https://www.serojanews.com

  • Opini
  • Korupsi
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekbis
  • Nasional
  • Ragam
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Indeks

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Info Iklan

https://www.serojanews.com

https://www.serojanews.com

  • Beranda
  • ";
  • Opini
  • Korupsi
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekbis
  • Nasional
  • Ragam
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Indeks

Beranda

Opini

Korupsi

Hukum

Pemerintahan

Peristiwa

Politik

Ekbis

Nasional

Ragam

Lingkungan

Olahraga

Terkini

•   Tiga Bulan Sejak Penggrebekan, Tersangka Rokok Ilegal Rp300 M di Pekanbaru Masih Nol •   Kisruh Lahan Pasar Panam Ahli Waris Menang di PTUN, Sebut Pemkot Tak Punya Dasar Hukum •   Penampakan Jaksa Muhammad Arfian di Ruang Persidangan PN Batam Usai Minta Maaf di Komisi III DPR-RI  •   Jaksa Aditya Otavian Berikan Berkas Turunan Tidak Sempurna
Info Iklan Pedoman Media Redaksi Disclaimer Tentang Kami
Home › Korupsi › Kasus Dugaan Korupsi Dana BPDPKS 57 Triliun yang Ditangani Kejagung Belum Ada Kejelasan

Kasus Dugaan Korupsi Dana BPDPKS 57 Triliun yang Ditangani Kejagung Belum Ada Kejelasan

Selasa, 28 Oktober 2025 | 00:40 WIB,  
Penulis :
Kasus Dugaan Korupsi Dana BPDPKS 57 Triliun yang Ditangani Kejagung Belum Ada Kejelasan

Kantor Kejaksaan Agung RI

SEROJANEWS.COM, PEKANBARU - Kasus dugaan korupsi pengelolaan dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) periode 2015-2022 kembali menyita perhatian publik. Gelombang baru ini dipicu oleh Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Ketua Organisasi Masyarakat (Ormas) Pemuda Tri Karya (PETIR), Jakson Sihombing.

OTT digelar Tim RAGA (Riau Anti Geng dan Anarkisme) bersama Unit IV Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Riau pada Selasa (14/10/2025) malam. Saat digiring ke sel tahanan, Jakson Sihombing melontarkan tuduhan mengejutkan.

Dia menuding PT Ciliandra Perkasa, perusahaan milik konglomerat Martias Fangiono, sebagai penerima aliran dana senilai Rp2,7 triliun dari total dana Rp57 triliun yang dikucurkan BPDPKS. Dengan berteriak, Jakson mengaku merasa dijebak dan berulang kali meminta pertolongan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Pajak Surya Dumai harus dibongkar Rp. 1,4 triliun. Saya dijebak, saya dijebak. Tolong Pak Prabowo, saya dijebak, saya dijebak," katanya berteriak dalam video yang diterima SerojaNews.com pada Jumat, (17/10/2025).

Tak hanya PT Ciliandra Perkasa, Jakson juga menyeret nama Nuryanto Hamzah, seorang sosok yang diklaim memiliki hubungan dengan First Resources Group, perusahaan yang berkantor pusat di Singapura.

“Nuryanto yang ngajak saya ketemu, dia yang ngiming-iming. Saya dijebak. Mereka memberi tawaran, saya tidak pernah minta-minta ke mereka. Pak Prabowo tolong saya,” ujarnya.

Jakson mengaku rencananya akan menggelar demonstrasi pada pertengahan Oktober 2025 ini untuk mendesak penyelesaian kasus dugaan korupsi BPDPKS yang melibatkan PT Ciliandra Perkasa.

"Saya berencana mau demo pertengahan Oktober (2025) ini, mereka tahu. Kita minta PT Ciliandra Perkasa harus ditangkap! Rp2,7 triliun mereka korupsi BPDPKS. Sudah penyidikan Jampidsus, itu kejar. Ciliandra Perkasa terima Rp2,7 triliun dari Rp57 triliun yang diserahkan BPDPKS. Kejagung berani gak," tantangnya.

Dia mendorong Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung untuk berani membongkar kasus tersebut, yang menurutnya telah disoroti sebelumnya oleh anggota Komisi VI DPR RI, Rieke Diah Pitaloka.

Data yang dihimpun menunjukkan, setidaknya 23 perusahaan tercatat menerima aliran dana dari BPDPKS sebesar Rp57,7 triliun sepanjang 2016-2020. PT Ciliandra Perkasa, bagian dari kelompok usaha Fangiono, tercatat sebagai salah satu penerima insentif biodiesel senilai Rp2,7 triliun. 

