https://www.serojanews.com

  • Opini
  • Korupsi
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekbis
  • Nasional
  • Ragam
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Indeks

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Info Iklan

https://www.serojanews.com

https://www.serojanews.com

  • Beranda
  • ";
  • Opini
  • Korupsi
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekbis
  • Nasional
  • Ragam
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Indeks

Beranda

Opini

Korupsi

Hukum

Pemerintahan

Peristiwa

Politik

Ekbis

Nasional

Ragam

Lingkungan

Olahraga

Terkini

•   Temuan Gila Menteri Purbaya Negara Rugi Triliunan Ekspor CPO, Ciliandra Fangiono Diduga Ikut Terlibat Under Invoicing •   Penggerebekan di Hiburan Malam Pekanbaru, Anak Tokoh Berpengaruh dan Anak Bupati Diduga Terseret Operasi Narkoba •   Sekolah MAS Ma'arif Pekanbaru Disorot, Siswa Diduga Terlibat Konflik Politik •   Tahanan Dari Rutan Kelas IA Sialang Bungkuk Kabur, Kanwil Ditjenpas Riau Bungkam
Info Iklan Pedoman Media Redaksi Disclaimer Tentang Kami
Home › Ragam › Dampak Penjajahan Jepang Terhadap Sistem Pendidikan di Indonesia, Ini Sejarah dan Perkembangannya

Dampak Penjajahan Jepang Terhadap Sistem Pendidikan di Indonesia, Ini Sejarah dan Perkembangannya

Kamis, 13 Maret 2025 | 17:07 WIB,  
Penulis : Redaksi
Dampak Penjajahan Jepang Terhadap Sistem Pendidikan di Indonesia, Ini Sejarah dan Perkembangannya

Pada zaman Jepang, jumlah sekolah dasar memang menurun. Meski begitu, Jepang menghapus sistem pendidikan ala Belanda yang membeda-bedakan status sosial (Wikipedia Commons)

SEROJANEWS.COM - Meskipun berlangsung hanya selama tiga tahun (1942-1945), penjajahan Jepang di Indonesia meninggalkan jejak yang mendalam, terutama dalam sektor pendidikan. Berbagai perubahan yang diterapkan selama periode tersebut berdampak positif maupun negatif bagi sistem pendidikan yang ada.

Pada era pendudukan Jepang, sejumlah ahli sepakat bahwa kondisi pendidikan mengalami kemunduran yang signifikan jika dibandingkan dengan masa penjajahan Belanda. Jepang menjadikan Indonesia sebagai pangkalan perangnya, sehingga masyarakat harus hidup di bawah kondisi genting yang berimbas pada dunia pendidikan. Para pengajar dipaksa untuk bekerja di bawah kendali Jepang, sementara anak-anak juga turut dikerahkan untuk memenuhi kebutuhan perang, menyebabkan banyak di antaranya terpaksa putus sekolah. Data menunjukkan, jumlah sekolah dasar menurun drastis dari 17.848 pada tahun ajaran 1940/1941 menjadi 15.069 pada tahun ajaran 1944/1945. Selain itu, jumlah guru juga berkurang dari 45.415 menjadi 36.287, memicu tingginya angka putus sekolah dan buta huruf di kalangan anak-anak.

Namun, di balik kemunduran tersebut, terdapat sejumlah kebijakan yang membawa perubahan positif dalam sistem pendidikan. Jepang memperkenalkan jenjang pendidikan dasar yang seragam selama enam tahun, memberikan akses pendidikan kepada anak-anak dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk yang sebelumnya terpinggirkan, seperti anak-anak dari keluarga miskin. Kebijakan ini secara efektif menghapus diskriminasi yang pernah ada pada masa kolonial Belanda.

Perubahan bahasa pengantar juga menjadi salah satu dampak signifikan dari penjajahan Jepang. Bahasa Indonesia dijadikan sebagai bahasa resmi dalam pendidikan, menggantikan bahasa Belanda. Sistem pendidikan yang mengacu pada kelas sosial yang diterapkan pada era Hindia Belanda pun dihapus, menciptakan kesetaraan dalam akses pendidikan di kalangan semua anak.

