https://www.serojanews.com

  • Opini
  • Korupsi
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekbis
  • Nasional
  • Ragam
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Indeks

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Info Iklan

https://www.serojanews.com

https://www.serojanews.com

  • Beranda
  • ";
  • Opini
  • Korupsi
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekbis
  • Nasional
  • Ragam
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Indeks

Beranda

Opini

Korupsi

Hukum

Pemerintahan

Peristiwa

Politik

Ekbis

Nasional

Ragam

Lingkungan

Olahraga

Terkini

•   Puluhan RAM Sawit di Desa Kesuma Teridentifikasi Masuk Dalam Kawasan Hutan •   Aktivis Perempuan Kristen, May Shine Berharap Kapolda Kepri Bisa Mengungkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pesparawi Provinsi Kepri •   Oknum Guru Agama di Batam Cabuli Siswa Divonis 12 Tahun Penjara •   Tujuh Terdakwa Korupsi Revitalisasi Dermaga Pelabuhan Batu Ampar Divonis Bersalah, Jaksa Pilih Tak Banding
Info Iklan Pedoman Media Redaksi Disclaimer Tentang Kami
Home › Peristiwa › Warga Binaan Lapas Kelas II Labuhan Ruku Tewas dengan Luka Memar, Keluarga Curigai Kekerasan Fisik

Warga Binaan Lapas Kelas II Labuhan Ruku Tewas dengan Luka Memar, Keluarga Curigai Kekerasan Fisik

Minggu, 24 Mei 2026 | 22:41 WIB,  
Penulis : Redaksi
Warga Binaan Lapas Kelas II Labuhan Ruku Tewas dengan Luka Memar, Keluarga Curigai Kekerasan Fisik

Ilustrasi

SEROJANEWS.COM, PEKANBARU – Seorang warga binaan di KPLP Kelas II Labuhan Ruku, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, meninggal dunia dalam kondisi yang menimbulkan tanda tanya besar bagi keluarganya. Korban bernama Fani Ismail Parangin-angin ditemukan tewas pada Sabtu (6/5/2026) dengan luka memar dan lebam di sekujur punggungnya.

Di balik kematian itu, keluarga mencium sejumlah kejanggalan. Salah satunya adalah pengakuan korban sebelum meninggal yang merasa terancam karena satu kamar dengan seseorang yang disebut-sebut sebagai musuh lamanya dari luar lapas.

 

Permintaan Uang Lewat Video Call

Menurut istri korban, Perangin-angin, pada malam sebelum kejadian, ia sempat berbincang melalui sambungan video dengan suaminya. Dalam pembicaraan itu, Fani meminta uang sebesar Rp2 juta. Alasannya, uang itu akan ia berikan kepada tahanan lain agar ia selamat dari gangguan dan tidak dipukuli.

"Dia bilang takut karena satu kamar dengan musuhnya. Katanya uang itu untuk diberikan supaya dia aman dan tidak dipukuli. Karena takut terjadi sesuatu, saya langsung mengirim uang itu," ujar Perangin-angin, seperti dikutip dari Classiotv.id.

Namun, baru beberapa jam setelah uang dikirimkan, kabar duka justru datang. Keluarganya diberi tahu bahwa Fani telah meninggal.

 

Luka di Punggung Dilihat Langsung oleh Keluarga

Kecurigaan semakin menjadi-jadi saat keluarga melihat sendiri kondisi jenazah di Puskesmas Talawi. Di tubuh korban, terutama bagian punggung, tampak luka lebam dan memar yang menurut keluarga sangat mengarah pada kekerasan fisik.

"Kami lihat sendiri ada luka lebam di tubuh suami saya. Kami ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi di dalam lapas," tutur salah satu anggota keluarga dengan nada pilu.

 

Saat Jemput Jenazah, Keluarga Masih Diminta Bayar

Tak cukup sampai di situ, kekecewaan keluarga juga muncul karena saat akan membawa pulang jenazah, mereka masih diminta sejumlah uang oleh pihak lapas dengan dalih biaya penanganan medis.