Dana insentif yang seharusnya dinikmati oleh petani kecil sawit itu, diduga telah diselewengkan.

Meski telah berjalan bertahun-tahun, penyidikan kasus dugaan korupsi BPDPKS ini dinilai masih berjalan di tempat. Sejak Oktober 2023, kasus ini belum menunjukkan perkembangan signifikan.

Kejaksaan Agung telah memeriksa sejumlah pejabat dari perusahaan-perusahaan besar, termasuk manajer dari PT Pelita Agung Agriindustri, PT Permata Hijau Palm Oleo, PT Multi Nabati Sulawesi, PT Sinarmas Bio Energy, PT Pertamina, dan PT Jhonlin Agro Raya. Namun, hingga saat ini belum ada satu pun pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.

Desakan untuk segera menuntaskan kasus ini terus mengalir. Sejumlah aktivis mendesak Kejagung tidak berdiam diri dan segera memeriksa PT Ciliandra Perkasa. Kekhawatiran akan adanya kedekatan antara perusahaan-perusahaan besar penerima dana dengan elite politik dan pejabat negara pun mencuat.

Selain kasus BPDPKS, Kejagung juga disebut-sebut telah memeriksa Martias Fangiono, pemilik First Resources Group Ltd (Surya Dumai Group), terkait laporan yang diajukan Ormas PETIR pada November 2024.

Laporan tersebut mengangkat dugaan penggelapan pajak oleh delapan perusahaan kebun sawit di bawah First Resources Group/Surya Dumai Group, yang disebut merugikan negara hingga Rp1,4 triliun.

Lapisan masyarakat dan sejumlah aktivis mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan perhatian khusus dan mendorong lembaga antikorupsi mengusut tuntas dugaan korupsi fantastis ini.

Mereka meminta Presiden Prabowo untuk mendorong kejagung untuk segera menuntaskan dugaan korupsi ini secara transparan, akuntabel, dan profesional, dengan menjunjung tinggi prinsip keadilan dan tanpa pandang bulu.

Terpisah, SerojaNews.com kembali mengonfirmasi perkembangan kasus BPDPKS dan dugaan penggemplangan pajak 1,4 T atas laporan PETIR melalui pesan singkat Whatsaap Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum menjawab.

Editor : Admin
Sumber : Istimewa

TOPIK TERKAIT

PajakRiauSawitFirst ReaourcesSurya DumaiCiliandra PerkasaSingaporePenggemplangan
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Penggeledahan Rumah Orang Tua LSM PETIR Dinilai Janggal, Penyidik Polda Riau di Propamkan ke Polri
    Peristiwa

    Penggeledahan Rumah Orang Tua LSM PETIR Dinilai Janggal, Penyidik Polda Riau di Propamkan ke Polri

    Rabu, 22 Okt 2025 | 23:04 WIB
  • Blak-blakan Merasa Dijebak, Ketua LSM PETIR Seret Nama Perusahaan First Resources, Begini Kata Pengamat Hukum
    Peristiwa

    Blak-blakan Merasa Dijebak, Ketua LSM PETIR Seret Nama Perusahaan First Resources, Begini Kata Pengamat Hukum

    Minggu, 19 Okt 2025 | 16:31 WIB
  • Dugaan Menjebak di Balik Penangkapan Ketua LSM PETIR, JS: "Saya Dijebak Karena Akan Bongkar Korupsi 2,7 Triliun"
    Hukrim

    Dugaan Menjebak di Balik Penangkapan Ketua LSM PETIR, JS: "Saya Dijebak Karena Akan Bongkar Korupsi 2,7 Triliun"

    Jumat, 17 Okt 2025 | 18:28 WIB
  • Ambil Sikap Tegas, Organisasi PETIR Tunjuk Ketua Umum Baru
    Ragam

    Ambil Sikap Tegas, Organisasi PETIR Tunjuk Ketua Umum Baru

    Kamis, 16 Okt 2025 | 16:08 WIB
  • Ngadu Langsung ke Menteri, Purbaya Buka Nomor WA Pribadi Untuk Laporkan Pungli
    Pemerintah

    Ngadu Langsung ke Menteri, Purbaya Buka Nomor WA Pribadi Untuk Laporkan Pungli

    Senin, 13 Okt 2025 | 19:58 WIB

Terpopuler

  • 01

    Divonis 6 Tahun, Berkas PETIR Berkaitan Kasus Korupsi Jumbo di Riau Masuk Daftar Pemusnahan

    Sabtu, 21 Mar 2026 - 15:06 WIB
  • 02

    Bukti Minim, Kasus Pemerasan JS Dituntut 7 Tahun Pakai KUHP Lama, Jaksa Berpihak Kepada Perusahaan?

