Home › Korupsi › Makanan Bergizi Gratis di SMAN 5 Tualang Terancam Terbuang, Menu Tak Sesuai Selera Siswa
Makanan Bergizi Gratis di SMAN 5 Tualang Terancam Terbuang, Menu Tak Sesuai Selera Siswa
Menu Makanan Bergizi Gratis Diruangan Guru Tidak Dimakan Siswa Terancam Terbuang, Diduga Tidak Sesuai Standar Gizi
SEROJANEWS.COM, SIAK - Program makanan bergizi gratis (MBG) di sekolah menengah atas (SMA N) 5 Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, terancam terbuang alias mubazir. Banyak makanan yang disediakan pihak ketiga tidak dimakan oleh siswa. Hal ini diduga disebabkan menu tidak memenuhi selera dan standar gizi yang diharapkan.
Temuan ini terungkap saat jurnalis melakukan kunjungan ke SMAN 5 pada Selasa, (6/5/2025). Di ruang guru, terdapat banyak kotak makanan yang masih utuh dan tidak tersentuh oleh para siswa.
Ketika ditanya soal situasi ini, para guru menjelaskan bahwa sering kali makanan yang disediakan tidak sesuai dengan selera siswa. "Memang sering terjadi seperti ini. Tidak semua menu MBG sesuai dengan selera siswa, dan tidak bisa dipaksakan siswa siswi untuk makan," ujar salah satu guru yang ditemui.
Badan Gizi Nasional (BGN) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bernama Rahmi menjelaskan bahwa preferensi siswa sangat berpengaruh terhadap tingkat konsumsi makanan. Namun jika dimakan atau tidak dimakan itu kembali kepada siswa.
"Kita mengadakan survei untuk mengetahui preferensi siswa mengenai menu MBG. Kadang kadang pusing juga tentang penyesuaian harga yang sering naik, ukuran makan lele sekarang hanya dikasih telur dan itu sudah memenuhi standar gizi yang diharapkan badan gizi nasional," kata Rahmi.
Lebih lanjut, Rahmi menjelaskan bahwa semua menu MBG harus sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh BGN. "Saat ini, kami masih dalam proses perbaikan. Untuk siswa PAUD, TK, dan SD kelas 1-3, anggaran per siswa adalah delapan ribu rupiah, sedangkan untuk siswa SD kelas 4, SMP, dan SMA adalah sepuluh ribu rupiah," tambahnya.
Namun, pernyataan Rahmi menimbulkan berbagai pertanyaan, terutama terkait dengan pengelolaan MBG yang seharusnya sudah ditangani oleh yayasan berizin. BGN mengawasi pelaksanaan program ini secara internal dan eksternal sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 83 Tahun 2024, di mana BGN ditunjuk sebagai penanggung jawab utama adalah meningkatkan kualitas sumberdaya manusia indonesia, khusus siswa siswi PAUD, TK,SD, SMP dan SMA khususnya melalui perbaikan gizi siswa. Dalam hal ini BGN ditunjuk sebagai penanggung jawab utama.
Perihal pengelola program makan bergizi ini, Jurnalis sudah berupaya melakukan konfirmasi melalui Yuhendrizal, yang diketahui sebagai pemilik Yayasan Tuah Karya Mandiri. Konfirmasi telah disampaikan melalui panggilan seluler dan pesan WhatsAppnya namun belum mendapatkan tanggapan.






Komentar Via Facebook :