Home › Hukrim › Kejanggalan Kasus Dibalik Pembunuhan Jurnalis, TNI AL Diduga Terlibat
Kejanggalan Kasus Dibalik Pembunuhan Jurnalis, TNI AL Diduga Terlibat
Potret oknum prajurit TNI AL dengan jurnalis Juwita (Sumber: Detik)
SEROJANEWS.COM, KALSEL - Kasus pembunuhan tragis yang menimpa jurnalis muda, Juwita (23), kini tengah menjadi sorotan tajam. Diduga kuat, pelaku adalah seorang prajurit TNI AL yang dikenal dengan nama Jumran. Pengusutan yang dilakukan pihak kepolisian pun menemui jalan berliku dengan banyaknya fakta yang mengungkap sisi kelam peristiwa ini.
Kematian Jurnalis tersebut ditemukan dalam Keadaan misterius. Awalnya, Juwita ditemukan tergeletak tak bernyawa di Jalan Gunung Kupang, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, pada (tanggal kejadian). Polisi semula mengira korban mengalami kecelakaan tunggal. Namun, setelah penyelidikan lebih lanjut, hilangnya ponsel dan dompet milik korban memunculkan kecurigaan akan adanya tindakan kriminal.
Pihak kepolisian melakukan penelusuran lebih mendalam dengan memeriksa laptop Juwita, di mana mereka menemukan percakapan mencurigakan dengan Jumran. Dalam chat tersebut, Jumran meminta Juwita untuk menemuinya, yang diduga menjadi awal dari tragedi berdarah ini.
Potret Gelap Hubungan
Salah satu rekan dekat Juwita, Devi Farah Diba, memberikan gambaran mengenai sosok Jumran. Menurutnya, Juwita baru terbuka mengenai hubungan mereka beberapa waktu belakangan. Devi menyatakan bahwa Jumran termasuk sosok yang tegas, bahkan cenderung posesif. "Juwita sering panik setiap kali terlambat pulang karena takut reaksi Jumran," dikutip tulisan detik.com, Rabu (2/4/2025)
Devi juga merefleksikan percakapan yang pernah terjadi antara mereka, di mana Juwita menunjukkan ketertarikan untuk menjadi istri yang baik, mungkin mencerminkan rencana pernikahan yang tak terwujud akibat tragedi ini.
Tindak Kejahatan yang Direncanakan?
Rincian lebih lanjut mengindikasikan bahwa pembunuhan ini bukan aksi spontan. Informasi dari Pajri, seorang sumber terpercaya, mengungkapkan bahwa Jumran ternyata telah memesan tiket pesawat menggunakan nama orang lain dari Balikpapan ke Banjarmasin, tujuan yang diduga berhubungan dengan rencananya menghabisi Juwita.
“Persiapan ini menunjukkan bahwa eksekusi pembunuhan telah direncanakan,” tandas Pajri.
Dari Autopsi hingga Penanganan Hukum
Keberadaan bukti ilmiah makin memperkuat dugaan tersebut. Hasil autopsi yang diadakan menyimpulkan bahwa Juwita tewas akibat pembunuhan. Kabid Humas Polda Kalimantan Selatan, Kombes Pol Adam Erwindi, menyatakan bahwa berkas kasus ini telah diserahkan kepada Denpom Lanal Banjarmasin untuk dilanjutkan penyidikan lebih lanjut.
"Kami akan memastikan proses hukum berjalan transparan. Kami akan menggali lebih dalam mengenai motif serta kemungkinan adanya pelaku lain,” kata Adam.
Kasus ini menambah daftar keprihatinan publik terhadap kekerasan yang dialami jurnalis, serta menyoroti tindakan tegas yang perlu diambil oleh institusi militer terhadap anggotanya yang terlibat dalam tindak kriminal. Publik berharap keadilan bagi Juwita segera terwujud, masyarakat terus menantikan perkembangan lebih lanjut dari penyelidikan ini.






Komentar Via Facebook :