https://www.serojanews.com

  • Opini
  • Korupsi
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekbis
  • Nasional
  • Ragam
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Indeks

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Info Iklan

https://www.serojanews.com

https://www.serojanews.com

  • Beranda
  • ";
  • Opini
  • Korupsi
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekbis
  • Nasional
  • Ragam
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Indeks

Beranda

Opini

Korupsi

Hukum

Pemerintahan

Peristiwa

Politik

Ekbis

Nasional

Ragam

Lingkungan

Olahraga

Terkini

•   Tiga Bulan Sejak Penggrebekan, Tersangka Rokok Ilegal Rp300 M di Pekanbaru Masih Nol •   Kisruh Lahan Pasar Panam Ahli Waris Menang di PTUN, Sebut Pemkot Tak Punya Dasar Hukum •   Penampakan Jaksa Muhammad Arfian di Ruang Persidangan PN Batam Usai Minta Maaf di Komisi III DPR-RI  •   Jaksa Aditya Otavian Berikan Berkas Turunan Tidak Sempurna
Info Iklan Pedoman Media Redaksi Disclaimer Tentang Kami
Home › Peristiwa › Toko Handphone Inisial NP Diduga Pasarkan iPhone Tidak Resmi

Toko Handphone Inisial NP Diduga Pasarkan iPhone Tidak Resmi

Sabtu, 15 Maret 2025 | 16:36 WIB,  
Penulis : Simson Damanik
Toko Handphone Inisial NP Diduga Pasarkan iPhone Tidak Resmi

(Doc: Photo IMEI iPhone Tidak Terdaftar di Kemenperin)

SEROJANEWS.COM, PEKANBARU - Pemasaran handphone ilegal yang tidak memiliki IMEI (International Mobile Equipment Identity) tidak terdaftar di Kemenperin (Kementrian Perindustrian) cukup pesat di Kota Pekanbaru.

Salah satu toko penjualan gadget iPhone tidak resmi ditemukan di Jalan Kartama, Perhentian Marpoyan, Kec. Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, bernama NP.

Hal tersebut menjadi temuan didalami tim Jurnalis beberapa waktu lalu. Hasil penelusuran ditemukan puluhan Handphone dijual itu jenis iPhone yang tidak memiliki garansi resmi (batangan), melainkan garansi toko. 

Temuan tersebut memperkuat adanya dugaan peredaran barang Black Market maupun rekondisi (rakitan) yang akan dijual kembali dengan harga yang tinggi serta nomor IMEI yang tidak terdaftar didatabase, Kemenperin, Kominfo dan Bea Cukai.

Dilokasi, terdapat puluhan lebih iPhone dipajang dietalase tidak terdaftar di Kemenperin, Bea Cukai, Kominfo manapun meski terdapat beberapa jenis memiliki Imei.

Menurut keterangan salah satu karyawan ditoko menjelaskan, toko tersebut memang menjual bermacam-macam seri iPhone dan yang tidak memiliki IMEI dengan kondisi siap jual.

"Ini ada yang enggak pakai imei bisa pakai wifi, kalau mau pakai imei juga bisa, tapi bayar. Untuk Imei bisa pasang bayar pertiga bulan," kata salah satu karyawan ditoko belum lama ini.

Penjual juga menambahkan, untuk pemasangan IMEI dapat dilakuan dengan tarif 500 - 600 ribu untuk jangka pertiga bulan agar Iphone itu bisa digunakan di Indonesia. Hal tersebut memperkuat kategori penjualan handphone ilegal.

Penjual juga menjelaskan, pihaknya selalu menyarankan kepada tiap pembeli untuk menggunakan kartu internet Smart**en untuk penggunaan iPhone tidak resmi.

Mengacu Aturan Kemenperin menegaskan, pemerintah telah menerapkan aturan pengendalian IMEI dilakukan sejak 18/04/2020. Hal itu untuk mencegah atau mengurangi perdagangan ponsel curian, mencegah hilangnya potensi pajak, mengurangi kehilangan pendapatan akibat penjualan ponsel ilegal, juga untuk mencegah kompetisi yang tidak sehat.

