https://www.serojanews.com

  • Opini
  • Korupsi
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekbis
  • Nasional
  • Ragam
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Indeks

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Info Iklan

https://www.serojanews.com

https://www.serojanews.com

  • Beranda
  • ";
  • Opini
  • Korupsi
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekbis
  • Nasional
  • Ragam
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Indeks

Beranda

Opini

Korupsi

Hukum

Pemerintahan

Peristiwa

Politik

Ekbis

Nasional

Ragam

Lingkungan

Olahraga

Terkini

•   Tiga Bulan Sejak Penggrebekan, Tersangka Rokok Ilegal Rp300 M di Pekanbaru Masih Nol •   Kisruh Lahan Pasar Panam Ahli Waris Menang di PTUN, Sebut Pemkot Tak Punya Dasar Hukum •   Penampakan Jaksa Muhammad Arfian di Ruang Persidangan PN Batam Usai Minta Maaf di Komisi III DPR-RI  •   Jaksa Aditya Otavian Berikan Berkas Turunan Tidak Sempurna
Info Iklan Pedoman Media Redaksi Disclaimer Tentang Kami
Home › Hukrim › Kebobrokan Oknum Polisi di Kepri Diungkap, Mulai Dari Memeras, Hingga Kedapatan Simpan Narkotika

Kebobrokan Oknum Polisi di Kepri Diungkap, Mulai Dari Memeras, Hingga Kedapatan Simpan Narkotika

Selasa, 01 Juli 2025 | 01:14 WIB,  
Penulis : JP
Kebobrokan Oknum Polisi di Kepri Diungkap, Mulai Dari Memeras, Hingga Kedapatan Simpan Narkotika

(Doc: JP) Sidang pemeriksaan saksi dalam perkara kepemilikan sabu-sabu dan ganja atas nama terdakwa Briptu Abdul Mitun di Pengadilan Negeri Batam

SEROJANEWS.COM, BATAM - Sebuah kasus dugaan pemerasan dan penyalahgunaan wewenang oleh oknum polisi Subdit II Ditresnarkoba Polda Kepri terungkap. Seorang perempuan berinisial Era, yang sebelumnya ditangkap sebagai terduga pelaku kepemilikan narkotika pada Desember 2024, mengaku dipaksa membayar uang tebusan Rp.20 juta agar dibebaskan.  

Awalnya, Era ditangkap di sebuah hotel di Batam tanpa ditemukan barang bukti narkotika. Meski begitu, ia digelandang ke Mapolda Kepri untuk pemeriksaan. Karena tidak ada didapati narkotika dari tangan Era maka Kompol Chrisman Panjaitan (PS Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Kepri) berencana membebaskannya dengan syarat ada uang tebusan senilai 20 juta rupiah.

Karena tidak memiliki uang, Era menolak permintaan dari penyidik di Subdit II Ditresnarkoba Polda Kepri. Seakan-akan penyidik di Subdit II Ditresnarkoba Polda Kepri tidak mau melepaskan begitu saja Era tanpa mendapatkan uang maka muncullah ide dan gagasan seakan sesat supaya bisa meraup keuntungan.

Penyidik kemudian meminjam identitas Era berupa KTP dan mengambil foto KTP-nya lalu diajukan pinjaman online (pinjol) senilai 20 juta rupiah. Setelah dana tersebut didapatkan barulah Era dibebaskan oleh jajaran Subdit II Ditresnarkoba Polda Kepri.

Tidak terima dengan perlakuan tersebut, Era melaporkan kasus ini ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Kepri. Ia juga memberi kuasa kepada dua pengacara, Richard Rando Sidabutar dan Wasden Turnip, untuk mendorong proses hukum laporan tersebut.

Dalam penyelidikan, pihak Propam Polda Kepri mulai bertindak untuk mengusut tuntas perbuatan tercela yang dilakukan oleh pihak Kompol Chrisman Panjaitan bersama 8 orang bawahannya yang di dalamnya ada nama Briptu Abdul Mitun.

Propam Polda Kepri menggeledah rumah Briptu Abdul Mitun, pada 19 Desember 2024. Awalnya, tim Propam hanya mencari bukti rekening terkait dugaan pemerasan yang dilaporkan. Namun, mereka justru menemukan narkotika di kediaman Mitun.  

Jajaran Propam Polda Kepri diketahui bernama Aiptu Lilik Sugiarto dan Bripka Anwar Joshua Pandapotan Bakara serta dibantu oleh petugas Ditresnarkoba Polda Kepri, Aipda Dian Eka Putra, Aipda Arif Budiman mendatangi rumah kediaman terdakwa Abdul Mitun yang beralamat di Perumahan Modena Regency Nomor 107 RT-005 dan RW 021 Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota.

