https://www.serojanews.com

  • Opini
  • Korupsi
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekbis
  • Nasional
  • Ragam
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Indeks

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Info Iklan

https://www.serojanews.com

https://www.serojanews.com

  • Beranda
  • ";
  • Opini
  • Korupsi
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekbis
  • Nasional
  • Ragam
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Indeks

Beranda

Opini

Korupsi

Hukum

Pemerintahan

Peristiwa

Politik

Ekbis

Nasional

Ragam

Lingkungan

Olahraga

Terkini

•   Tiga Bulan Sejak Penggrebekan, Tersangka Rokok Ilegal Rp300 M di Pekanbaru Masih Nol •   Kisruh Lahan Pasar Panam Ahli Waris Menang di PTUN, Sebut Pemkot Tak Punya Dasar Hukum •   Penampakan Jaksa Muhammad Arfian di Ruang Persidangan PN Batam Usai Minta Maaf di Komisi III DPR-RI  •   Jaksa Aditya Otavian Berikan Berkas Turunan Tidak Sempurna
Info Iklan Pedoman Media Redaksi Disclaimer Tentang Kami
Home › Peristiwa › Masyarakat Geram, Oknum TNI Ikut Bekingi PT WKS Menyerobot Lahan Kelompok Tani

Masyarakat Geram, Oknum TNI Ikut Bekingi PT WKS Menyerobot Lahan Kelompok Tani

Rabu, 19 Februari 2025 | 21:14 WIB,  
Penulis : Jacop Sihombing
Masyarakat Geram, Oknum TNI Ikut Bekingi PT WKS Menyerobot Lahan Kelompok Tani

Foto : Tangkapan Layar Rekaman Video Masyarakat Kelompok Tani Desa Rantau Gedang, Kecamatan Mersam, Kab. Batanghari. Oknum TNI Bersama Yulianto Humas PT WKS Berada Dalam Mobil Bersama Tiga Orang Preman Dilokasi Lahan

SEROJANEWS.COM, JAMBI - Masyarakat Kelompok Tani Jaya Bersama diteror oknum TNI dan sejumlah preman dilahan seluas 450 hektare di Desa Rantau Gedang, Kecamatan Mersam, Kab. Batanghari, Rabu (19/2/2025).

Kedatangan oknum tersebut diduga hendak melakukan intimidasi terhadap sejumlah masyarakat Kelompok Tani terkait konflik lahan yang diserobot mafia tanah milik Kelompok Tani Jaya Bersama beberapa waktu lalu.

Kronologi berawal dari sejumlah Masyarakat Kelompok Tani didampingi Ormas Forum Pemersatu Nasional (FPN) serta Pemuda Tri Karya (PETIR) Jakarta usai melakukan konferensi pers perihal lahan masyarakat seluas 450 hektare digusur habis oleh sejumlah oknum koperasi bodong.

Dari video kejadian dan rilis yang diterima media Serojanews.com, terdapat lima orang menggunakan mobil double kabin mendatangi lokasi. Empat orang mengenakan baju ungu diantaranya Humas PT WKS dan satu orang mengenakan seragam loreng TNI memakai masker.

Masyarakat menduga oknum TNI ikut membekingi penyerobotan lahan yang dilakukan Perusahaan WKS terkait konflik lahan tersebut. Sontak, beberapa masyarakat terlihat emosi dan mengatakan apa maksud dan tujuannya datang ke lokasi jam tujuh malam. 

"Bapak dari mana, kami dari garda 08 nih pak. Bapak sudah luar biasa mendampingi mafia tanah ini pak. Bapak tidak kasian sama rakyat, bapak dari rakyat," dalam rekaman video.

Sesekali memperbaiki maskernya, Oknum TNI tersebut mengaku bernama Sertu Suherdi dari Dandim Bungo, Kabupaten Tebo. Namun ucapan Sertu Suherdi berubah sejenak mengatakan dari Korem saat salah satu masyarakat menanyakan tujuan nya ke lokasi lahan Kabupaten Batanghari.

Baca...https://serojanews.com/berita/398/lahan-petani-di-jambi-diserobot-koperasi-bodong-masyarakat-minta-aparat-usut-mafia-tanah

 

KRONOLOGI 

Kronologi berawal dari masyarakat Kelompok Tani dan delapan orang wartawan serta ormas FPN dan PETIR Jakarta usai melakukan pengawalan dilokasi lahan. Saat hendak pulang lima orang suruhan dari PT WKS tersebut kedapatan oleh masyarakat kelompok Tani menguntit memasuki lokasi lahan menggunakan mobil double kabin.

