Home › Hukrim › Peredaran BBM Oplosan di Kandis Terungkap, Agen Penyalur Akui Beli BBM Dari Gudang Pengoplos
Peredaran BBM Oplosan di Kandis Terungkap, Agen Penyalur Akui Beli BBM Dari Gudang Pengoplos
BBM Oplos Milik Agen Penyalur Didapat Dari Gudang Pengoplos Milik Syahrial Khairullah Munte Alias Bom Bom
SEROJANEWS.COM, SIAK - Praktik oplosan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, telah terungkap sebagai isu yang lebih serius. Investigasi mendalam mengindikasikan bahwa Pertalite yang beredar di daerah tersebut diduga berasal dari gudang pengolahan ilegal.
Seorang agen penyalur minyak yang enggan disebutkan namanya (IN) mengungkapkan fakta mengejutkan saat diwawancarai di rumahnya di Kabupaten Kampar. Ia mengakui bahwa ia mengakuisisi Pertalite oplosan dari gudang yang terletak di jalan Lintas Pekanbaru - Duri, tepatnya di Kandis. "Saya membeli Pertalite di KM 51 dari gudang milik BB, bukan di tempat lainnya. Meskipun mereka juga menjual Pertalite, saya lebih memilih BB karena sudah menjadi pelanggan tetap," ungkap IN pada (22/4/25).
IN menjelaskan bahwa Pertalite yang dijualnya dibedakan menjadi tiga kategori: orisinil (murni), menengah, dan bawah, dengan harga yang bervariasi. Untuk kategori bawah, BBM oplosan dijual seharga Rp 320.000 per jerigen (isi 35 liter), sementara kategori menengah dijual seharga Rp 340.000. "Saya hanya menjual yang menengah, karena saya khawatir jika menjual yang paling bawah, warga akan banyak komplain karena dampaknya pada kendaraan," tambahnya.
Investigasi lebih lanjut membawa jurnalis ke lokasi lain di mana agen penyalur minyak lainnya (IU) terlihat membongkar muatan BBM dari mobil pick-up ke gudang penyimpanan miliknya. IU mengklaim bahwa Solar bersubsidi yang menumpuk di rumahnya dibeli dari seorang individu di Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar. "Solar ini saya beli dari ND (warga tapung hulu) sementara Pertalite saya dapat dari MA (orang kepercayaan BB)" jelasnya pada Rabu (23/4/25).
Meskipun keduanya berada di kecamatan yang sama, mereka berasal dari desa yang berbeda. Keduanya membeberkan nama para agen-agen lain yang terlibat dalam peredaran BBM oplosan di wilayah Kandis.
Untuk diketahui, gudang penimbunan dan pengoplosan BBM milik RS alias MS alias S berlokasi di jalan Lintas Petapahan - Simpang Gelombang (Cd-01), Kecamatan Kandis. Sementara itu, gudang milik SK alias Syahrial Khairulla Munte, yang dikenal dengan nama Bom Bom, dikelola oleh MA dan berada di KM 51 jalan Lintas Pekanbaru - Duri.
SerojaNews telah melakukan konfirmasi secara tertulis kepada oknum terkait mengenai dugaan aktivitas ilegal di gudang BB tersebut pada (29/4/25), namun hingga berita ini dipublikasikan, belum ada tanggapan dari oknum BB mengenai pesan yang dikirimkan melalui WhatsApp.
Investigasi ini menunjukkan bahwa praktik ilegal dalam pengolahan dan penyaluran BBM bersubsidi masih marak terjadi, dan menantang pihak aturan Undang Undang demi kepentingan pribadi. Pengawasan yang ketat diharapkan dapat membawa keadilan bagi masyarakat dan memastikan ketersediaan BBM yang tepat dan sesuai peruntukannya.






Komentar Via Facebook :