"Awalnya kami dari petugas Propam Polda Kepri datang menggeladah kediaman terdakwa. Kami datang hanya mencari buku rekening milik terdakwa Briptu Abdul Mitun dalam perkara kode etik. Namun saat kami geledah ternyata ditemukan narkoba jenis ganja dan sabu-sabu,” kata Aiptu Lilik Sugiarto dalam persidangan yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Senin (30 Juni 2025).

Persidangan dipimpin oleh majelis hakim PN Batam, Andi Bayu Mandala Putra Syadli (ketua majelis) dan Douglas RP Napitupulu, Rinaldi serta dihadiri oleh jaksa penuntut umum (JPU) Muhammad Arfian. Dalam persidangan itu terdakwa Abdul Mitun terlihat duduk disamping penasehat hukumnya, Filemon Halawa, Lisman Hulu, Repiton Manao. Lilik Sugiarto menyebutkan bahwa pihaknya menemukan 19 bungkus plastik bening yang berisikan serbuk kristal narkotika golongan I jenis sabu dengan berat penimbangan 0,19 gram.

Selanjutnya Lilik Sugiarto menemukan 1 bungkus plastik bening yang berisikan serbuk kristal narkotika golongan I jenis sabu dengan berat penimbangan 1,87 gram. Lilik Sugiarto dan Anwar Joshua Pandapotan Bakara juga mendapati 4 bungkus plastik bening yang berisikan serbuk kristal narkotika golongan I jenis sabu dengan berat penimbangan 0,18 gram.

Kedua petugas dari Propam Polda Kepri itu juga menemukan 2 bungkus kertas warna coklat yang berisikan daun kering narkotika golongan I jenis ganja, 1 bungkus plastik bening yang berisikan daun kering narkotika golongan I jenis ganja dengan berat penimbangan 2,02 gram. Sabu-sabu dan ganja yang ditemukan dari rumah Abdul Mitun dengan berat total 4,26 gram. “Atas temuan sabu-sabu dan ganja itu kami menghubungi pihak Ditresnarkoba Polda Kepri. Mereka datang sekitar 1 jam kemudian ke rumah Abdul Mitun. Semua barang bukti itu kami serahkan ke Ditresnarkoba Polda Kepri,” ujar Lilik Sugiarto.

Lilik Sugiarto menyebutkan bahwa Abdul Mitun sudah tidak lagi menjadi anggota polisi karena sudah diberhentikan secara tidak hormat melalui sidang kode etik di Polda Kepri. Dalam persidangan itu juga hadir saksi Aipda Dian Eka Putra. Ia mengatakan bahwa selama Briptu Abdul Mitun bertugas sebagai seorang polisi di jajaran Ditresnarkoba Polda Kepri tidak pernah bertingkah aneh-aneh. “Terdakwa selama menjadi polisi jalannya lurus tidak neko-neko. Terdakwa juga bertugas untuk menjaga barang bukti narkoba yang dirampas dari para pelaku kejahatan,” ujar Dian Eka Putra.

Dian Eka Putra menegaskan tidak boleh siapapun petugas kepolisian yang membawa barang bukti narkoba untuk disimpan di rumahnya.

“Walaupun terdakwa Abdul Mitun sebagai polisi yang menjaga barang bukti maka tidak boleh menyimpan narkoba di rumahnya,” kata Dian Eka Putra.

 

Penulis : JP

Editor : Admin
Sumber : Istimewa

TOPIK TERKAIT

KepriBatamPoldaPolresPolisiTerdakwaPengadilan NegeriPemerasanNarkotikaAparat Penegak Hukum
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Mengaku Sebagai Dirut Perusahaan Hingga Anggota TNI, Terdakwa Tipu Korban Hingga 2,4 Miliar
    Hukrim

    Mengaku Sebagai Dirut Perusahaan Hingga Anggota TNI, Terdakwa Tipu Korban Hingga 2,4 Miliar

    Senin, 30 Jun 2025 | 09:18 WIB
  • Konflik Agraria, Dua Petani Diculik dan Dianiaya, Aktivis Senior Minta Kapolri Dicopot!
    Hukrim

    Konflik Agraria, Dua Petani Diculik dan Dianiaya, Aktivis Senior Minta Kapolri Dicopot!