"Ketika kami mengambil jenazah di Puskesmas Talawi, kami masih diminta biaya oleh pihak lapas. Padahal suami saya sudah meninggal dunia," kata Perangin-angin.

 

Belum Ada Penjelasan Resmi dari Pihak Lapas dan Polres

Hingga berita ini ditayangkan, pihak KTU KPLP Kelas II Labuhan Ruku belum memberikan keterangan resmi, baik mengenai kronologi kejadian maupun penyebab pasti kematian korban. Sementara itu, Humas Polres Batu Bara mengaku masih melakukan pengecekan informasi dan belum bisa memberikan pernyataan lebih lanjut.

 

Keluarga Minta Otopsi dan Usut Tuntas Pungli

Keluarga korban mendesak aparat penegak hukum untuk menyelidiki kasus ini secara transparan dan profesional. Mereka meminta agar dilakukan otopsi guna memastikan penyebab kematian Fani.

Selain itu, keluarga juga ingin agar aparat mengusut dugaan praktik pungutan liar di dalam lapas, termasuk menelusuri aliran uang Rp2 juta yang diminta korban sesaat sebelum meninggal, serta uang Rp1 juta untuk membayar biaya kamar.

 

Publik Mulai Menyoroti Keamanan di Dalam Lapas

Peristiwa ini menjadi perhatian publik sekaligus kembali membuka mata terhadap masalah keamanan, lemahnya pengawasan, serta dugaan kekerasan yang kerap terjadi di lingkungan pemasyarakatan. Di tengah duka yang menyelimuti, keluarga berharap aparat bisa mengungkap fakta sejujurnya dan memberikan keadilan.

 

Editor : Redaksi

TOPIK TERKAIT

LapasWarga BinaanNapiNarapidanaLabuhan RukuSumatera UtaraTewasPenganiayaanDirjenimipas
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Beredar Video Diduga dari Dalam Lapas Pekanbaru, Napi Menggunakan Ponsel
    Peristiwa

    Beredar Video Diduga dari Dalam Lapas Pekanbaru, Napi Menggunakan Ponsel

    Sabtu, 23 Mei 2026 | 13:02 WIB
  • Demo Aktivis JS Dipindah ke Nusakambangan, Pihak Lapas Jawab Pertanyaan Massa, JS Dipindahkan Karena Sering Berteriak
    Peristiwa

    Demo Aktivis JS Dipindah ke Nusakambangan, Pihak Lapas Jawab Pertanyaan Massa, JS Dipindahkan Karena Sering Berteriak

    Kamis, 07 Mei 2026 | 17:07 WIB
  • Banding Dikabulkan Hukuman JS Dipotong Jadi 3 Tahun,  G3S Sebut Ada
    Korupsi

    Banding Dikabulkan Hukuman JS Dipotong Jadi 3 Tahun, G3S Sebut Ada 'Setan' di Balik Pemindahan JS ke Nusakambangan

    Senin, 04 Mei 2026 | 22:08 WIB
  • Pemindahan Aktivis ke Nusakambangan Diam-Diam, Orangtua Khawatirkan Peristiwa Munir dan Kasus Km 50
    Nasional

    Pemindahan Aktivis ke Nusakambangan Diam-Diam, Orangtua Khawatirkan Peristiwa Munir dan Kasus Km 50

    Senin, 27 Apr 2026 | 00:52 WIB
  • Curiga Ada Upaya Pembungkaman, GMPK Soroti Pemindahan Jekson Sihombing ke Nusakambangan, Status Masih Terdakwa Banding
    Nasional

    Curiga Ada Upaya Pembungkaman, GMPK Soroti Pemindahan Jekson Sihombing ke Nusakambangan, Status Masih Terdakwa Banding

    Sabtu, 25 Apr 2026 | 13:05 WIB

Terpopuler

  • 01

    Aktivis Minta Polda Kepri Bongkar Dugaan Korupsi di Balik Gagalnya 27 PSW ke Manokwari