Penutupan sekolah-sekolah berbahasa Belanda juga mengubah dinamika pendidikan di Indonesia. Sebagai contoh, penutupan Hollandsche Chineesche School (HCS) mengakibatkan anak-anak keturunan Tionghoa kembali ke sekolah berbahasa Mandarin. Sekolah swasta baru yang dibentuk juga harus beradap di bawah pengawasan ketat pemerintah Jepang.

Guru-didik pun berpartisipasi dalam pelatihan untuk menyebarluaskan doktrin Hakko Ichiu, yang menjelaskan ambisi Jepang untuk menyatukan Asia Timur di bawah kepemimpinan Kaisar Jepang. Meski demikian, pelatihan ini juga termasuk pengajaran disiplin militer yang keras dan doktrin semangat Jepang.

Dalam jangka panjang, dampak penjajahan Jepang terhadap pendidikan Indonesia cukup signifikan. Meskipun Jepang bertujuan untuk memenuhi kepentingan perang, mereka tetap memberikan perhatian pada peningkatan kualitas pendidikan. Beberapa perubahan penting mencakup:

Perubahan Kurikulum: Kurikulum baru yang memperkenalkan pelajaran matematika, sains, dan militer, menggantikan pelajaran yang dianggap tidak esensial.
Peningkatan Jumlah Sekolah: Pembangunan banyak sekolah baru, termasuk institusi pendidikan tinggi, seperti Universitas Gadjah Mada dan Institut Teknologi Bandung.
Pendidikan Wajib: Jepang menerapkan sistem pendidikan wajib meskipun banyak anak yang tidak dapat mengakses pendidikan.
Peningkatan Kualitas Guru: Pelatihan guru baru untuk mengajar di sekolah-sekolah yang baru didirikan.

Setelah Indonesia merdeka, sejumlah perubahan signifikan dilaksanakan dalam sistem pendidikan. Pemerintah Indonesia membentuk sistem pendidikan nasional yang mencakup pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, menetapkan pendidikan dasar wajib, serta mempromosikan penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar resmi di lembaga pendidikan. Pendaftaran Universitas Indonesia pada tahun 1950 menandai era baru dalam akses pendidikan tinggi di Indonesia.

Meskipun warisan Jepang dalam sistem pendidikan memiliki banyak aspek negatif, era ini juga membuka peluang untuk menghapus diskriminasi dalam pendidikan dan memberikan akses yang lebih baik bagi semua lapisan masyarakat. Dengan demikian, pengetahuan dan pelajaran dari masa lalu akan terus berperan dalam membentuk sistem pendidikan yang lebih baik di Indonesia ke depan.

Editor : Admin
Sumber : Berbagai Sumber

TOPIK TERKAIT

BelandaJepangIndonesiaPenjajahanPendidikan
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • DPP LP3I Satukan Visi Dan Misi Ciptakan Kondusifitas Pilkada Serentak 2024
    Daerah

    DPP LP3I Satukan Visi Dan Misi Ciptakan Kondusifitas Pilkada Serentak 2024

    Jumat, 01 Nov 2024 | 11:43 WIB
  • Ketua PETIR Sesalkan Pelayanan Pemerintah di Gedung Kementrian ATR/BPN Jesayas: "Pembuatan Sertifikat Dipersulit"
    Peristiwa

    Ketua PETIR Sesalkan Pelayanan Pemerintah di Gedung Kementrian ATR/BPN Jesayas: "Pembuatan Sertifikat Dipersulit"

    Kamis, 24 Okt 2024 | 17:39 WIB
  • Jaksa Agung RI Terima Kunjungan Menteri PERKIM RI Bahas Pengadaan Lahan Permukiman Rakyat
    Pemerintah

    Jaksa Agung RI Terima Kunjungan Menteri PERKIM RI Bahas Pengadaan Lahan Permukiman Rakyat

    Rabu, 23 Okt 2024 | 17:44 WIB
  • Forum LSM Riau Bersatu Klarifikasi Pemberitaan Aksi Unjuk Rasa, Robert: "Aspirasi Kita Tidak Mengandung Unsur Kepentingan"
    Daerah

    Forum LSM Riau Bersatu Klarifikasi Pemberitaan Aksi Unjuk Rasa, Robert: "Aspirasi Kita Tidak Mengandung Unsur Kepentingan"

    Rabu, 25 Sep 2024 | 21:49 WIB
  • Indodax Belum Terdaftar Jadi Anggota Bursa Kripto Indonesia CFX
    Ekbis