Dari keterangan Ormas DPW Pemuda Tri Karya (PETIR) Jakarta Jesayas Sihombing mengatakan, saat itu dirinya sedang dilokasi melakukan pengawalan terkait penyerobotan lahan bersama masyarakat setempat.

"Usai kami presconferensi bersama awak media datanglah lima orang utusan dari perusahaan WKS mau mengintimidasi. Namun karena kami ramai mereka tidak berani," kata Jesayas, Rabu (19/02/2025).

Pihaknya mengatakan akan segera melaporkan ke Denpom terdekat apabila ada oknum TNI yang diduga membekingi perusahaan terkait penyerobotan lahan.

"Kami sudah bertemu Kemenhan kemarin, bertemu Letkol Lubis. Mereka mengatakan, apabila ada oknum TNI yang diduga melindungi perusahaan segera laporkan ke Denpom terdekat," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Tanaman ubi, pisang, nangka yang ditanami di lahan seluas 450 hektare milik kelompok Tani Jaya Bersama di Jambi habis digusur oknum mafia yang mengaku dari salah satu perusahaan WKS beberapa waktu lalu.

Kasus tersebut telah bergulir ke Bareskrim Mabes Polri, Kementrian Kehutanan, Kementrian ATR/BPN, Mensekneg, Kejaksaan Agung, Kementrian Koperasi, dan Kementrian Pertanian. 

Penyerobotan diduga dilakukan sejumlah perusahaan WKS (koperasi bodong), PT. FAT, dan PT. SCL.

Hingga akhirnya oknum TNI dan empat orang dari PT WKS itu tidak sengaja akan bertemu masyarakat kelompok Tani bersama pengacara, Ormas Forum Pemersatu Nasional (FPN) serta Pemuda Tri Karya (PETIR) yang hendak pulang usai melakukan konferensi pers dilokasi, Rabu (19/02/2025) menjelang malam di Desa Rantau Gedang, Kecamatan Mersam, Kab. Batanghari

 

 

Editor : Admin
Sumber : Istimewa

TOPIK TERKAIT

OknumTNIMasyarakatKelompok TaniPerusahaanKoperasi BodongLahanPenyerobotanAparatBekingMafia
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Lahan Petani di Jambi Diserobot Koperasi Bodong, Masyarakat Minta Aparat Usut Mafia Tanah
    Hukrim

    Lahan Petani di Jambi Diserobot Koperasi Bodong, Masyarakat Minta Aparat Usut Mafia Tanah

    Rabu, 19 Feb 2025 | 18:23 WIB
  • Lahan Masyarakat Jambi Diserobot Mafia, Korban Lapor Mabes Polri Dan Kementrian
    Hukrim

    Lahan Masyarakat Jambi Diserobot Mafia, Korban Lapor Mabes Polri Dan Kementrian

    Rabu, 12 Feb 2025 | 21:02 WIB
  • Perjudian Mulai Menjamur di Papua, DPW PETIR Papua Minta Aparat Ambil Sikap Tegas
    Daerah

    Perjudian Mulai Menjamur di Papua, DPW PETIR Papua Minta Aparat Ambil Sikap Tegas

    Sabtu, 08 Feb 2025 | 11:39 WIB
  • Ketua PETIR Jakarta Diteror OTK Buntut Unjukrasa Penggelapan Pajak Rp1,4 Triliun First Resources Group
    Peristiwa

    Ketua PETIR Jakarta Diteror OTK Buntut Unjukrasa Penggelapan Pajak Rp1,4 Triliun First Resources Group

    Rabu, 05 Feb 2025 | 00:30 WIB
  • PETIR Desak Kejari Kampar Periksa Camat Kuok Penerbitan SKGR Dalam Kawasan Hutan
    Korupsi

    PETIR Desak Kejari Kampar Periksa Camat Kuok Penerbitan SKGR Dalam Kawasan Hutan

    Jumat, 31 Jan 2025 | 13:21 WIB

Terpopuler

  • 01

    Divonis 6 Tahun, Berkas PETIR Berkaitan Kasus Korupsi Jumbo di Riau Masuk Daftar Pemusnahan

    Sabtu, 21 Mar 2026 - 15:06 WIB
  • 02

    Bukti Minim, Kasus Pemerasan JS Dituntut 7 Tahun Pakai KUHP Lama, Jaksa Berpihak Kepada Perusahaan?

