Home › Hukrim › Terdakwa Tan Pek Hee Dituntut 2 Tahun Penjara Setelah Terlibat PPMI Ilegal
Terdakwa Tan Pek Hee Dituntut 2 Tahun Penjara Setelah Terlibat PPMI Ilegal
SEROJANEWS.COM, BATAM - Seorang warga Negara Singapura bernama Tan Pek Hee alias Steven Tan dituntut 2 tahun penjara, denda 100 juta rupiah subsider 6 bulan kurungan. Pembacaan tuntutan itu dilakukan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Alinaex Hasibuan, Senin (22 September 2025).
Persidangan itu dipimpin oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Douglas Napitupulu (ketua majelis) dan Andi Bayu Mandala Putra Syadli, Dina Puspasari. Alinaex Hasibuan mengatakan bahwa terdakwa Tan Pek Hee alias Steven telah terbukti bersalah turut serta melakukan penempatan pekerja migran Indonesia (PPMI) secara ilegal.
“Menyatakan terdakwa Tan Pek Hee alias Steven Tan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana yang melakukan atau turut serta melakukan perbuatan, yang menempatkan Pekerja Migran Indonesia tanpa SIP2MI (Surat Izin Perekrutan Pekerja Migran Indonesia),” kata Alinaex Hasibuan.
Alinaex Hasibuan menuding bahwa perbuatan terdakwa Tan Pek Hee alias Steven Tan bertentangan dengan Pasal 86 huruf c juncto Pasal 72 huruf c Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia juncto Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHP.
“Menuntut terdakwa Tan Pek Hee alias Steven Tan dengan pidana penjara selama 2 tahun, denda 100 juta rupiah subsider 6 bulan kurungan,” ucap Alinaex Hasibuan.
Usai dibacakan surat tuntutan tersebut maka hakim PN Batam, Douglas Napitupulu memberikan kesempatan kepada terdakwa dan tim penasehat hukumnya, Bistok Nadeak dan Paringgunan Simarmata menyampaikan nota pembelaan atau pledoi.
“Silahkan terdakwa dan penasehat hukumnya menyiapkan pledoi dan kita lanjutkan pada hari Kamis (02 Oktober 2025) sidang dengan agenda pembacaan pledoi,” ujar Douglas Napitupulu.
Seperti diketahui pada bulan Februari 2025 silam, terdakwa Tan Pek Hee bersama-sama dengan Agnesia Dwirifa alias Agnes binti Aidi Rifai merekrut 3 orang calon pekerja dari Indonesia melalui PT Celler Marine Indonesia.
Selanjutnya PT Celler Marine Indonesia berencana mempekerjakan 3 orang PMI itu di Singapura sebagai tukang las melalui PT Celler Tecnology Resource Singapura. Ketiga 3 calon PMI hendak diberangkat oleh orang suruhan PT Celler Marine Indonesia ternyata ditangkap oleh jajaran Ditreskrimum Polda Kepri.
Dari proses pengembangan yang dilakukan oleh Polda Kepri diketahui bahwa 3 calon PMI ilegal itu diberangkatkan atas perintah Agnesia Dwirifa selaku direktur PT Celler Marine Indonesia dan Tan Pek Hee merupakan pihak perusahaan PT Celler Tecnolgy Resources Singapura.
Penulis: JP






Komentar Via Facebook :