    Sabtu, 28 Jun 2025 | 12:02 WIB
  • Peristiwa Pengeroyokan di Favorite Massage Batam, Korban Mengaku Tak Kenal Dengan Para Terdakwa
    Hukrim

    Peristiwa Pengeroyokan di Favorite Massage Batam, Korban Mengaku Tak Kenal Dengan Para Terdakwa

    Jumat, 27 Jun 2025 | 17:04 WIB
  • Kirim 4 Orang Untuk Bekerja di Malaysia, Prio Santoso Didakwa Menggunakan Pasal TPPO
    Hukrim

    Kirim 4 Orang Untuk Bekerja di Malaysia, Prio Santoso Didakwa Menggunakan Pasal TPPO

    Jumat, 27 Jun 2025 | 16:06 WIB
  • Terdakwa Dituntut Hukuman Ringan Usai Di Isukan Menyuap Jaksa Rp. 20 Juta Kasus Penganiayaan
    Hukrim

    Terdakwa Dituntut Hukuman Ringan Usai Di Isukan Menyuap Jaksa Rp. 20 Juta Kasus Penganiayaan

    Kamis, 26 Jun 2025 | 00:37 WIB

Terpopuler

  • 01

    Divonis 6 Tahun, Berkas PETIR Berkaitan Kasus Korupsi Jumbo di Riau Masuk Daftar Pemusnahan

    Sabtu, 21 Mar 2026 - 15:06 WIB
  • 02

    Bukti Minim, Kasus Pemerasan JS Dituntut 7 Tahun Pakai KUHP Lama, Jaksa Berpihak Kepada Perusahaan?

    Kamis, 05 Mar 2026 - 01:55 WIB
  • 03

    Tak Terima Uang Seperak Pun, Hakim Vonis 6 Tahun JS, Kuasa Hukum: "Lebih Berat dari Kasus Korupsi"

    Kamis, 12 Mar 2026 - 22:23 WIB
  • 04

    ABK Membawa Sabu 2 Ton di Batam Divonis 5 Tahun Penjara, JPU Muhammad Arfian Tak Hadir di Persidangan

    Kamis, 05 Mar 2026 - 20:54 WIB
  • 05

    Penyelidikan Dana Sawit Rp57 Triliun Dikejagung Membeku Sejak 2023, Dana Mengalir ke Petinggi?

    Minggu, 29 Mar 2026 - 00:30 WIB

TERBARU

  • Tiga Bulan Sejak Penggrebekan, Tersangka Rokok Ilegal Rp300 M di Pekanbaru Masih Nol

    Tiga Bulan Sejak Penggrebekan, Tersangka Rokok Ilegal Rp300 M di Pekanbaru Masih Nol

    Jumat, 03 Apr 2026 | 22:45 WIB
  • Kisruh Lahan Pasar Panam Ahli Waris Menang di PTUN, Sebut Pemkot Tak Punya Dasar Hukum

    Kisruh Lahan Pasar Panam Ahli Waris Menang di PTUN, Sebut Pemkot Tak Punya Dasar Hukum

    Kamis, 02 Apr 2026 | 13:15 WIB
  • Penampakan Jaksa Muhammad Arfian di Ruang Persidangan PN Batam Usai Minta Maaf di Komisi III DPR-RI 

    Penampakan Jaksa Muhammad Arfian di Ruang Persidangan PN Batam Usai Minta Maaf di Komisi III DPR-RI 

    Rabu, 01 Apr 2026 | 21:02 WIB
  • Jaksa Aditya Otavian Berikan Berkas Turunan Tidak Sempurna

    Jaksa Aditya Otavian Berikan Berkas Turunan Tidak Sempurna

    Rabu, 01 Apr 2026 | 08:23 WIB
  • Diduga Rekayasa, Warga Pekanbaru Jadi Tersangka Tanpa BAP dan Saksi, Polsek Medan Sebut Salah Ketik

    Diduga Rekayasa, Warga Pekanbaru Jadi Tersangka Tanpa BAP dan Saksi, Polsek Medan Sebut Salah Ketik

    Senin, 30 Mar 2026 | 23:42 WIB
  • Sidang Eksepsi Gubernur Riau Abdul Wahid, Pendukung Padati PN Pekanbaru

    Sidang Eksepsi Gubernur Riau Abdul Wahid, Pendukung Padati PN Pekanbaru

    Senin, 30 Mar 2026 | 15:45 WIB
  • Penyelidikan Dana Sawit Rp57 Triliun Dikejagung Membeku Sejak 2023, Dana Mengalir ke Petinggi?

    Penyelidikan Dana Sawit Rp57 Triliun Dikejagung Membeku Sejak 2023, Dana Mengalir ke Petinggi?

    Minggu, 29 Mar 2026 | 00:30 WIB
  • GMKI Batam Sebut Dugaan Pemerasan Petugas Imigrasi Sebagai Bentuk Ujian Terhadap Integritas Bangsa dan Negara Indonesia di Wilayah Perbatasan

    GMKI Batam Sebut Dugaan Pemerasan Petugas Imigrasi Sebagai Bentuk Ujian Terhadap Integritas Bangsa dan Negara Indonesia di Wilayah Perbatasan

    Sabtu, 28 Mar 2026 | 22:55 WIB


  • KATEGORI
  • Daerah
  • Korupsi
  • Hukrim
  • Pemerintah
  • Peristiwa
  • Politik
  • KATEGORI
  • Ekbis
  • Nasional
  • Ragam
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • INFORMASI
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Info Iklan
Copyright © SerojaNEWS.com