rabu (18/19/2025).

Mengetahui lahan masuk dalam kawasan atau tidaknya, Sekda Batanghari memverifikasi dan menyebutkan tiga poin. Kata Rommel, tidak ditemukan surat perusahaan lain maupun timpang tindih pada lahan tersebut.

"450 hektar ini yang telah di ajukan terdahulu masuk dalam status APL, selebihnya masuk dalam HP bukan produksi tetap," ujar Rommel.

Lahan 450 hektare tersebut ditanami tumbuh tumbuhan oleh Petani Jaya Bersama yang saat ini berjumlah 185 KK. Polemik muncul usai inisial TA selaku kepala Desa menjual secara diam - diam lokasi tanah tersebut PT. FAT seluas 300 hektar. Dan 110 hektar kepada Perusahaan PT. SCL.

Lanjut Rommel lagi, berdasarkan data yang didapat dari Kementrian Koperasi, terdapat beberapa koperasi diduga tidak memiliki izin atau bodong. Hal tersebut pemicu konflik lahan ditengah masyarakat hingga saat ini.

"Dan harapan saya sebagai kuasa hukum diminta kepada pihak, pemerintah segera turun untuk mengusut tuntas masalah konflik ini supaya terang benderang dan tidak ada lagi mafia nafia tanah di kabupaten Batanghari", jelas Rommel.

Rommel bersama Ketua kelompok tani Jaya Bersama, Suanto, meminta kepada pihak instansi terkait mengusut tuntas permasalahan serta membubarkan lima koperasi bodong penyebab konflik yang merugikan kelompok Tani di wilayah tersebut.

Didampingi Ketua Ormasi PETIR Jakarta, Jesayas menyatakan ormas yang dipimpinnya akan mengkawal penanganan perkara ini. Ia meminta kasus ini ditangani sampai tuntas. 

"Kita akan melakukan berbagai upaya sampai mafia tanah ini ditangkap. Praktik mafia tanah harus ditumpas. Kami tidak takut kepada siapa pun karena kami di pihak rakyat, kami bela rakyat, dan tegas presiden Prabowo mengatakan siap mati demi Indonesia, saya akan sikat para koruptor, sikat pengemplang pajak, itu kata pak Presiden", tiru Jesayas.

Dirinya menambahkan 8 misi Astacita Presiden Prabowo Pedoman. Tiga poin yang disebutkannya yakni

1. Meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif.

2. Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

3. Memperkuat reformasih politik hukum dan birokrasi, serta memperkuat pen cegahan dan pemberantasan korupsi.

"Inilah dasar mengapa kami berani menghadapi para mafia dan satu tujuan bersama presiden Prabowo untuk melibas para mafia mafia yang ada di negeri ini agar tercapainya menuju Indonesia emas 2045, sejak kini lah kita bersatu melawan mafia tanah", tutup Jesayas ketua PETIR Jakarta. 

 

Editor : Admin
Sumber : Istimewa

TOPIK TERKAIT

PETIRFPNKelompok TaniMasyarakatLahanPenyerobotanJakartaJambiPoldaPolresAparatMafia Tanah
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • DPD GRIB Jaya Riau Akan Dilantik, Hercules: "Saya Mengapresiasi Keseriusan Jajaran Pengurus Riau"
    Ragam

    DPD GRIB Jaya Riau Akan Dilantik, Hercules: "Saya Mengapresiasi Keseriusan Jajaran Pengurus Riau"

    Selasa, 18 Feb 2025 | 13:58 WIB
  • Lahan Masyarakat Jambi Diserobot Mafia, Korban Lapor Mabes Polri Dan Kementrian
    Hukrim

    Lahan Masyarakat Jambi Diserobot Mafia, Korban Lapor Mabes Polri Dan Kementrian

    Rabu, 12 Feb 2025 | 21:02 WIB
  • Lima Bulan Laporan Penambang Ilegal di Inhil Masih Mengendap di Polda, Ada Apa?
    Hukrim

    Lima Bulan Laporan Penambang Ilegal di Inhil Masih Mengendap di Polda, Ada Apa?

