Home › Peristiwa › Mahasiswi UIB Diduga Digoda Wartawan Tidak Bersertifikasi
Mahasiswi UIB Diduga Digoda Wartawan Tidak Bersertifikasi
SEROJANEWS.COM, BATAM - Seorang mahasiswi Universitas Internasional Batam bernama Putri (bukan nama sebenarnya) diganggu dan digodain oleh RM yang mengaku sebagai seorang yang wartawan.
Peristiwa itu terjadi di kawasan Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (22 Oktober 2025) silam.
Saat itu Putri bersama para mahasiswi dari UIB mendatangi seorang Advokat bernama Niko Nixon Situmorang yang baru sidang putusan dalam perkara dugaan penipuan yang menjerat terdakwa Gordon Hassler Silalahi.
Seketika Niko Nixon Situmorang menolak untuk diwawancarai oleh para mahasiswa Fakultas Hukum UIB karena sibuk mengurus klien.
Melihat situasi tersebut RM langsung mendatangi gerombolan mahasiswi-mahasiswa UIB dan mengaku sebagai orang utusan dari Niko Nixon Situmorang dan meminta nomor kepada Putri.
Terhadap permintaan RM membuat Putri menolaknya. Namun RM tidak patah arang dan dengan gigih mendatangi Putri untuk mendapatkan nomor ponselnya.
Merasa risih akhirnya Putri menghindar dari RM dan pergi ke toilet yang ada di PN Batam untuk menangis.
Selanjutnya Putri melaporkan peristiwa diganggu oleh RM kepada dosennya bernama Tantimin yang juga merupakan advokat di Kota Batam.
Mendengarkan hal tersebut RM didatangi oleh Tantimin dan kelompok mahasiswa Fakultas Hukum UIB.
Dikabarkan RM dinasehati oleh Tantimin di hadapan khalayak ramai saat berada di kawasan PN Batam.
Peristiwa Putri diganggu dan digoda oleh RM itu dibenarkan oleh seorang dosen Fakultas Hukum UIB, Antoni.
"Kasihan mahasiswi baru pertama kali ke pengadilan mengikuti persidangan sudah mendapatkan gangguan ghoib," kata Antoni melalui pesan singkat WhatsApp.
Antoni menyebutkan bahwa saat kejadian dirinya tidak berada di PN Batam.
"Kebetulan saya hari ini ada mengajar, jadi terhalang mendampingi. Kalau tadi saya di sana (PN Batam) mungkin langsung saya gas," ucap Antoni.
Antoni mengaku bahwa pihaknya akan melakukan wawancara khusus kepada Putri guna mengetahui kronologis diganggu oleh seorang pria yang mengaku sebagai wartawan namun tidak sertifikasi dan tidak tercatat namanya di Dewan Pers.
Penulis: JP






Komentar Via Facebook :