https://www.serojanews.com

  • Opini
  • Korupsi
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekbis
  • Nasional
  • Ragam
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Indeks

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Info Iklan

https://www.serojanews.com

https://www.serojanews.com

  • Beranda
  • ";
  • Opini
  • Korupsi
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekbis
  • Nasional
  • Ragam
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Indeks

Beranda

Opini

Korupsi

Hukum

Pemerintahan

Peristiwa

Politik

Ekbis

Nasional

Ragam

Lingkungan

Olahraga

Terkini

•   Temuan Gila Menteri Purbaya Negara Rugi Triliunan Ekspor CPO, Ciliandra Fangiono Diduga Ikut Terlibat Under Invoicing •   Penggerebekan di Hiburan Malam Pekanbaru, Anak Tokoh Berpengaruh dan Anak Bupati Diduga Terseret Operasi Narkoba •   Sekolah MAS Ma'arif Pekanbaru Disorot, Siswa Diduga Terlibat Konflik Politik •   Tahanan Dari Lapas Kelas IA Sialang Bungkuk Kabur, Kanwil Ditjenpas Riau Bungkam
Info Iklan Pedoman Media Redaksi Disclaimer Tentang Kami
Home › Hukrim › Kirim 4 Orang Untuk Bekerja di Malaysia, Prio Santoso Didakwa Menggunakan Pasal TPPO

Kirim 4 Orang Untuk Bekerja di Malaysia, Prio Santoso Didakwa Menggunakan Pasal TPPO

Jumat, 27 Juni 2025 | 16:06 WIB,  
Penulis : JP
Kirim 4 Orang Untuk Bekerja di Malaysia, Prio Santoso Didakwa Menggunakan Pasal TPPO

Foto terdakwa Prio Santoso perkara TPPO saat sidang di PN Batam.

SEROJANEWS.COM, BATAM - Jaksa penuntut umum (JPU) Nurhasaniati menuduh terdakwa Prio Santoso (perkara nomor 470/Pid.Sus/2025/PN Btm) melakukan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Hal itu terjadi dalam persidangan yang dipimpin oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Welly Irdianto (ketua majelis) dan Irfan Hasan Lubis, Verdian Marthin, Senin (23 Juni 2025).

Dalam persidangan Nurhasaniati mengatakan bahwa Prio Santoso diperintah oleh Ami Tasmiah untuk menjemput 4 orang di Bandara Hang Nadim, Kota Batam.

“Ami Tasmiah mengirimkan identitas dan foto 4 orang yang harus dijemput oleh terdakwa di Hang Nadim. Dalam komunikasi via WhatsApp Ami Tasmiah memberitahukan keberangkatan Neneng Nurhayati, Suhaeli, Cayem dan Sopiah ke Batam pada tanggal 02 Februari 2025. Selain itu Prio Santoso juga mendapatkan foto dari tiket 4 orang tersebut,” kata Nurhasaniati dalam persidangan, Senin (23 Juni 2025).

Nurhasaniati melanjutkan setelah dapat hari yang ditentukan maka Prio Santoso menjemput 4 orang itu di Bandara Hang Nadim. Setelah bertemu dengan mereka langsung Prio Santoso memesan taksi online supaya bisa memboyong Neneng Nurhayati, Suhaeli, Cayem dan Sopiah untuk makan wilayah Greenland Batam Centre.

“Setelah makan maka 4 orang itu diantarkan oleh Prio Santoso ke penginapan yang ada di Queen kos yang berlokasi di Jodoh,” ucap Nurhasaniati.

Nurhasaniati menjelaskan pada 03 Februari 2025 ternyata Prio Santoso membawa Neneng Nurhayati, Suhaeli, Cayem dan Sopiah menuju Pelabuhan Telaga Punggur menggunakan taksi online. Selanjutnya mereka bertolak ke Tanjung Pinang, Provinsi Kepri dengan maksud dan tujuan untuk membuat paspor. Dari Pelabuhan Tanjung Pinang ternyata mereka menggunakan taksi online supaya bisa tiba di Kantor Imigrasi.

Setiba di kantor Imigrasi Tanjung Pinang langsung Prio Santoso meminta bantuan kepada petugas pengamanan untuk bisa membantu membuat paspor untuk Neneng Nurhayati, Suhaeli, Cayem dan Sopiah. “Melalui petugas security membuat Prio Santoso sampai kepada petugas pelayanan pembuatan paspor di Imigrasi Kota Tanjung Pinang. Alhasil Prio Santoso bisa membuatkan 4 paspor atas nama Neneng, Suhaeli, Cayem dan Sopiah,” ujar Nurhasaniati.

Selanjutnya Prio Santoso membawa Neneng, Suhaeli, Cayem dan Sopiah bertolak dari Tanjung Pinang untuk kembali ke Kota Batam. “Berkat bantuan Priyayi Edi alias Edi (DPO) maka Neneng, Suhaeli, Cayem dan Sopiah bisa kembali ke penginapan di Batam,” kata Nurhasaniati.