Selain itu, bertujuan untuk menekan penggunaan ponsel ilegal diindonesia yang berpotensi menimbulkan kerugian bagi negara mulai memblokir ponsel termasuk iPhone ilegal lewat pemindaian IMEI, sesuai Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No 11 Tahun 2019.

Pada Smartphone maupun iPhone, IMEI yang terdaftar di Kementrian Perindustrian (KEMENPERIN) bukti bahwa perangkat yang dijual secara resmi. Namun IMEI tidak terdaftar di Kemenperin pada iPhone, menguatkan adanya distribusi secara ilegal atau tidak resmi. Hal tersebut berpotensi penyebab terjadinya kebocoran data dan penjualan data pribadi bagi penggunanya.

Peredaran iPhone IMEI tidak terdaftar di Kemenperin cukup menjamur di Kota Pekanbaru. Selain penjualan toko tersebut, menjadi hal umum dipasarkan melalui media sosial dan aplikasi online seperti Marketplace Facebook, Instagram, Tokopedia, Shopee, dan lain-lain. 

Jurnalis sudah melakukan konfirmasi terkait temuan tersebut melalui pemilik Toko NP melalui Pesan Whatsaap 0811-7514-***.

Pemilik tetap berdalih dan mengatakan bahwa pihaknya menjual barang resmi. Mereka menjelaskan adapun penjualan Handphone tidak resmi, juga dilakukan secara jujur ke tiap konsumen.

"Barang itu kami jual dengan jujur ada penjelasan ke konsumen. Terkait iPhone tidak resmi, didapat dari dari konsumen," katanya menerangkan iPhone tidak resmi, Jumat (14/3/2025).

Terkait pemasaran IMEI tidak resmi, media Jurnalis masih berupaya meminta keterangan Bea Cukai perihal temuan ditoko NP.

 

 

 

 

Editor : Admin
Sumber : Istimewa

TOPIK TERKAIT

RiauPekanbaruNegri PonselHandphoneIlegalIMEIiPhone
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Tiga Tahun DPO, Hingga Masa Jabatan Eks Kapolda Riau Berakhir FG Tak Kunjung Ditangkap
    Hukrim

    Tiga Tahun DPO, Hingga Masa Jabatan Eks Kapolda Riau Berakhir FG Tak Kunjung Ditangkap

    Jumat, 14 Mar 2025 | 22:14 WIB
  • iPhone 16 Sudah Mendapatkan Sertifikat TKDN, Namun Belum Dapat Dipasarkan di Indonesia
    Ekbis

    iPhone 16 Sudah Mendapatkan Sertifikat TKDN, Namun Belum Dapat Dipasarkan di Indonesia

    Jumat, 14 Mar 2025 | 19:20 WIB
  • Pemko Pekanbaru Berupaya Relokasi Warga Rohingya ke Lahan Yang Layak
    Pemerintah

    Pemko Pekanbaru Berupaya Relokasi Warga Rohingya ke Lahan Yang Layak

    Jumat, 14 Mar 2025 | 14:44 WIB
  • Segini Harta Kekayaan Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution
    Korupsi

    Segini Harta Kekayaan Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution

    Kamis, 13 Mar 2025 | 17:33 WIB
  • Gubernur Riau Keluarkan Edaran THR 2025, Pengusaha Diwajibkan Patuh
    Pemerintah

    Gubernur Riau Keluarkan Edaran THR 2025, Pengusaha Diwajibkan Patuh

    Kamis, 13 Mar 2025 | 16:01 WIB

Terpopuler

  • 01

    Divonis 6 Tahun, Berkas PETIR Berkaitan Kasus Korupsi Jumbo di Riau Masuk Daftar Pemusnahan

    Sabtu, 21 Mar 2026 - 15:06 WIB
  • 02

    Bukti Minim, Kasus Pemerasan JS Dituntut 7 Tahun Pakai KUHP Lama, Jaksa Berpihak Kepada Perusahaan?

