https://www.serojanews.com

  • Opini
  • Korupsi
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekbis
  • Nasional
  • Ragam
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Indeks

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Info Iklan

https://www.serojanews.com

https://www.serojanews.com

  • Beranda
  • ";
  • Opini
  • Korupsi
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekbis
  • Nasional
  • Ragam
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Indeks

Beranda

Opini

Korupsi

Hukum

Pemerintahan

Peristiwa

Politik

Ekbis

Nasional

Ragam

Lingkungan

Olahraga

Terkini

•   Tiga Bulan Sejak Penggrebekan, Tersangka Rokok Ilegal Rp300 M di Pekanbaru Masih Nol •   Kisruh Lahan Pasar Panam Ahli Waris Menang di PTUN, Sebut Pemkot Tak Punya Dasar Hukum •   Penampakan Jaksa Muhammad Arfian di Ruang Persidangan PN Batam Usai Minta Maaf di Komisi III DPR-RI  •   Jaksa Aditya Otavian Berikan Berkas Turunan Tidak Sempurna
Info Iklan Pedoman Media Redaksi Disclaimer Tentang Kami
Home › Peristiwa › Gudang Solar 'Hilang' Saat Ditengok Polisi, Padahal Baby Tank Berjejer Sempat Viral, Aktivis: "Ada Upaya Pengelabuan"

Gudang Solar 'Hilang' Saat Ditengok Polisi, Padahal Baby Tank Berjejer Sempat Viral, Aktivis: "Ada Upaya Pengelabuan"

Selasa, 25 November 2025 | 11:37 WIB,  
Penulis : Simson Damanik
Gudang Solar

Foto sebelum dan penggeledahan gudang solar oleh polisi didampingi penjaga yang sama

SEROJANEWS.COM, KAMPAR – Kepolisian Sektor (Polsek) Tapung Hulu akhirnya melakukan pemeriksaan lokasi sebuah gudang di Desa Rimba Beringin, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, pada Senin (24/11/25). Gudang tersebut sebelumnya viral di media sosial diduga kuat sebagai tempat penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar secara ilegal.

Namun, hasil pemeriksaan kepolisian di lapangan menyatakan sebaliknya. Dalam kunjungannya, unit Reskrim Polsek Tapung Hulu tidak menemukan aktivitas penimbunan Solar di lokasi tersebut. Klaim ini menuai tanda tanya, mengingat beredar bukti visual sebelumnya yang menunjukkan baby tank berisi Solar berjejer rapi di dalam gudang yang sama.

Foto sehari sebelum tangki solar mendadak hilang

Upaya awak media untuk mendapatkan konfirmasi langsung terkait temuan di lapangan dan kesenjangan bukti ini menemui jalan buntu. Kapolsek Tapung Hulu, Iptu Riko Rizki Masri, S.H., M.H., justru memblokir nomor telepon jurnalis yang berusaha menghubunginya.

Sikap serupa ditunjukkan oleh Ipda Zukarnain, Kanit Reskrim setempat. Konfirmasi secara tertulis yang diajukan media pun tidak digubris dan dibiarkan tanpa tanggapan.

Ada hal menarik yang memperkuat kecurigaan publik. Berdasarkan pantauan, kondisi gudang saat dikunjungi polisi berbeda jauh dengan situasi sebelum pemeriksaan. Sebelumnya, gudang terlihat aktif dengan peralatan penimbunan Solar. Saat pemeriksaan, gudang dilaporkan dalam keadaan "steril" dari segala perlengkapan tersebut.

Fenomena ini menarik perhatian penggiat antimafia energi. Sekretaris Gerakan Sungguh Suara Sejati (G3S), Jakop S., menegaskan bahwa foto dan video yang beredar luas bukanlah misinformasi.

"Ia adalah jejak digital. Segala objek dan peristiwa yang ada di dalam foto itu menjadi sejarah," tegas Jakop, Senin (24/11/25) malam.

