https://www.serojanews.com

  • Opini
  • Korupsi
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekbis
  • Nasional
  • Ragam
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Indeks

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Info Iklan

https://www.serojanews.com

https://www.serojanews.com

  • Beranda
  • ";
  • Opini
  • Korupsi
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekbis
  • Nasional
  • Ragam
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Indeks

Beranda

Opini

Korupsi

Hukum

Pemerintahan

Peristiwa

Politik

Ekbis

Nasional

Ragam

Lingkungan

Olahraga

Terkini

•   Tiga Bulan Sejak Penggrebekan, Tersangka Rokok Ilegal Rp300 M di Pekanbaru Masih Nol •   Kisruh Lahan Pasar Panam Ahli Waris Menang di PTUN, Sebut Pemkot Tak Punya Dasar Hukum •   Penampakan Jaksa Muhammad Arfian di Ruang Persidangan PN Batam Usai Minta Maaf di Komisi III DPR-RI  •   Jaksa Aditya Otavian Berikan Berkas Turunan Tidak Sempurna
Info Iklan Pedoman Media Redaksi Disclaimer Tentang Kami
Home › Nasional › 50 Negara Minta Diskusi Penurunan Tarif Impor, Begini Respon Trump

50 Negara Minta Diskusi Penurunan Tarif Impor, Begini Respon Trump

Senin, 07 April 2025 | 22:58 WIB,  
Penulis : Redaksi
50 Negara Minta Diskusi Penurunan Tarif Impor, Begini Respon Trump

Donal Trump

SEROJANEWS.COM, JAKARTA - Kebijakan tarif impor tinggi yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah memicu reaksi kuat dari berbagai negara di seluruh dunia. Dalam upaya untuk menanggapi keputusan tersebut, lebih dari 50 negara dilaporkan telah melakukan lobi dan negosiasi dengan pemerintah AS untuk mendiskusikan penurunan tarif.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menegaskan bahwa sejumlah pemimpin negara dari Eropa hingga Asia telah berusaha untuk mencari solusi demi menghindari dampak negatif yang lebih luas bagi perekonomian global.

"Sikap yang diambil oleh Presiden Trump telah menciptakan situasi di mana semua orang ingin terlibat dalam diskusi. Namun, untuk menjalani negosiasi yang berarti, ada harga yang harus dibayar," ungkap Bessent dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Senin (7/4/2025).

Pernyataan Trump sebelumnya mengungkapkan bahwa negara-negara lain harus membayar sejumlah uang agar tarif yang tinggi dapat dicabut, memposisikan hal ini sebagai langkah yang diperlukan untuk menjaga kestabilan pasar keuangan. "Tidak akan ada negosiasi kecuali mereka mau memberikan kontribusi yang signifikan," tegas Trump.

Di tengah perumusan kebijakan tarif yang berdampak luas tersebut, pasar saham Asia menunjukkan tren negatif, dengan kerugian tajam di sesi perdagangan awal. Hal ini membuat para investor resah, mengingat kekhawatiran terhadap inflasi yang dapat muncul akibat tarif yang tinggi, serta kemungkinan resesi global, meskipun Trump menegaskan bahwa dirinya tidak takut kehilangan nilai pasar yang besar.

"Saya tidak ingin ada yang turun. Namun terkadang anda harus minum obat untuk memperbaiki sesuatu," kata Trump sambil memberikan keterangan setelah menyelesaikan aktivitas golf-nya di Florida.

Sementara itu, negara-negara seperti China telah mengantisipasi langkah pengembalian yang mungkin mengarah pada ketegangan dagang lebih lanjut, menambah kompleksitas situasi yang telah ada. Beberapa negara, termasuk Indonesia, mulai mengajukan tawaran untuk melobi Trump dan mencari titik temu dalam negosiasi.

Di sisi lain, Penasihat Ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett, mencoba menenangkan kekhawatiran bahwa langkah tarif ini merupakan bagian dari strategi untuk menekan Federal Reserve agar menurunkan suku bunga. Sementara itu, prediksi dari pihak ekonomi seperti JPMorgan menunjukkan bahwa tarif ini dapat berdampak negatif pada pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) AS dan mengakibatkan peningkatan tingkat pengangguran.

Dengan situasi ini, banyak yang memperkirakan bahwa kepercayaan diri bisnis terhadap kepemimpinan Trump dapat mengalami penurunan, sesuatu yang disorot oleh miliarder Bill Ackman, yang sebelumnya merupakan pendukung setianya dalam Pemilu.

