https://www.serojanews.com

  • Opini
  • Korupsi
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekbis
  • Nasional
  • Ragam
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Indeks

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Info Iklan

https://www.serojanews.com

https://www.serojanews.com

  • Beranda
  • ";
  • Opini
  • Korupsi
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekbis
  • Nasional
  • Ragam
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Indeks

Beranda

Opini

Korupsi

Hukum

Pemerintahan

Peristiwa

Politik

Ekbis

Nasional

Ragam

Lingkungan

Olahraga

Terkini

•   Sekolah MAS Ma'arif Pekanbaru Disorot, Siswa Diduga Terlibat Konflik Politik •   Tahanan Dari Lapas Kelas IA Sialang Bungkuk Kabur, Kanwil Ditjenpas Riau Bungkam •   Menjelang Idul Adha Ternyata SIPP PN Batam Langsung Tidak Bisa Diakses •   Warga Binaan Lapas Kelas II Labuhan Ruku Tewas dengan Luka Memar, Keluarga Curigai Kekerasan Fisik
Info Iklan Pedoman Media Redaksi Disclaimer Tentang Kami
Home › Hukrim › Dikira Monyet, Pemburu di Parlilitan Salah Sasaran Tembak Kerabat Sendiri Hingga Tewas

Dikira Monyet, Pemburu di Parlilitan Salah Sasaran Tembak Kerabat Sendiri Hingga Tewas

Selasa, 12 Agustus 2025 | 00:46 WIB,  
Penulis : Redaksi
Dikira Monyet, Pemburu di Parlilitan Salah Sasaran Tembak Kerabat Sendiri Hingga Tewas

Korban di Autopsi di RS Polda Sumut

SEROJANEWS.COM, SUMUT – Sebuah insiden tragis berujung kematian terjadi di Desa Tornauli, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, Jumat (8/8/2025) petang. Hobben Berutu (33), warga setempat, tewas mengenaskan akibat tembakan senapan angin dari sesama pemburu yang ternyata masih memiliki hubungan keluarga.

Berdasarkan keterangan keluarga korban, Hobben Berutu pergi ke ladangnya di Dusun Simbongbong sekitar pukul 17.30 WIB untuk mengusir hama babi hutan yang kerap merusak tanaman. Ia membawa senapan angin dan memilih memanjat pohon karet setinggi kira-kira dua meter sebagai tempat mengintai sekaligus berlindung.

Di waktu yang hampir bersamaan, seorang pemburu lain bermarga Hasugian juga sedang berburu hama babi di area yang sama. Tanpa menyadari kehadiran Hobben di atas pohon, Hasugian mengira sosok yang merayap di dahan itu adalah monyet hama lain yang juga sering menjadi target buruan.

Hasugian pun melepaskan tembakan. Peluru menghujam tepat di rahang bawah telinga kiri Hobben dan menembus hingga ke otak kecil. Korban diduga tewas seketika di tempat, masih dalam posisi merayap di dahan.

Setelah menembak, Hasugian mendekati pohon dan baru tersentak kaget. Sasaran tembakannya bukanlah monyet, melainkan manusia yang dikenalnya, Hobben Berutu. Tragisnya, keduanya memiliki hubungan kekerabatan. Istri Hobben Berutu diketahui semarga dengan Hasugian. Keduanya juga dikenal sama-sama gemar berburu.

Hotman Berutu, keluarga korban, mengaku sangat terkejut menerima kabar duka tersebut. Ia meminta jenazah Hobben dibawa ke Medan untuk menjalani autopsi guna memastikan penyebab kematian.

Hotman Berutu menjelaskan, kronologi bermula saat Hobben datang ke rumah itonya yakni Mak Nando di Dusun Simbongbong. Korban mengatakan kepada itonya untuk pergi ke perladangan sekitar kampung untuk berburu hama babi hutan yang sering merusak tanaman.

Hobbenpun menenteng senapan angin sebagai alat yang biasa ia gunakan berburu. Ternyata setelah sampai di perladangan itu Ia naik pohon untuk tempatnya mengintai hama babi, sekaligus tempat berlindung.

Setelah ditemukan pohon karet lalu diapun memanjat kira-kira dua meter tingginya dari tanah, lalu di situlah dia melakukan pengintaian dan berharap hama babi akan datang. Dan di atas dahan itu juga Hobben menghembuskan nafas terakhirnya.

Dia memang punya keahlian turun temurun selaku pemburu hama babi.

Jenazah Hobben Berutu akhirnya dimakamkan di TPU Tornauli, Desa Sionom Hudon Selatan, Minggu (10/8/2025) sore, setelah proses autopsi selesai dilakukan.

Kapolres Humbang Hasundutan, AKBP Arthur Sameaputty, melalui Kasat Reskrim Iptu Jhon FM Siahaan, mengonfirmasi pihaknya sedang menangani kasus ini. "Benar, kami tengah menangani kasus penembakan tersebut. Saat ini sedang gelar perkara dan menunggu hasil autopsi forensik dari RS Polda Sumatera Utara," jelas Siahaan, Senin (11/8/2025).