Jakop menduga kuat ada upaya mengelabui otoritas. "Ini upaya untuk mengelabui aktivitas terlarang agar polisi tidak menerapkan tindakan represif," ujarnya. Ia mendesak agar polisi melakukan pemeriksaan lebih mendalam berdasarkan bukti permulaan yang telah beredar di masyarakat.

Jakop juga menyoroti kinerja aparat di lapangan. Ia mengaku telah lama mengamati praktik perdagangan bebas Solar hasil penyimpangan distribusi dari SPBU di Desa Sumber Sari. Menurut pengamatannya, retail BBM resmi di Tapung Hulu kerap "dibanjiri" pelaku penimbun pada dini hari.

"Aneh bin ajaib bila petugas tidak dapat mengetahui aksi kejahatan ini," tandasnya dengan nada prihatin.

Investigasi awal G3S mengungkap dugaan keterlibatan sebuah perusahaan dalam praktik ilegal ini. Aktivitas penimbunan di Desa Rimba Beringin diduga melibatkan armada angkutan BBM milik PT Petro Safa Jaya (PSJ).

"Kami berencana melaporkan perusahaan ini. Dalam praktik mafia solar ini, ada dugaan keterlibatan aparat hukum. Kami sedang melengkapi data sebelum melapor ke lembaga penegak hukum terkait," jelas Jakop.

Masyarakat pun menuntut keseriusan penegak hukum. Bukan hanya sekadar tindakan di lapangan, tetapi proses hukum yang transparan dan adil hingga ke tingkat aktor intelektual dan pihak yang menikmati keuntungan utama dari praktik mafia Solar bersubsidi ini. Praktik ilegal ini dinilai sangat merugikan negara dan mencekik hak masyarakat yang seharusnya mendapat jatah subsidi.

Editor : Admin
Sumber : Istimewa

TOPIK TERKAIT

RiauTapungHuluMinyakSolarBBMIlegalGudangPenampungPolisiViral
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Misteri Dibalik Praktik Kotor Penimbun dan Pengoplos BBM di Tampan Pekanbaru
    Peristiwa

    Misteri Dibalik Praktik Kotor Penimbun dan Pengoplos BBM di Tampan Pekanbaru

    Senin, 24 Nov 2025 | 15:43 WIB
  • Polda Belum Ungkap Hasil Penyidikan Tambang Ilegal di Kampar
    Hukrim

    Polda Belum Ungkap Hasil Penyidikan Tambang Ilegal di Kampar

    Minggu, 23 Nov 2025 | 21:54 WIB
  • Skandal Solar Ilegal, Perusahaan Truk Tangki Diduga Terlibat, Polsek Tapung Hulu Bungkam
    Hukrim

    Skandal Solar Ilegal, Perusahaan Truk Tangki Diduga Terlibat, Polsek Tapung Hulu Bungkam

    Sabtu, 22 Nov 2025 | 23:03 WIB
  • Tersangka Owner PT Duta Maritim Jaya Ditangguhkan Atas Kasus Pencurian, Korban Mengamuk di Polresta
    Hukrim

    Tersangka Owner PT Duta Maritim Jaya Ditangguhkan Atas Kasus Pencurian, Korban Mengamuk di Polresta

    Sabtu, 22 Nov 2025 | 15:02 WIB
  • Pensiunan TNI Dalangi Galian C Ilegal di Kampar, Polisi Belum Beri Sanksi
    Peristiwa

    Pensiunan TNI Dalangi Galian C Ilegal di Kampar, Polisi Belum Beri Sanksi

    Kamis, 20 Nov 2025 | 17:47 WIB

Terpopuler

  • 01

    Divonis 6 Tahun, Berkas PETIR Berkaitan Kasus Korupsi Jumbo di Riau Masuk Daftar Pemusnahan

    Sabtu, 21 Mar 2026 - 15:06 WIB
  • 02

    Bukti Minim, Kasus Pemerasan JS Dituntut 7 Tahun Pakai KUHP Lama, Jaksa Berpihak Kepada Perusahaan?