Pada tanggal 05 Februari 2025 silam, Prio Santoso mengantarkan 4 orang itu ke Pelabuhan Internasional Harbourbay, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam.

“Setiba di Pelabuhan Harbourbay maka Prio Santoso tidak langsung membeli tiket kapal karena belum mendapatkan paspor untuk keempat orang yang akan dikirimkannya ke Malaysia. Prio Santoso menunggu seseorang bernama Adi yang merupakan orang suruhan Priyayi Edi untuk mengantarkan paspor atas nama Neneng, Suhaeli, Cayem dan Sopiah,” ucap Nurhasaniati.

Nurhasaniati menambahkan bahwa Prio Susanto menjemput 4 paspor dari Adi di Circle K yang ada di Harbourbay itu. Selanjutnya terdakwa membelikan tiket dari Batam dengan tujuan Pelabuhan Stulang Laut, Malaysia. Saat Prio Santoso bersama dengan Neneng Nurhayati, Cayem, Suhaeli dan Sopiah sedang berada di Kopi Tiam yang berlokasi di dalam Kawasan Harbourbay secara tiba-tiba didatangi polisi dari Polda Kepri. Selanjutnya mereka digelandang ke Mapolda Kepri untuk diproses hukum. “Akomodasi tiket pesawat dari daerah asal menuju ke Batam, biaya pembuatan paspor, biaya makan, biaya penginapan hotel, biaya transportasi selama di Batam, tiket kapal ferry dari Batam Ke Tanjung Pinang (tiket PP) dan tiket kapal ferry dari Batam menuju ke Malaysia untuk Neneng, Cayem, Suhaeli dan Sopiah semua dibiayai oleh Ami Tasmiah,” ujar Nurhasaniati.

Nurhasaniati juga menambahkan bahwa jika 4 orang itu sudah bekerja di Malaysia maka akan ada pemotongan dari gajinya. “Setiap orang dan setiap bulan dipotong gajinya oleh Ami Tasmiah sebesar 500 Ringgit Malaysia. Jika ditaksir nominal yang dipotong sebesar Rp. 1.750.000. Sementara 4 orang itu bekerja ke Malaysia hanya menggunakan paspor wisata dan tidak pernah ditempatkan di Balai Latihan Kerja (BLK) untuk mendapatkan sertifikasi keterampilan kerja, tidak dilakukan tes psikologi, tes kejiwaan dan tidak terdaftar atau memiliki nomor peserta jaminan sosial.

Dengan demikian Prio Santoso melakukan cara-cara ilegal pada saat melaksanakan penempatan pekerja migran Indonesia sehingga berpotensi untuk dieksploitasi,” kata Nurhasaniati. Dengan demikian Nurhasaniati mendakwa bahwa Prio Santoso dengan pasal berlapis. Terdakwa Prio Santoso telah melanggar Pasal 4 juncto Pasal 10 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pembrantasan TPPO.

Selanjutnya Nurhasaniati menyimpulkan bahwa perbuatan Prio Santoso bertentangan dengan Pasal 81 juncto Pasal 69 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-satu KUH-Pidana.

Dan perbuatan terdakwa Prio Santoso juga berpotensi bertentangan dengan Pasal 83 juncto Pasal 68 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUH-Pidana.

 

 

Penulis: JP

 

 

Editor : Admin
Sumber : Istimewa

TOPIK TERKAIT

TTPOPengadilan NegeriBatamKepriTerdakwaKasus
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Terdakwa Dituntut Hukuman Ringan Usai Di Isukan Menyuap Jaksa Rp. 20 Juta Kasus Penganiayaan
    Hukrim

    Terdakwa Dituntut Hukuman Ringan Usai Di Isukan Menyuap Jaksa Rp. 20 Juta Kasus Penganiayaan

    Kamis, 26 Jun 2025 | 00:37 WIB
  • Divonis Bersalah Oleh Hakim, Terpidana Asal Bangladesh Tak Kunjung Ditahan Kejaksaan Batam   
    Hukrim

    Divonis Bersalah Oleh Hakim, Terpidana Asal Bangladesh Tak Kunjung Ditahan Kejaksaan Batam  

    Rabu, 25 Jun 2025 | 23:33 WIB
  • Usai Berita Oknum Jaksa Diduga Terima Uang Perkara, Muncul Nama Baru Pensiunan Polisi Ikut Terlibat
    Hukrim

    Usai Berita Oknum Jaksa Diduga Terima Uang Perkara, Muncul Nama Baru Pensiunan Polisi Ikut Terlibat

    Selasa, 24 Jun 2025 | 11:32 WIB
  • Carut Marut Dibawah Pimpinan Kajari Batam, Kasus Tahanan Melarikan Diri, Vonis Bebas Hingga Pegawai Memeras  
    Hukrim

