https://www.serojanews.com

  • Opini
  • Korupsi
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekbis
  • Nasional
  • Ragam
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Indeks

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Info Iklan

https://www.serojanews.com

https://www.serojanews.com

  • Beranda
  • ";
  • Opini
  • Korupsi
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekbis
  • Nasional
  • Ragam
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Indeks

Beranda

Opini

Korupsi

Hukum

Pemerintahan

Peristiwa

Politik

Ekbis

Nasional

Ragam

Lingkungan

Olahraga

Terkini

•   Ketua GMPK Riau: Penyelidikan Karhutla di Kebun Sawit Koperasi RTBS Pelalawan Lamban dan Tak Transparan •   Beredar Video Diduga dari Dalam Lapas Pekanbaru, Napi Menggunakan Ponsel •   Warga Ajukan Permohonan Informasi ke Kejati Riau, Minta Penjelasan Dugaan Restorative Justice di Kasus Korupsi PT SPRH •   Kasus PT Musim Mas, Bukti Nyata Akumulasi Kerusakan Lingkungan di Pelalawan
Info Iklan Pedoman Media Redaksi Disclaimer Tentang Kami
Home › Nasional › 50 Negara Minta Diskusi Penurunan Tarif Impor, Begini Respon Trump

50 Negara Minta Diskusi Penurunan Tarif Impor, Begini Respon Trump

Senin, 07 April 2025 | 22:58 WIB,  
Penulis : Redaksi
50 Negara Minta Diskusi Penurunan Tarif Impor, Begini Respon Trump

Donal Trump

SEROJANEWS.COM, JAKARTA - Kebijakan tarif impor tinggi yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah memicu reaksi kuat dari berbagai negara di seluruh dunia. Dalam upaya untuk menanggapi keputusan tersebut, lebih dari 50 negara dilaporkan telah melakukan lobi dan negosiasi dengan pemerintah AS untuk mendiskusikan penurunan tarif.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menegaskan bahwa sejumlah pemimpin negara dari Eropa hingga Asia telah berusaha untuk mencari solusi demi menghindari dampak negatif yang lebih luas bagi perekonomian global.

"Sikap yang diambil oleh Presiden Trump telah menciptakan situasi di mana semua orang ingin terlibat dalam diskusi. Namun, untuk menjalani negosiasi yang berarti, ada harga yang harus dibayar," ungkap Bessent dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Senin (7/4/2025).

Pernyataan Trump sebelumnya mengungkapkan bahwa negara-negara lain harus membayar sejumlah uang agar tarif yang tinggi dapat dicabut, memposisikan hal ini sebagai langkah yang diperlukan untuk menjaga kestabilan pasar keuangan. "Tidak akan ada negosiasi kecuali mereka mau memberikan kontribusi yang signifikan," tegas Trump.

Di tengah perumusan kebijakan tarif yang berdampak luas tersebut, pasar saham Asia menunjukkan tren negatif, dengan kerugian tajam di sesi perdagangan awal. Hal ini membuat para investor resah, mengingat kekhawatiran terhadap inflasi yang dapat muncul akibat tarif yang tinggi, serta kemungkinan resesi global, meskipun Trump menegaskan bahwa dirinya tidak takut kehilangan nilai pasar yang besar.

"Saya tidak ingin ada yang turun. Namun terkadang anda harus minum obat untuk memperbaiki sesuatu," kata Trump sambil memberikan keterangan setelah menyelesaikan aktivitas golf-nya di Florida.

Sementara itu, negara-negara seperti China telah mengantisipasi langkah pengembalian yang mungkin mengarah pada ketegangan dagang lebih lanjut, menambah kompleksitas situasi yang telah ada. Beberapa negara, termasuk Indonesia, mulai mengajukan tawaran untuk melobi Trump dan mencari titik temu dalam negosiasi.

Di sisi lain, Penasihat Ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett, mencoba menenangkan kekhawatiran bahwa langkah tarif ini merupakan bagian dari strategi untuk menekan Federal Reserve agar menurunkan suku bunga. Sementara itu, prediksi dari pihak ekonomi seperti JPMorgan menunjukkan bahwa tarif ini dapat berdampak negatif pada pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) AS dan mengakibatkan peningkatan tingkat pengangguran.

Dengan situasi ini, banyak yang memperkirakan bahwa kepercayaan diri bisnis terhadap kepemimpinan Trump dapat mengalami penurunan, sesuatu yang disorot oleh miliarder Bill Ackman, yang sebelumnya merupakan pendukung setianya dalam Pemilu.