    Kamis, 05 Mar 2026 - 01:55 WIB
  • 03

    Tak Terima Uang Seperak Pun, Hakim Vonis 6 Tahun JS, Kuasa Hukum: "Lebih Berat dari Kasus Korupsi"

    Kamis, 12 Mar 2026 - 22:23 WIB
  • 04

    ABK Membawa Sabu 2 Ton di Batam Divonis 5 Tahun Penjara, JPU Muhammad Arfian Tak Hadir di Persidangan

    Kamis, 05 Mar 2026 - 20:54 WIB
  • 05

    Penyelidikan Dana Sawit Rp57 Triliun Dikejagung Membeku Sejak 2023, Dana Mengalir ke Petinggi?

    Minggu, 29 Mar 2026 - 00:30 WIB

TERBARU

  • Tiga Bulan Sejak Penggrebekan, Tersangka Rokok Ilegal Rp300 M di Pekanbaru Masih Nol

    Tiga Bulan Sejak Penggrebekan, Tersangka Rokok Ilegal Rp300 M di Pekanbaru Masih Nol

    Jumat, 03 Apr 2026 | 22:45 WIB
  • Kisruh Lahan Pasar Panam Ahli Waris Menang di PTUN, Sebut Pemkot Tak Punya Dasar Hukum

    Kisruh Lahan Pasar Panam Ahli Waris Menang di PTUN, Sebut Pemkot Tak Punya Dasar Hukum

    Kamis, 02 Apr 2026 | 13:15 WIB
  • Penampakan Jaksa Muhammad Arfian di Ruang Persidangan PN Batam Usai Minta Maaf di Komisi III DPR-RI 

    Penampakan Jaksa Muhammad Arfian di Ruang Persidangan PN Batam Usai Minta Maaf di Komisi III DPR-RI 

    Rabu, 01 Apr 2026 | 21:02 WIB
  • Jaksa Aditya Otavian Berikan Berkas Turunan Tidak Sempurna

    Jaksa Aditya Otavian Berikan Berkas Turunan Tidak Sempurna

    Rabu, 01 Apr 2026 | 08:23 WIB
  • Diduga Rekayasa, Warga Pekanbaru Jadi Tersangka Tanpa BAP dan Saksi, Polsek Medan Sebut Salah Ketik

    Diduga Rekayasa, Warga Pekanbaru Jadi Tersangka Tanpa BAP dan Saksi, Polsek Medan Sebut Salah Ketik

    Senin, 30 Mar 2026 | 23:42 WIB
  • Sidang Eksepsi Gubernur Riau Abdul Wahid, Pendukung Padati PN Pekanbaru

    Sidang Eksepsi Gubernur Riau Abdul Wahid, Pendukung Padati PN Pekanbaru

    Senin, 30 Mar 2026 | 15:45 WIB
  • Penyelidikan Dana Sawit Rp57 Triliun Dikejagung Membeku Sejak 2023, Dana Mengalir ke Petinggi?

    Penyelidikan Dana Sawit Rp57 Triliun Dikejagung Membeku Sejak 2023, Dana Mengalir ke Petinggi?

    Minggu, 29 Mar 2026 | 00:30 WIB
  • GMKI Batam Sebut Dugaan Pemerasan Petugas Imigrasi Sebagai Bentuk Ujian Terhadap Integritas Bangsa dan Negara Indonesia di Wilayah Perbatasan

    GMKI Batam Sebut Dugaan Pemerasan Petugas Imigrasi Sebagai Bentuk Ujian Terhadap Integritas Bangsa dan Negara Indonesia di Wilayah Perbatasan

    Sabtu, 28 Mar 2026 | 22:55 WIB


  • KATEGORI
  • Daerah
  • Korupsi
  • Hukrim
  • Pemerintah
  • Peristiwa
  • Politik
  • KATEGORI
  • Ekbis
  • Nasional
  • Ragam
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • INFORMASI
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Info Iklan
Copyright © SerojaNEWS.com