Home › Lingkungan › Berkah Limbah Pabrik, Enam Desa Terima Uang Dari PT SIM Masing-Masing 150 Juta
Berkah Limbah Pabrik, Enam Desa Terima Uang Dari PT SIM Masing-Masing 150 Juta
Tangkapan layar facebok @sekitarkuantansingingi
SEROJANEWS.COM, KUANSING – Manajemen PT Sinergi Inti Makmur melakukan pertemuan dengan sejumlah pemuka adat dari enam desa di Kecamatan Singingi.
Pertemuan yang di fasilitasi oleh Pemerintah Kecamatan Singingi itu berlangsung di kantor Camat pada hari Senin, tanggal 2 Juni 2025.
Camat Singingi Saparman mengatakan pihak PT Sinergi Inti Makmur (PT SIM) merealisasikan wujud pertanggungjawaban pada desa yang terdampak dugaan pencemaran limbah pabrik.
“Ya ada pertemuan antara pemangku adat dengan PT SIM. Perusahaan menyanggupi membayar denda adat sebesar 150 juta per-desa dan bersedia melakukan penebaran bibit ikan sebanyak 60.000 benih,” kata Saparman saat dihubungi wartawan, Selasa (3/6/25).
Camat mengungkapkan desa-desa yang menerima uang denda tersebut diantaranya; Desa Petai, Desa Muara Lembu, Desa Kebun Lado, Desa Sungai Paku, Desa Kota Baru dan Desa Tanjung Pauh.
Namun, Saparman mengaku tidak mengetahui apa yang menjadi dasar atas pembayaran denda senilai Rp 150 juta oleh PT SIM kepada pemuka masyarakat.
“Itu (denda) kesepakatan adat, saya tidak tahu dan tidak ikut campur,” ujarnya.
Saat ditanyakan apa yang menjadi motivasi bagi PT SIM sehingga bersedia menggelontorkan uang sebesar Rp 900 juta untuk dibagikan kepada enam desa tersebut.
Camat Singingi menjawab, “Terkait itu (limbah) disebabkan oleh perusahaan, yang bisa membuktikan adalah hasil laboratorium dan instansi terkait. Intinya kesepakatan itu bentuk kepedulian PT SIM kepada masyarakat".
Camat juga menyebutkan sepengetahuannya hanya PT SIM yang beroperasi di sekitar Sungai Lantak Payo. Pada bagian Hulu dan Hilir perusahaan tersebut tidak ada pabrik lain.
Sebelumnya, informasi pertemuan tersebut diketahui dari sebuah video yang ditayangkan salah satu akun media sosial facebook @sekitarkuantansingingi.
Video itu menampilkan beberapa orang pria, sedang duduk dan ada pula yang berdiri. Kemudian, ada proses penyerahan tumpukan uang kepada seseorang yang diduga tokoh masyarakat.
Berkaitan dengan pertemuan di kantor Camat, Toni Wijaya pihak manajemen PT SIM bersikap seperti mengelak saat dimintai konfirmasi. Panggilan telepon dan pesan WhatsApp tidak direspons. ***






Komentar Via Facebook :