Home › Korupsi › Pajak Rp1,4 T First Resources Hingga Penjebakan Uang Rp150 Juta ke JS, Nuryanto Hamzah: "Itu Perintah Saya"
Pajak Rp1,4 T First Resources Hingga Penjebakan Uang Rp150 Juta ke JS, Nuryanto Hamzah: "Itu Perintah Saya"
Nuryanto Hamzah Manager First Resources PT Ciliandra Perkasa Dugaan Pemerasan Jekson Sihombing
SEROJANEWS.COM, PEKANBARU - Persidangan kasus dugaan pemerasan yang menjerat terdakwa JS kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Kamis (29/1/26). Sidang yang dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WIB itu sempat menunda agenda pemeriksaan saksi dari JPU hingga setelah istirahat siang.
Di sela-sela persidangan, sorotan media tertuju pada kehadiran Nur Riyanto Hamzah, perwakilan dari First Resources Limited. Saat meninggalkan gedung pengadilan, ia dikepung sejumlah wartawan dan dicecar sejumlah pertanyaan.
Dalam rekaman video wartawan, Nur Riyanto dicecar pertanyaan mengenai dugaan pengemplangan pajak atas penyerobotan lahan yang disita satgas PKH sejumlah Rp1,4 triliun seperti yang tercantum dalam laporan organisasi masyarakat Pemuda Tri Karya (PETIR) pada akhir 2024 lalu.
Menanggapi hal ini, Nur Riyanto dengan singkat menjawab “kalau itu bukan kewenangan saya untuk menjawab,” kata Nur Riyanto, Kamis (29/1/26) sekira pukul 12.12 WIB.
Wartawan juga mendesak menjelaskan soal kronologis percakapan apa alasan Nuryanto Hamzah mau menawarkan pertemanan dengan ketua PETIR jika perusahaan PT Ciliandra Perkasa dibawah naungan Surya Dumai Group memang bersih.
Pertanyaan ini membuatnya terlihat terbata-bata dan tidak memberikan jawaban langsung.
Jurnalis juga bertanya terkait uang Rp150 juta yang diduga menjadi Barang Bukti (BB) dalam kasus dugaan pemerasan tersebut. Yang dimana dalam rekaman cctv saat pertemuan mereka dalam hotel Furaya pada tanggal 13 Oktober 2025 lalu Nuryanto Hamzah membawa tas merah berisi uang Rp150 juta.
“Iya (menyiapkan uang), atas perintah saya,” ucap Nur Riyanto.
Beberapa pertanyaan yang dicecar jurnalis tak dijawab Nuryanto Hamzah hingga ia akhirnya meninggalkan jurnalis yang menemuinya.
Nur Riyanto Hamzah juga meminta agar awak media untuk mendengarkan kesaksian yang akan disampaikannya dalam persidangan nanti
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
Aktivis Pengungkap Korupsi Triliunan di Strapsel Berbulan Bulan
Perlakuan Tidak Wajar Terhadap Sipil, Penahanan Aktivis di Strapsel Polda Riau Jadi Sorotan






Komentar Via Facebook :