    Jumat, 03 Jul 2026 - 18:51 WIB
  • 02

    Alfi Ramadania Terpilih Kembali Memimpin Peradi SAI Kota Batam

    Sabtu, 27 Jun 2026 - 16:43 WIB
  • 03

    Oknum Guru Agama di Batam Cabuli Siswa Divonis 12 Tahun Penjara

    Selasa, 07 Jul 2026 - 20:53 WIB
  • 04

    Pejabat Pemko di Pekanbaru Dilaporkan ke Bareskrim Dugaan Penyuapan dan Pemaksaan Hapus Berita

    Sabtu, 27 Jun 2026 - 11:28 WIB
  • 05

    Hanjaya Sulap Hutan Konservasi Taman Buru Rempang Menjadi Kebun Pohon Mangga

    Selasa, 30 Jun 2026 - 14:03 WIB

TERBARU

  • Puluhan RAM Sawit di Desa Kesuma Teridentifikasi Masuk Dalam Kawasan Hutan

    Puluhan RAM Sawit di Desa Kesuma Teridentifikasi Masuk Dalam Kawasan Hutan

    Jumat, 10 Jul 2026 | 21:40 WIB
  • Aktivis Perempuan Kristen, May Shine Berharap Kapolda Kepri Bisa Mengungkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pesparawi Provinsi Kepri

    Aktivis Perempuan Kristen, May Shine Berharap Kapolda Kepri Bisa Mengungkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pesparawi Provinsi Kepri

    Kamis, 09 Jul 2026 | 15:52 WIB
  • Oknum Guru Agama di Batam Cabuli Siswa Divonis 12 Tahun Penjara

    Oknum Guru Agama di Batam Cabuli Siswa Divonis 12 Tahun Penjara

    Selasa, 07 Jul 2026 | 20:53 WIB
  • Tujuh Terdakwa Korupsi Revitalisasi Dermaga Pelabuhan Batu Ampar Divonis Bersalah, Jaksa Pilih Tak Banding

    Tujuh Terdakwa Korupsi Revitalisasi Dermaga Pelabuhan Batu Ampar Divonis Bersalah, Jaksa Pilih Tak Banding

    Sabtu, 04 Jul 2026 | 18:59 WIB
  • Aktivis Minta Polda Kepri Bongkar Dugaan Korupsi di Balik Gagalnya 27 PSW ke Manokwari

    Aktivis Minta Polda Kepri Bongkar Dugaan Korupsi di Balik Gagalnya 27 PSW ke Manokwari

    Jumat, 03 Jul 2026 | 18:51 WIB
  • Maling Tabung Gas 3 Kg Jaksa di Batam Tuntut Davit H Lumban Tobing 7 Bulan Penjara

    Maling Tabung Gas 3 Kg Jaksa di Batam Tuntut Davit H Lumban Tobing 7 Bulan Penjara

    Rabu, 01 Jul 2026 | 12:11 WIB
  • Pengusaha Emas Ilegal Dikuansing Dikabarkan Bebas Usai Polisi Menggelar Konferensi Pers

    Pengusaha Emas Ilegal Dikuansing Dikabarkan Bebas Usai Polisi Menggelar Konferensi Pers

    Rabu, 01 Jul 2026 | 01:10 WIB
  • Hanjaya Sulap Hutan Konservasi Taman Buru Rempang Menjadi Kebun Pohon Mangga

    Hanjaya Sulap Hutan Konservasi Taman Buru Rempang Menjadi Kebun Pohon Mangga

    Selasa, 30 Jun 2026 | 14:03 WIB


  • KATEGORI
  • Daerah
  • Korupsi
  • Hukrim
  • Pemerintah
  • Peristiwa
  • Politik
  • KATEGORI
  • Ekbis
  • Nasional
  • Ragam
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • INFORMASI
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Info Iklan
Copyright © SerojaNEWS.com