    Kamis, 05 Mar 2026 - 01:55 WIB
  • 03

    Tak Terima Uang Seperak Pun, Hakim Vonis 6 Tahun JS, Kuasa Hukum: "Lebih Berat dari Kasus Korupsi"

    Kamis, 12 Mar 2026 - 22:23 WIB
  • 04

    ABK Membawa Sabu 2 Ton di Batam Divonis 5 Tahun Penjara, JPU Muhammad Arfian Tak Hadir di Persidangan

    Kamis, 05 Mar 2026 - 20:54 WIB
  • 05

    Penyelidikan Dana Sawit Rp57 Triliun Dikejagung Membeku Sejak 2023, Dana Mengalir ke Petinggi?

    Minggu, 29 Mar 2026 - 00:30 WIB

TERBARU

  • Tiga Bulan Sejak Penggrebekan, Tersangka Rokok Ilegal Rp300 M di Pekanbaru Masih Nol

    Tiga Bulan Sejak Penggrebekan, Tersangka Rokok Ilegal Rp300 M di Pekanbaru Masih Nol

    Jumat, 03 Apr 2026 | 22:45 WIB
  • Kisruh Lahan Pasar Panam Ahli Waris Menang di PTUN, Sebut Pemkot Tak Punya Dasar Hukum

    Kisruh Lahan Pasar Panam Ahli Waris Menang di PTUN, Sebut Pemkot Tak Punya Dasar Hukum

    Kamis, 02 Apr 2026 | 13:15 WIB
  • Penampakan Jaksa Muhammad Arfian di Ruang Persidangan PN Batam Usai Minta Maaf di Komisi III DPR-RI 

    Penampakan Jaksa Muhammad Arfian di Ruang Persidangan PN Batam Usai Minta Maaf di Komisi III DPR-RI 

    Rabu, 01 Apr 2026 | 21:02 WIB
  • Jaksa Aditya Otavian Berikan Berkas Turunan Tidak Sempurna

    Jaksa Aditya Otavian Berikan Berkas Turunan Tidak Sempurna

    Rabu, 01 Apr 2026 | 08:23 WIB
  • Diduga Rekayasa, Warga Pekanbaru Jadi Tersangka Tanpa BAP dan Saksi, Polsek Medan Sebut Salah Ketik

    Diduga Rekayasa, Warga Pekanbaru Jadi Tersangka Tanpa BAP dan Saksi, Polsek Medan Sebut Salah Ketik

    Senin, 30 Mar 2026 | 23:42 WIB
  • Sidang Eksepsi Gubernur Riau Abdul Wahid, Pendukung Padati PN Pekanbaru

    Sidang Eksepsi Gubernur Riau Abdul Wahid, Pendukung Padati PN Pekanbaru

    Senin, 30 Mar 2026 | 15:45 WIB
  • Penyelidikan Dana Sawit Rp57 Triliun Dikejagung Membeku Sejak 2023, Dana Mengalir ke Petinggi?

    Penyelidikan Dana Sawit Rp57 Triliun Dikejagung Membeku Sejak 2023, Dana Mengalir ke Petinggi?

    Minggu, 29 Mar 2026 | 00:30 WIB
  • GMKI Batam Sebut Dugaan Pemerasan Petugas Imigrasi Sebagai Bentuk Ujian Terhadap Integritas Bangsa dan Negara Indonesia di Wilayah Perbatasan

    GMKI Batam Sebut Dugaan Pemerasan Petugas Imigrasi Sebagai Bentuk Ujian Terhadap Integritas Bangsa dan Negara Indonesia di Wilayah Perbatasan

    Sabtu, 28 Mar 2026 | 22:55 WIB


  • KATEGORI
  • Daerah
  • Korupsi
  • Hukrim
  • Pemerintah
  • Peristiwa
  • Politik
  • KATEGORI
  • Ekbis
  • Nasional
  • Ragam
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • INFORMASI
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Info Iklan
Copyright © SerojaNEWS.com