    Kamis, 05 Mar 2026 - 01:55 WIB
  • 03

    Tak Terima Uang Seperak Pun, Hakim Vonis 6 Tahun JS, Kuasa Hukum: "Lebih Berat dari Kasus Korupsi"

    Kamis, 12 Mar 2026 - 22:23 WIB
  • 04

    ABK Membawa Sabu 2 Ton di Batam Divonis 5 Tahun Penjara, JPU Muhammad Arfian Tak Hadir di Persidangan

    Kamis, 05 Mar 2026 - 20:54 WIB
  • 05

    Penyelidikan Dana Sawit Rp57 Triliun Dikejagung Membeku Sejak 2023, Dana Mengalir ke Petinggi?

    Minggu, 29 Mar 2026 - 00:30 WIB

TERBARU

  • Tiga Bulan Sejak Penggrebekan, Tersangka Rokok Ilegal Rp300 M di Pekanbaru Masih Nol

    Tiga Bulan Sejak Penggrebekan, Tersangka Rokok Ilegal Rp300 M di Pekanbaru Masih Nol

    Jumat, 03 Apr 2026 | 22:45 WIB
  • Kisruh Lahan Pasar Panam Ahli Waris Menang di PTUN, Sebut Pemkot Tak Punya Dasar Hukum

    Kisruh Lahan Pasar Panam Ahli Waris Menang di PTUN, Sebut Pemkot Tak Punya Dasar Hukum

    Kamis, 02 Apr 2026 | 13:15 WIB
  • Penampakan Jaksa Muhammad Arfian di Ruang Persidangan PN Batam Usai Minta Maaf di Komisi III DPR-RI 

    Penampakan Jaksa Muhammad Arfian di Ruang Persidangan PN Batam Usai Minta Maaf di Komisi III DPR-RI 

    Rabu, 01 Apr 2026 | 21:02 WIB
  • Jaksa Aditya Otavian Berikan Berkas Turunan Tidak Sempurna

    Jaksa Aditya Otavian Berikan Berkas Turunan Tidak Sempurna

    Rabu, 01 Apr 2026 | 08:23 WIB
  • Diduga Rekayasa, Warga Pekanbaru Jadi Tersangka Tanpa BAP dan Saksi, Polsek Medan Sebut Salah Ketik

    Diduga Rekayasa, Warga Pekanbaru Jadi Tersangka Tanpa BAP dan Saksi, Polsek Medan Sebut Salah Ketik

    Senin, 30 Mar 2026 | 23:42 WIB
  • Sidang Eksepsi Gubernur Riau Abdul Wahid, Pendukung Padati PN Pekanbaru

    Sidang Eksepsi Gubernur Riau Abdul Wahid, Pendukung Padati PN Pekanbaru

    Senin, 30 Mar 2026 | 15:45 WIB
  • Penyelidikan Dana Sawit Rp57 Triliun Dikejagung Membeku Sejak 2023, Dana Mengalir ke Petinggi?

    Penyelidikan Dana Sawit Rp57 Triliun Dikejagung Membeku Sejak 2023, Dana Mengalir ke Petinggi?

    Minggu, 29 Mar 2026 | 00:30 WIB
  • GMKI Batam Sebut Dugaan Pemerasan Petugas Imigrasi Sebagai Bentuk Ujian Terhadap Integritas Bangsa dan Negara Indonesia di Wilayah Perbatasan

    GMKI Batam Sebut Dugaan Pemerasan Petugas Imigrasi Sebagai Bentuk Ujian Terhadap Integritas Bangsa dan Negara Indonesia di Wilayah Perbatasan

    Sabtu, 28 Mar 2026 | 22:55 WIB


  • KATEGORI
  • Daerah
  • Korupsi
  • Hukrim
  • Pemerintah
  • Peristiwa
  • Politik
  • KATEGORI
  • Ekbis
  • Nasional
  • Ragam
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • INFORMASI
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Info Iklan
Copyright © SerojaNEWS.com