    Carut Marut Dibawah Pimpinan Kajari Batam, Kasus Tahanan Melarikan Diri, Vonis Bebas Hingga Pegawai Memeras  

    Jumat, 20 Jun 2025 | 22:28 WIB
  • Simpan Sabu-Sabu dan Ganja di Rumahnya, Anggota Polisi di Polda Kepri Didakwa Pasal Berlapis
    Hukrim

    Simpan Sabu-Sabu dan Ganja di Rumahnya, Anggota Polisi di Polda Kepri Didakwa Pasal Berlapis

    Jumat, 20 Jun 2025 | 14:07 WIB

Terpopuler

  • 01

    Selain Tony Lim, Nama Yanti Lie Muncul di Kasus Ekspor CPO dan POME usai Dua Anggotanya Jadi Tersangka

    Selasa, 12 Mei 2026 - 01:39 WIB
  • 02

    Demo Aktivis JS Dipindah ke Nusakambangan, Pihak Lapas Jawab Pertanyaan Massa, JS Dipindahkan Karena Sering Berteriak

    Kamis, 07 Mei 2026 - 17:07 WIB
  • 03

    "Cuman Berani Sama Orang Miskin" Eduard Kamaleng Persoalkan Wewenang dan Sikap Wakil Wali Kota Batam

    Selasa, 05 Mei 2026 - 14:07 WIB
  • 04

    Terlibat Perkara PPMI Secara Ilegal, Nurhasanah Tidak Dijebloskan ke Dalam Penjara

    Rabu, 29 Apr 2026 - 17:37 WIB
  • 05

    Pemindahan Aktivis ke Nusakambangan Diam-Diam, Orangtua Khawatirkan Peristiwa Munir dan Kasus Km 50

    Senin, 27 Apr 2026 - 00:52 WIB

TERBARU

  • Temuan Gila Menteri Purbaya Negara Rugi Triliunan Ekspor CPO, Ciliandra Fangiono Diduga Ikut Terlibat Under Invoicing

    Temuan Gila Menteri Purbaya Negara Rugi Triliunan Ekspor CPO, Ciliandra Fangiono Diduga Ikut Terlibat Under Invoicing

    Selasa, 26 Mei 2026 | 23:10 WIB
  • Penggerebekan di Hiburan Malam Pekanbaru, Anak Tokoh Berpengaruh dan Anak Bupati Diduga Terseret Operasi Narkoba

    Penggerebekan di Hiburan Malam Pekanbaru, Anak Tokoh Berpengaruh dan Anak Bupati Diduga Terseret Operasi Narkoba

    Selasa, 26 Mei 2026 | 17:52 WIB
  • Sekolah MAS Ma

    Sekolah MAS Ma'arif Pekanbaru Disorot, Siswa Diduga Terlibat Konflik Politik

    Selasa, 26 Mei 2026 | 15:14 WIB
  • Tahanan Dari Lapas Kelas IA Sialang Bungkuk Kabur, Kanwil Ditjenpas Riau Bungkam

    Tahanan Dari Lapas Kelas IA Sialang Bungkuk Kabur, Kanwil Ditjenpas Riau Bungkam

    Senin, 25 Mei 2026 | 23:53 WIB
  • Menjelang Idul Adha Ternyata SIPP PN Batam Langsung Tidak Bisa Diakses

    Menjelang Idul Adha Ternyata SIPP PN Batam Langsung Tidak Bisa Diakses

    Senin, 25 Mei 2026 | 15:02 WIB
  • Warga Binaan Lapas Kelas II Labuhan Ruku Tewas dengan Luka Memar, Keluarga Curigai Kekerasan Fisik

    Warga Binaan Lapas Kelas II Labuhan Ruku Tewas dengan Luka Memar, Keluarga Curigai Kekerasan Fisik

    Minggu, 24 Mei 2026 | 22:41 WIB
  • Ketua GMPK Riau: Penyelidikan Karhutla di Kebun Sawit Koperasi RTBS Pelalawan Lamban dan Tak Transparan

    Ketua GMPK Riau: Penyelidikan Karhutla di Kebun Sawit Koperasi RTBS Pelalawan Lamban dan Tak Transparan

    Sabtu, 23 Mei 2026 | 13:37 WIB
  • Beredar Video Diduga dari Dalam Lapas Pekanbaru, Napi Menggunakan Ponsel

    Beredar Video Diduga dari Dalam Lapas Pekanbaru, Napi Menggunakan Ponsel

    Sabtu, 23 Mei 2026 | 13:02 WIB


  • KATEGORI
  • Daerah
  • Korupsi
  • Hukrim
  • Pemerintah
  • Peristiwa
  • Politik
  • KATEGORI
  • Ekbis
  • Nasional
  • Ragam
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • INFORMASI
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Info Iklan
Copyright © SerojaNEWS.com