Kasat Reskrim menambahkan, pihak kepolisian berencana menggelar jumpa pers untuk memberikan ekspos lebih lanjut terkait perkembangan penyelidikan kasus salah tembak memilukan yang merenggut nyawa sesama pemburu dan kerabat ini. (Detakindonesia)

Editor : Admin

TOPIK TERKAIT

BerburuSalah tembakBabiMonyetTewasSumatera UtaraHutanKerabat
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Belantara Foundation Kolaborasi Bersama Mahasiswa Jepang Tanam Pohon di Tahura SSH Riau
    Lingkungan

    Belantara Foundation Kolaborasi Bersama Mahasiswa Jepang Tanam Pohon di Tahura SSH Riau

    Sabtu, 02 Agu 2025 | 10:29 WIB
  • Tak Bayar Pajak dan Rusak Hutan, Ribuan Hektar Lahan Sawit Milik PT Berkat Satu dan APSL Disita Negara
    Pemerintah

    Tak Bayar Pajak dan Rusak Hutan, Ribuan Hektar Lahan Sawit Milik PT Berkat Satu dan APSL Disita Negara

    Jumat, 18 Jul 2025 | 22:23 WIB
  • Laporan Masyarakat Terkait Jual Beli Lahan PT PSPI Distrik Lipat Kain, Jalan Ditempat
    Lingkungan

    Laporan Masyarakat Terkait Jual Beli Lahan PT PSPI Distrik Lipat Kain, Jalan Ditempat

    Rabu, 18 Jun 2025 | 01:06 WIB
  • PETIR Desak Polda Riau Tersangka Kan Dirut PHR Terkait Dua Balita Tewas di Kolam Limbah
    Lingkungan

    PETIR Desak Polda Riau Tersangka Kan Dirut PHR Terkait Dua Balita Tewas di Kolam Limbah

    Kamis, 12 Jun 2025 | 20:25 WIB
  • Pernah Dipanggil Polisi, Pemilik Kebun Dalam Kawasan Hutan Dikampar Masih Tetap Eksis
    Lingkungan

    Pernah Dipanggil Polisi, Pemilik Kebun Dalam Kawasan Hutan Dikampar Masih Tetap Eksis

    Rabu, 11 Jun 2025 | 15:39 WIB

Terpopuler

  • 01

    Selain Tony Lim, Nama Yanti Lie Muncul di Kasus Ekspor CPO dan POME usai Dua Anggotanya Jadi Tersangka

    Selasa, 12 Mei 2026 - 01:39 WIB
  • 02

    Demo Aktivis JS Dipindah ke Nusakambangan, Pihak Lapas Jawab Pertanyaan Massa, JS Dipindahkan Karena Sering Berteriak

    Kamis, 07 Mei 2026 - 17:07 WIB
  • 03

    "Cuman Berani Sama Orang Miskin" Eduard Kamaleng Persoalkan Wewenang dan Sikap Wakil Wali Kota Batam

    Selasa, 05 Mei 2026 - 14:07 WIB
  • 04

    Pemindahan Aktivis ke Nusakambangan Diam-Diam, Orangtua Khawatirkan Peristiwa Munir dan Kasus Km 50

    Senin, 27 Apr 2026 - 00:52 WIB
  • 05

    Terlibat Perkara PPMI Secara Ilegal, Nurhasah Tidak Dijebloskan ke Dalam Penjara

    Rabu, 29 Apr 2026 - 17:37 WIB

TERBARU

  • Sekolah MAS Ma

    Sekolah MAS Ma'arif Pekanbaru Disorot, Siswa Diduga Terlibat Konflik Politik

    Selasa, 26 Mei 2026 | 15:14 WIB
  • Tahanan Dari Lapas Kelas IA Sialang Bungkuk Kabur, Kanwil Ditjenpas Riau Bungkam

    Tahanan Dari Lapas Kelas IA Sialang Bungkuk Kabur, Kanwil Ditjenpas Riau Bungkam

    Senin, 25 Mei 2026 | 23:53 WIB
  • Menjelang Idul Adha Ternyata SIPP PN Batam Langsung Tidak Bisa Diakses

    Menjelang Idul Adha Ternyata SIPP PN Batam Langsung Tidak Bisa Diakses

    Senin, 25 Mei 2026 | 15:02 WIB
  • Warga Binaan Lapas Kelas II Labuhan Ruku Tewas dengan Luka Memar, Keluarga Curigai Kekerasan Fisik

    Warga Binaan Lapas Kelas II Labuhan Ruku Tewas dengan Luka Memar, Keluarga Curigai Kekerasan Fisik

    Minggu, 24 Mei 2026 | 22:41 WIB
  • Ketua GMPK Riau: Penyelidikan Karhutla di Kebun Sawit Koperasi RTBS Pelalawan Lamban dan Tak Transparan

    Ketua GMPK Riau: Penyelidikan Karhutla di Kebun Sawit Koperasi RTBS Pelalawan Lamban dan Tak Transparan

    Sabtu, 23 Mei 2026 | 13:37 WIB
  • Beredar Video Diduga dari Dalam Lapas Pekanbaru, Napi Menggunakan Ponsel

    Beredar Video Diduga dari Dalam Lapas Pekanbaru, Napi Menggunakan Ponsel

    Sabtu, 23 Mei 2026 | 13:02 WIB
  • Warga Ajukan Permohonan Informasi ke Kejati Riau, Minta Penjelasan Dugaan Restorative Justice di Kasus Korupsi PT SPRH

    Warga Ajukan Permohonan Informasi ke Kejati Riau, Minta Penjelasan Dugaan Restorative Justice di Kasus Korupsi PT SPRH

    Jumat, 22 Mei 2026 | 13:48 WIB
  • Kasus PT Musim Mas, Bukti Nyata Akumulasi Kerusakan Lingkungan di Pelalawan

    Kasus PT Musim Mas, Bukti Nyata Akumulasi Kerusakan Lingkungan di Pelalawan

    Jumat, 22 Mei 2026 | 12:00 WIB


  • KATEGORI
  • Daerah
  • Korupsi
  • Hukrim
  • Pemerintah
  • Peristiwa
  • Politik
  • KATEGORI
  • Ekbis
  • Nasional
  • Ragam
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • INFORMASI
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Info Iklan
Copyright © SerojaNEWS.com