    Indodax Belum Terdaftar Jadi Anggota Bursa Kripto Indonesia CFX

    Senin, 16 Sep 2024 | 15:57 WIB

Terpopuler

  • 01

    Selain Tony Lim, Nama Yanti Lie Muncul di Kasus Ekspor CPO dan POME usai Dua Anggotanya Jadi Tersangka

    Selasa, 12 Mei 2026 - 01:39 WIB
  • 02

    Demo Aktivis JS Dipindah ke Nusakambangan, Pihak Lapas Jawab Pertanyaan Massa, JS Dipindahkan Karena Sering Berteriak

    Kamis, 07 Mei 2026 - 17:07 WIB
  • 03

    "Cuman Berani Sama Orang Miskin" Eduard Kamaleng Persoalkan Wewenang dan Sikap Wakil Wali Kota Batam

    Selasa, 05 Mei 2026 - 14:07 WIB
  • 04

    Terlibat Perkara PPMI Secara Ilegal, Nurhasanah Tidak Dijebloskan ke Dalam Penjara

    Rabu, 29 Apr 2026 - 17:37 WIB
  • 05

    Saksi Sebut Dju Seng yang Menyuruh Melakukan Pematangan Lahan di Tanjung Gundap

    Rabu, 06 Mei 2026 - 21:44 WIB

TERBARU

  • Temuan Gila Menteri Purbaya Negara Rugi Triliunan Ekspor CPO, Ciliandra Fangiono Diduga Ikut Terlibat Under Invoicing

    Temuan Gila Menteri Purbaya Negara Rugi Triliunan Ekspor CPO, Ciliandra Fangiono Diduga Ikut Terlibat Under Invoicing

    Selasa, 26 Mei 2026 | 23:10 WIB
  • Penggerebekan di Hiburan Malam Pekanbaru, Anak Tokoh Berpengaruh dan Anak Bupati Diduga Terseret Operasi Narkoba

    Penggerebekan di Hiburan Malam Pekanbaru, Anak Tokoh Berpengaruh dan Anak Bupati Diduga Terseret Operasi Narkoba

    Selasa, 26 Mei 2026 | 17:52 WIB
  • Sekolah MAS Ma

    Sekolah MAS Ma'arif Pekanbaru Disorot, Siswa Diduga Terlibat Konflik Politik

    Selasa, 26 Mei 2026 | 15:14 WIB
  • Tahanan Dari Rutan Kelas IA Sialang Bungkuk Kabur, Kanwil Ditjenpas Riau Bungkam

    Tahanan Dari Rutan Kelas IA Sialang Bungkuk Kabur, Kanwil Ditjenpas Riau Bungkam

    Senin, 25 Mei 2026 | 23:53 WIB
  • Menjelang Idul Adha Ternyata SIPP PN Batam Langsung Tidak Bisa Diakses

    Menjelang Idul Adha Ternyata SIPP PN Batam Langsung Tidak Bisa Diakses

    Senin, 25 Mei 2026 | 15:02 WIB
  • Warga Binaan Lapas Kelas II Labuhan Ruku Tewas dengan Luka Memar, Keluarga Curigai Kekerasan Fisik

    Warga Binaan Lapas Kelas II Labuhan Ruku Tewas dengan Luka Memar, Keluarga Curigai Kekerasan Fisik

    Minggu, 24 Mei 2026 | 22:41 WIB
  • Ketua GMPK Riau: Penyelidikan Karhutla di Kebun Sawit Koperasi RTBS Pelalawan Lamban dan Tak Transparan

    Ketua GMPK Riau: Penyelidikan Karhutla di Kebun Sawit Koperasi RTBS Pelalawan Lamban dan Tak Transparan

    Sabtu, 23 Mei 2026 | 13:37 WIB
  • Beredar Video Diduga dari Dalam Lapas Pekanbaru, Napi Menggunakan Ponsel

    Beredar Video Diduga dari Dalam Lapas Pekanbaru, Napi Menggunakan Ponsel

    Sabtu, 23 Mei 2026 | 13:02 WIB


  • KATEGORI
  • Daerah
  • Korupsi
  • Hukrim
  • Pemerintah
  • Peristiwa
  • Politik
  • KATEGORI
  • Ekbis
  • Nasional
  • Ragam
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • INFORMASI
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Info Iklan
Copyright © SerojaNEWS.com