    Selasa, 11 Feb 2025 | 08:07 WIB
  • Gudang Terbakar di Rumbai Diduga Berkaitan Dengan Perusahaan PT SPE
    Daerah

    Gudang Terbakar di Rumbai Diduga Berkaitan Dengan Perusahaan PT SPE

    Sabtu, 08 Feb 2025 | 18:37 WIB
  • Perjudian Mulai Menjamur di Papua, DPW PETIR Papua Minta Aparat Ambil Sikap Tegas
    Daerah

    Perjudian Mulai Menjamur di Papua, DPW PETIR Papua Minta Aparat Ambil Sikap Tegas

    Sabtu, 08 Feb 2025 | 11:39 WIB

Terpopuler

  • 01

    Divonis 6 Tahun, Berkas PETIR Berkaitan Kasus Korupsi Jumbo di Riau Masuk Daftar Pemusnahan

    Sabtu, 21 Mar 2026 - 15:06 WIB
  • 02

    Bukti Minim, Kasus Pemerasan JS Dituntut 7 Tahun Pakai KUHP Lama, Jaksa Berpihak Kepada Perusahaan?

    Kamis, 05 Mar 2026 - 01:55 WIB
  • 03

    Tak Terima Uang Seperak Pun, Hakim Vonis 6 Tahun JS, Kuasa Hukum: "Lebih Berat dari Kasus Korupsi"

    Kamis, 12 Mar 2026 - 22:23 WIB
  • 04

    ABK Membawa Sabu 2 Ton di Batam Divonis 5 Tahun Penjara, JPU Muhammad Arfian Tak Hadir di Persidangan

    Kamis, 05 Mar 2026 - 20:54 WIB
  • 05

    Penyelidikan Dana Sawit Rp57 Triliun Dikejagung Membeku Sejak 2023, Dana Mengalir ke Petinggi?

    Minggu, 29 Mar 2026 - 00:30 WIB

TERBARU

  • Tiga Bulan Sejak Penggrebekan, Tersangka Rokok Ilegal Rp300 M di Pekanbaru Masih Nol

    Tiga Bulan Sejak Penggrebekan, Tersangka Rokok Ilegal Rp300 M di Pekanbaru Masih Nol

    Jumat, 03 Apr 2026 | 22:45 WIB
  • Kisruh Lahan Pasar Panam Ahli Waris Menang di PTUN, Sebut Pemkot Tak Punya Dasar Hukum

    Kisruh Lahan Pasar Panam Ahli Waris Menang di PTUN, Sebut Pemkot Tak Punya Dasar Hukum

    Kamis, 02 Apr 2026 | 13:15 WIB
  • Penampakan Jaksa Muhammad Arfian di Ruang Persidangan PN Batam Usai Minta Maaf di Komisi III DPR-RI 

    Penampakan Jaksa Muhammad Arfian di Ruang Persidangan PN Batam Usai Minta Maaf di Komisi III DPR-RI 

    Rabu, 01 Apr 2026 | 21:02 WIB
  • Jaksa Aditya Otavian Berikan Berkas Turunan Tidak Sempurna

    Jaksa Aditya Otavian Berikan Berkas Turunan Tidak Sempurna

    Rabu, 01 Apr 2026 | 08:23 WIB
  • Diduga Rekayasa, Warga Pekanbaru Jadi Tersangka Tanpa BAP dan Saksi, Polsek Medan Sebut Salah Ketik

    Diduga Rekayasa, Warga Pekanbaru Jadi Tersangka Tanpa BAP dan Saksi, Polsek Medan Sebut Salah Ketik

    Senin, 30 Mar 2026 | 23:42 WIB
  • Sidang Eksepsi Gubernur Riau Abdul Wahid, Pendukung Padati PN Pekanbaru

    Sidang Eksepsi Gubernur Riau Abdul Wahid, Pendukung Padati PN Pekanbaru

    Senin, 30 Mar 2026 | 15:45 WIB
  • Penyelidikan Dana Sawit Rp57 Triliun Dikejagung Membeku Sejak 2023, Dana Mengalir ke Petinggi?

    Penyelidikan Dana Sawit Rp57 Triliun Dikejagung Membeku Sejak 2023, Dana Mengalir ke Petinggi?

    Minggu, 29 Mar 2026 | 00:30 WIB
  • GMKI Batam Sebut Dugaan Pemerasan Petugas Imigrasi Sebagai Bentuk Ujian Terhadap Integritas Bangsa dan Negara Indonesia di Wilayah Perbatasan

    GMKI Batam Sebut Dugaan Pemerasan Petugas Imigrasi Sebagai Bentuk Ujian Terhadap Integritas Bangsa dan Negara Indonesia di Wilayah Perbatasan

    Sabtu, 28 Mar 2026 | 22:55 WIB


  • KATEGORI
  • Daerah
  • Korupsi
  • Hukrim
  • Pemerintah
  • Peristiwa
  • Politik
  • KATEGORI
  • Ekbis
  • Nasional
  • Ragam
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • INFORMASI
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Info Iklan
Copyright © SerojaNEWS.com