Editor : Admin

TOPIK TERKAIT

Donal TrumpASTarifImpor
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Ribuan Pekerja Buruh Terancam PHK Imbas Kebijakan Impor 32%
    Nasional

    Ribuan Pekerja Buruh Terancam PHK Imbas Kebijakan Impor 32%

    Senin, 07 Apr 2025 | 00:28 WIB
  • Ormas Berseragam Militer Dinilai Munafik, Harus Ditindak Tegas
    Pemerintah

    Ormas Berseragam Militer Dinilai Munafik, Harus Ditindak Tegas

    Sabtu, 05 Apr 2025 | 12:52 WIB
  • China Mengumumkan Tarif Balasan 34% Terhadap Impor AS
    Nasional

    China Mengumumkan Tarif Balasan 34% Terhadap Impor AS

    Sabtu, 05 Apr 2025 | 00:04 WIB
  • Presiden Donald Trump Umumkan Kebijakan Tarif Impor, Indonesia Terkena Imbas 32%
    Nasional

    Presiden Donald Trump Umumkan Kebijakan Tarif Impor, Indonesia Terkena Imbas 32%

    Kamis, 03 Apr 2025 | 21:58 WIB
  • Polisi Dibegal Oleh Pelaku Begal Di Cikarang Utara 
    Peristiwa

    Polisi Dibegal Oleh Pelaku Begal Di Cikarang Utara 

    Kamis, 03 Apr 2025 | 20:13 WIB

Terpopuler

  • 01

    Selain Tony Lim, Nama Yanti Lie Muncul di Kasus Ekspor CPO dan POME usai Dua Anggotanya Jadi Tersangka

    Selasa, 12 Mei 2026 - 01:39 WIB
  • 02

    Curiga Ada Upaya Pembungkaman, GMPK Soroti Pemindahan Jekson Sihombing ke Nusakambangan, Status Masih Terdakwa Banding

    Sabtu, 25 Apr 2026 - 13:05 WIB
  • 03

    Demo Aktivis JS Dipindah ke Nusakambangan, Pihak Lapas Jawab Pertanyaan Massa, JS Dipindahkan Karena Sering Berteriak

    Kamis, 07 Mei 2026 - 17:07 WIB
  • 04

    "Cuman Berani Sama Orang Miskin" Eduard Kamaleng Persoalkan Wewenang dan Sikap Wakil Wali Kota Batam

    Selasa, 05 Mei 2026 - 14:07 WIB
  • 05

    Pemindahan Aktivis ke Nusakambangan Diam-Diam, Orangtua Khawatirkan Peristiwa Munir dan Kasus Km 50

    Senin, 27 Apr 2026 - 00:52 WIB

TERBARU

  • Ketua GMPK Riau: Penyelidikan Karhutla di Kebun Sawit Koperasi RTBS Pelalawan Lamban dan Tak Transparan

    Ketua GMPK Riau: Penyelidikan Karhutla di Kebun Sawit Koperasi RTBS Pelalawan Lamban dan Tak Transparan

    Sabtu, 23 Mei 2026 | 13:37 WIB
  • Beredar Video Diduga dari Dalam Lapas Pekanbaru, Napi Menggunakan Ponsel

    Beredar Video Diduga dari Dalam Lapas Pekanbaru, Napi Menggunakan Ponsel

    Sabtu, 23 Mei 2026 | 13:02 WIB
  • Warga Ajukan Permohonan Informasi ke Kejati Riau, Minta Penjelasan Dugaan Restorative Justice di Kasus Korupsi PT SPRH

    Warga Ajukan Permohonan Informasi ke Kejati Riau, Minta Penjelasan Dugaan Restorative Justice di Kasus Korupsi PT SPRH

    Jumat, 22 Mei 2026 | 13:48 WIB
  • Kasus PT Musim Mas, Bukti Nyata Akumulasi Kerusakan Lingkungan di Pelalawan

    Kasus PT Musim Mas, Bukti Nyata Akumulasi Kerusakan Lingkungan di Pelalawan

    Jumat, 22 Mei 2026 | 12:00 WIB
  • G3S Desak Kejari Periksa Dugaan Korupsi Rehabilitasi Proyek Sekolah Disdik Pekanbaru Tahun 2025

    G3S Desak Kejari Periksa Dugaan Korupsi Rehabilitasi Proyek Sekolah Disdik Pekanbaru Tahun 2025

    Kamis, 21 Mei 2026 | 23:05 WIB
  • Gelar Perkara di Polda Sumut Janggal Pelapor Mangkir Palsukan Alamat Tersangka Hingga Dugaan Laporan Palsu

    Gelar Perkara di Polda Sumut Janggal Pelapor Mangkir Palsukan Alamat Tersangka Hingga Dugaan Laporan Palsu

    Kamis, 21 Mei 2026 | 16:45 WIB
  • Resmi Terima Mandat, Adrian Tegaskan Riau Darurat Korupsi GMPK Siap Bertindak Tuntas

    Resmi Terima Mandat, Adrian Tegaskan Riau Darurat Korupsi GMPK Siap Bertindak Tuntas

    Kamis, 21 Mei 2026 | 09:28 WIB
  • PT Musim Mas Ditetapkan Tersangka Pengrusakan Hutan, KNPI Riau Desak Polda Periksa Aktor Dibalik Korporasi

    PT Musim Mas Ditetapkan Tersangka Pengrusakan Hutan, KNPI Riau Desak Polda Periksa Aktor Dibalik Korporasi

    Selasa, 19 Mei 2026 | 10:10 WIB


  • KATEGORI
  • Daerah
  • Korupsi
  • Hukrim
  • Pemerintah
  • Peristiwa
  • Politik
  • KATEGORI
  • Ekbis
  • Nasional
  • Ragam
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • INFORMASI
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Info Iklan
Copyright © SerojaNEWS.com