Editor : Admin

TOPIK TERKAIT

Donal TrumpASTarifImpor
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Ribuan Pekerja Buruh Terancam PHK Imbas Kebijakan Impor 32%
    Nasional

    Ribuan Pekerja Buruh Terancam PHK Imbas Kebijakan Impor 32%

    Senin, 07 Apr 2025 | 00:28 WIB
  • Ormas Berseragam Militer Dinilai Munafik, Harus Ditindak Tegas
    Pemerintah

    Ormas Berseragam Militer Dinilai Munafik, Harus Ditindak Tegas

    Sabtu, 05 Apr 2025 | 12:52 WIB
  • China Mengumumkan Tarif Balasan 34% Terhadap Impor AS
    Nasional

    China Mengumumkan Tarif Balasan 34% Terhadap Impor AS

    Sabtu, 05 Apr 2025 | 00:04 WIB
  • Presiden Donald Trump Umumkan Kebijakan Tarif Impor, Indonesia Terkena Imbas 32%
    Nasional

    Presiden Donald Trump Umumkan Kebijakan Tarif Impor, Indonesia Terkena Imbas 32%

    Kamis, 03 Apr 2025 | 21:58 WIB
  • Polisi Dibegal Oleh Pelaku Begal Di Cikarang Utara 
    Peristiwa

    Polisi Dibegal Oleh Pelaku Begal Di Cikarang Utara 

    Kamis, 03 Apr 2025 | 20:13 WIB

Terpopuler

  • 01

    Divonis 6 Tahun, Berkas PETIR Berkaitan Kasus Korupsi Jumbo di Riau Masuk Daftar Pemusnahan

    Sabtu, 21 Mar 2026 - 15:06 WIB
  • 02

    Bukti Minim, Kasus Pemerasan JS Dituntut 7 Tahun Pakai KUHP Lama, Jaksa Berpihak Kepada Perusahaan?

    Kamis, 05 Mar 2026 - 01:55 WIB
  • 03

    Tak Terima Uang Seperak Pun, Hakim Vonis 6 Tahun JS, Kuasa Hukum: "Lebih Berat dari Kasus Korupsi"

    Kamis, 12 Mar 2026 - 22:23 WIB
  • 04

    ABK Membawa Sabu 2 Ton di Batam Divonis 5 Tahun Penjara, JPU Muhammad Arfian Tak Hadir di Persidangan

    Kamis, 05 Mar 2026 - 20:54 WIB
  • 05

    Penyelidikan Dana Sawit Rp57 Triliun Dikejagung Membeku Sejak 2023, Dana Mengalir ke Petinggi?

    Minggu, 29 Mar 2026 - 00:30 WIB

TERBARU

  • Tiga Bulan Sejak Penggrebekan, Tersangka Rokok Ilegal Rp300 M di Pekanbaru Masih Nol

    Tiga Bulan Sejak Penggrebekan, Tersangka Rokok Ilegal Rp300 M di Pekanbaru Masih Nol

    Jumat, 03 Apr 2026 | 22:45 WIB
  • Kisruh Lahan Pasar Panam Ahli Waris Menang di PTUN, Sebut Pemkot Tak Punya Dasar Hukum

    Kisruh Lahan Pasar Panam Ahli Waris Menang di PTUN, Sebut Pemkot Tak Punya Dasar Hukum

    Kamis, 02 Apr 2026 | 13:15 WIB
  • Penampakan Jaksa Muhammad Arfian di Ruang Persidangan PN Batam Usai Minta Maaf di Komisi III DPR-RI 

    Penampakan Jaksa Muhammad Arfian di Ruang Persidangan PN Batam Usai Minta Maaf di Komisi III DPR-RI 

    Rabu, 01 Apr 2026 | 21:02 WIB
  • Jaksa Aditya Otavian Berikan Berkas Turunan Tidak Sempurna

    Jaksa Aditya Otavian Berikan Berkas Turunan Tidak Sempurna

    Rabu, 01 Apr 2026 | 08:23 WIB
  • Diduga Rekayasa, Warga Pekanbaru Jadi Tersangka Tanpa BAP dan Saksi, Polsek Medan Sebut Salah Ketik

    Diduga Rekayasa, Warga Pekanbaru Jadi Tersangka Tanpa BAP dan Saksi, Polsek Medan Sebut Salah Ketik

    Senin, 30 Mar 2026 | 23:42 WIB
  • Sidang Eksepsi Gubernur Riau Abdul Wahid, Pendukung Padati PN Pekanbaru

    Sidang Eksepsi Gubernur Riau Abdul Wahid, Pendukung Padati PN Pekanbaru

    Senin, 30 Mar 2026 | 15:45 WIB
  • Penyelidikan Dana Sawit Rp57 Triliun Dikejagung Membeku Sejak 2023, Dana Mengalir ke Petinggi?

    Penyelidikan Dana Sawit Rp57 Triliun Dikejagung Membeku Sejak 2023, Dana Mengalir ke Petinggi?

    Minggu, 29 Mar 2026 | 00:30 WIB
  • GMKI Batam Sebut Dugaan Pemerasan Petugas Imigrasi Sebagai Bentuk Ujian Terhadap Integritas Bangsa dan Negara Indonesia di Wilayah Perbatasan

    GMKI Batam Sebut Dugaan Pemerasan Petugas Imigrasi Sebagai Bentuk Ujian Terhadap Integritas Bangsa dan Negara Indonesia di Wilayah Perbatasan

    Sabtu, 28 Mar 2026 | 22:55 WIB


  • KATEGORI
  • Daerah
  • Korupsi
  • Hukrim
  • Pemerintah
  • Peristiwa
  • Politik
  • KATEGORI
  • Ekbis
  • Nasional
  • Ragam
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • INFORMASI
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Info Iklan
Copyright © SerojaNEWS.com