Home › Ragam › Mutasi Mengejutkan, Kajari Batam Dipromosikan ke Jatim Meski Polemik Alergi Jurnalis dan Tahanan Hilang
Mutasi Mengejutkan, Kajari Batam Dipromosikan ke Jatim Meski Polemik Alergi Jurnalis dan Tahanan Hilang
I Ketut Kasna Dedi, Kepala Kejaksaan Negeri Batam
SEROJANEWS.COM, BATAM - I Ketut Kasna Dedi dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batam. Selanjutnya, dia dipromosikan dalam jabatan sebagai Asisten Pengawasan Kejaksaan Tinggi (Aswas Kejati) Jawa Timur.
Pencopotan I Ketut Kasna Dedi itu tercatat dalam surat Keputusan Jaksa Agung Nomor: 353 tahun 2025 yang diterbitkan pada hari Jumat (04 Juli 2025). Selanjutnya jabatan Kajari Batam diberikan kepada jaksa I Wayan Wiradarma yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Intelijen pada Kejati Kalimantan Selatan.
I Ketut Kasna Dedi pertama kali menjabat Kajari Batam dari tanggal 02 November 2023 silam. Jabatan sebagai Kajari Batam diembannya selama 1 tahun dan 8 bulan. Banyak prestasi yang ditorehkan I Ketut Kasna Dedi dalam memimpin Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam mulai membongkar beberapa perkara korupsi, diantaranya:
1. Korupsi perjalanan dinas di DPRD Kota Batam yang merugikan keuangan negara sebesar 1,28 miliar rupiah. Dalam perkara ini Marzuki sebagai Sekretaris DPRD Kota Batam dijatuhkan vonis 2 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Tanjung Pinang.
2. Korupsi dana renovasi gedung BPJS yang merugikan keuangan negara sebesar 764 juta rupiah. Ada 4 orang dijadikan sebagai tersangka dalam perkara ini yaitu Jane Xenia Rompah, Adriani, Bambang Wahyudiono dan Budi Solaeman Pratama. Empat orang itu divonis oleh Pengadilan Tipikor Tanjung Pinang dengan pidana penjara selama 1 tahun, denda 50 juta rupiah subsider 1 bulan kurungan.
3. Korupsi di RSUD Embung Fatimah Kota Batam yang merugikan keuangan negara sebesar 840 juta rupiah. Dalam perkara ini ada 2 orang yang ditetapkan sebagai terdakwa yaitu Desiwati dan Maswardi. Sampai dengan detik ini perkara korupsi itu belum juga dijatuhkan vonis oleh Pengadilan Tipikor Tanjung Pinang.
Selanjutnya jabatan Kajari Batam diisi oleh jaksa I Wayan Wiradarma yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Intelijen pada Kejati Kalimantan Selatan.
Selain prestasi yang ditorehkan oleh I Ketut Kasna Dedi selama memimpin Kejari Batam pasti ada kekurangan. Media SerojaNews.com mencatat ada 1 orang terpidana bernama Mahmoud Abdelaziz Mohamed selaku nahkoda Kapal MT Arman 114 yang melarikan diri sehingga keberadaannya tidak diketahui dan tidak bisa dieksekusi oleh Kejari Batam.
Sementara Mahmoud Abdelaziz Mohamed divonis 7 tahun penjara, denda 5 miliar rupiah subsider 6 bulan kurungan karena membuang limbah B3 di Perairan Indonesia. Selain itu di masa kepemimpinan I Ketut Kasna Dedi juga ada tahanan bernama Berman Sianipar yang melarikan diri dari dalam mobil tahanan Kejari Batam saat perjalanan menuju Rutan Kelas IIA Batam yang berlokasi di Barelang.
Pada masa kepemimpinan I Ketut Kasna Dedi ada 4 orang yang divonis bebas oleh Pengadilan karena jaksa penuntut umum (JPU) pada Kejari Batam tidak bisa membuktikan perbuatan pidananya.
1. Nurmian Manalu dalam kasus penggelapan sertifikat tanah. Dia dilepaskan oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia karena tidak terbukti melakukan penggelapan sertifikat tanah milik Sharon Lee Mee Chyang (warga negara Singapura). Pembacaan vonis itu dilakukan pada tanggal 29 Oktober 2024.
2. Jufrizal divonis bebas oleh Pengadilan Tinggi Kepri karena tidak terlibat dalam sindikat peredaran Narkoba. Pembacaan vonis itu terjadi pada 17 Januari 2025 silam. Saat itu Kejari Batam tidak langsung membebaskan Jufrizal dari dalam penjara. Jufrizal baru menghirup udara bebas di luar Rutan Kelas IIA Batam pada 06 Februari 2025 silam.
3. Roma Nasir Hutabarat dalam perkara penipuan atau penggelapan divonis lepas oleh PN Batam serta Mahkamah Agung. Dalam amar vonis tersebut bahwa majelis hakim meyakini perbuatan Roma Nasir Hutabarat bukanlah perbuatan pidana melainkan perdata.
4. Riki Lim dalam perkara pengrusakan barang divonis lepas oleh PN Batam dan Mahkamah Agung. Selain itu, I Ketut Kasna Dedi kerap memblokir nomor para jurnalis yang membuat berita yang mengkritik kinerjanya selama memimpin Kejari Batam. Bahkan dia juga sampai mengganti nomor ponselnya supaya sejumlah jurnalis tidak bisa menghubunginya guna kepentingan konfirmasi.
Penulis: JP






Komentar Via Facebook :