    Kamis, 05 Mar 2026 - 01:55 WIB
  • 03

    Tak Terima Uang Seperak Pun, Hakim Vonis 6 Tahun JS, Kuasa Hukum: "Lebih Berat dari Kasus Korupsi"

    Kamis, 12 Mar 2026 - 22:23 WIB
  • 04

    ABK Membawa Sabu 2 Ton di Batam Divonis 5 Tahun Penjara, JPU Muhammad Arfian Tak Hadir di Persidangan

    Kamis, 05 Mar 2026 - 20:54 WIB
  • 05

    Penyelidikan Dana Sawit Rp57 Triliun Dikejagung Membeku Sejak 2023, Dana Mengalir ke Petinggi?

    Minggu, 29 Mar 2026 - 00:30 WIB

TERBARU

  • Tiga Bulan Sejak Penggrebekan, Tersangka Rokok Ilegal Rp300 M di Pekanbaru Masih Nol

    Tiga Bulan Sejak Penggrebekan, Tersangka Rokok Ilegal Rp300 M di Pekanbaru Masih Nol

    Jumat, 03 Apr 2026 | 22:45 WIB
  • Kisruh Lahan Pasar Panam Ahli Waris Menang di PTUN, Sebut Pemkot Tak Punya Dasar Hukum

    Kisruh Lahan Pasar Panam Ahli Waris Menang di PTUN, Sebut Pemkot Tak Punya Dasar Hukum

    Kamis, 02 Apr 2026 | 13:15 WIB
  • Penampakan Jaksa Muhammad Arfian di Ruang Persidangan PN Batam Usai Minta Maaf di Komisi III DPR-RI 

    Penampakan Jaksa Muhammad Arfian di Ruang Persidangan PN Batam Usai Minta Maaf di Komisi III DPR-RI 

    Rabu, 01 Apr 2026 | 21:02 WIB
  • Jaksa Aditya Otavian Berikan Berkas Turunan Tidak Sempurna

    Jaksa Aditya Otavian Berikan Berkas Turunan Tidak Sempurna

    Rabu, 01 Apr 2026 | 08:23 WIB
  • Diduga Rekayasa, Warga Pekanbaru Jadi Tersangka Tanpa BAP dan Saksi, Polsek Medan Sebut Salah Ketik

    Diduga Rekayasa, Warga Pekanbaru Jadi Tersangka Tanpa BAP dan Saksi, Polsek Medan Sebut Salah Ketik

    Senin, 30 Mar 2026 | 23:42 WIB
  • Sidang Eksepsi Gubernur Riau Abdul Wahid, Pendukung Padati PN Pekanbaru

    Sidang Eksepsi Gubernur Riau Abdul Wahid, Pendukung Padati PN Pekanbaru

    Senin, 30 Mar 2026 | 15:45 WIB
  • Penyelidikan Dana Sawit Rp57 Triliun Dikejagung Membeku Sejak 2023, Dana Mengalir ke Petinggi?

    Penyelidikan Dana Sawit Rp57 Triliun Dikejagung Membeku Sejak 2023, Dana Mengalir ke Petinggi?

    Minggu, 29 Mar 2026 | 00:30 WIB
  • GMKI Batam Sebut Dugaan Pemerasan Petugas Imigrasi Sebagai Bentuk Ujian Terhadap Integritas Bangsa dan Negara Indonesia di Wilayah Perbatasan

    GMKI Batam Sebut Dugaan Pemerasan Petugas Imigrasi Sebagai Bentuk Ujian Terhadap Integritas Bangsa dan Negara Indonesia di Wilayah Perbatasan

    Sabtu, 28 Mar 2026 | 22:55 WIB


  • KATEGORI
  • Daerah
  • Korupsi
  • Hukrim
  • Pemerintah
  • Peristiwa
  • Politik
  • KATEGORI
  • Ekbis
  • Nasional
  • Ragam
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • INFORMASI
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Info Iklan
Copyright © SerojaNEWS.com