Home › Pemerintah › Satu Tahun Kepemimpinan Agung Nugroho Penanganan Sampah Raih Apresiasi, Warga Masih Tunggu Janji Atasi Banjir
Satu Tahun Kepemimpinan Agung Nugroho Penanganan Sampah Raih Apresiasi, Warga Masih Tunggu Janji Atasi Banjir
SEROJANEWS.COM, PEKANBARU - Satu tahun kepemimpinan Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho bersama Wakil Walikota Markarius Anwar, wajah Kota Pekanbaru mulai menunjukkan kearah kota yang lebih terarah dan bersih. Meskipun tidak instan, perubahan itu perlahan namun pasti.
Berbagai program yang sebelumnya hanya sebatas perencanaan kini mulai diwujudkan dan dirasakan masyarakat. Salah satu yang dirasakan masyarakat program Agung menggencarkan gerakan “Serbu Sampah” dengan membentuk lembaga pengelolaan sampah (LPS) di tiap kelurahan di Kota Pekanbaru.
Penertiban terhadap pelaku pembuangan sampah ilegal juga diperketat guna menciptakan lingkungan kota yang lebih tertib dan nyaman.
Satu tahun perjalanan kepemimpinan Agung-Markarius memang belum sepenuhnya sempurna. Namun secerca harapan mulai dirasakan masyarakat.
Aktivis masyarakat pun memberikan apresiasi.
Plt Ketua Umum Gerakan Sungguh Suara Sejati (G3S), Berti Sitanggang, menilai pendekatan Agung dalam penanganan sampah tergolong progresif dan inovatif.
Ia mengatakan kinerja Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, dalam menangani masalah sampah dinilai progresif dan inovatif dengan menitikberatkan pada pengawasan berbasis wilayah, kemandirian kelembagaan, dan insentif langsung kepada masyarakat.
Ia memperdayakan LPS mengoptimalkan peran Lembaga Pengelola Sampah (LPS) di 83 kelurahan agar beroperasi secara mandiri tanpa membebani APBD. Langkah Walikota itu merupakan langkah yang bagus dalam mengambil sikap demi terjadinya perubahan yang lebih baik.
"Apalagi Agung Nugroho mewajibkan seluruh camat bertanggung jawab penuh terhadap kebersihan di wilayahnya. Bahkan camat terancam dievaluasi hingga pencopotan jabatan jika gagal menangani tumpukan sampah di wilayah kerja mereka. Ini merupakan sikap seorang pemimpin yang bertanggung jawab," tuturnya, Jumat (5/6/2026).
Selain persoalan sampah, Berti juga menyasar pada pencapaian di bidang lain di infrastruktur. Tercatat sudah lebih dari 42 kilometer jalan telah diperbaiki. Pemerintah juga merevitalisasi 42 halte di Kota Pekanbaru.
Ia juga menambahkan salah satu kebijakan yang mendapat perhatian
masyarakat ialah penyesuaian tarif parkir kendaraan bermotor dari tarif sebelumnya. Kebijakan ini dinilai menjadi bentuk keberpihakan pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
"Kita harus akui, kebijakan ini sudah kita rasakan. Dari permasalahan sampah, infastruktur dan tarif parkir," ujarnya.
Meski demikian, Berti mengkritisi persoalan lain yang belum selesai. Fokus utama kampanye dan realisasi masalah darurat di Kota Pekanbaru, meliputi penanganan banjir.
Meski banyak kemajuan, Berti tetap mengingatkan sejumlah pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Salah satu yang paling dinanti masyarakat adalah penanganan banjir—yang masih menjadi PR besar di bawah kepemimpinan Agung Nugroho.
"Masyarakat masih menunggu janji kampanye yang belum terpenuhi. Kita berharap janji janji itu dapat terealisasi, bukan hanya sekedar janji," pungkasnya.






Komentar Via Facebook :