Home › Peristiwa › 3 Orang Berbadan Tegap Datangi Jurnalis Minta Berita "Tony Lim Kasus Korupsi CPO" di Take Down
3 Orang Berbadan Tegap Datangi Jurnalis Minta Berita "Tony Lim Kasus Korupsi CPO" di Take Down
Foto ilustrasi untuk menjaga privasi
SEROJANEWS.COM, PEKANBARU – Usai mencuatnya nama inisial TL alias Toni Lim yang dikaitkan dalam pemberitaan 11 tersangka yang ditangkap Kejaksaan Agung beberapa waktu lalu, tiga orang berbadan tegap menemui Redaksi SerojaNews.com.
Kedatangan mereka bertujuan meminta penghapusan (take down) terhadap pemberitaan yang melibatkan inisial TL dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan POME yang viral beberapa waktu lalu.
Pertemuan tersebut berlangsung di salah satu kedai kopi di Kota Pekanbaru, Jumat (20/2/2026). Dua dari tiga pria tersebut berpenampilan rapi seperti buru sergap. Sementara satu orang lainnya tampil lusuh. Mereka mengaku utusan dari perusahaan sebagai legal perusahaan (legal officer/staff).
Awalnya, kedatangan mereka menjelaskan terkait isi pemberitaan tersebut dinilai tidak benar dan meminta agar inisial TL dihapus.
Namun permintaan itu berubah. Mereka meminta Redaksi menghapus berita berjudul "Muncul Nama Tony Lim di Kasus Korupsi CPO, Dua Tersangka Disebut Karyawannya" yang sebelumnya dilaporkan narasumber SerojaNews.com pada Selasa, 17 Februari 2026 lalu.
Baca selengkapnya... "https://www.serojanews.com/berita/740/muncul-nama-tony-lim-di-kasus-korupsi-cpo-dua-tersangka-disebut-karyawannya"
Ketiga pria tersebut mengaku mendapat perintah langsung dari atasan dan tidak akan kembali sebelum mendapatkan keputusan dari pihak redaksi. Dalam pertemuan itu, mereka membuka ruang negosiasi.
Salah satu dari mereka melontarkan ancaman halus jika negosiasi dalam pertemuan itu tidak berhasil, pihaknya menyebutkan atasan mereka memiliki cara tersendiri dan akan melakukan dengan cara mereka agar tujuannya terpenuhi. Mereka juga mengaku cara itu adalah cara yang tidak disukai mereka.
"Kami orang lapangan cuma diperintah atasan. Kami tidak mau atasan kami yang menyelesaikan, mereka akan menggunakan cara mereka. Cara itu sebenarnya tidak kami sukai, kami lebih suka cara kami yang pertama," ujar salah satu pria tersebut.
Tak hanya ancaman halus, tawaran pun dilayangkan. Redaksi diiming-imingi imbalan sejumlah uang serta tawaran pertemanan sebagai imbalan atas penghapusan berita.
Pertemuan tersebut diduga diawasi sejumlah orang berbadan tegap. Terlihat beberapa sudut lokasi orang tak dikenal memantau pertemuan sembari sesekali mengabadikan gambar lewat ponsel.
Beberapa diantaranya terlihat merekam secara diam diam mengindikasikan adanya skema lain yang berpotensi menjerat pihak redaksi.
Meski demikian permintaan itu ditolak atas dasar independen pers karena bertentangan dengan UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers yang melarang pembredelan dan penyensoran terhadap produk jurnalistik.
Redaksi kembali ditawari uang tunai sebagai imbalan agar berita dihapus. Namun tawaran itu kembali ditolak. Hingga akhirnya redaksi memutuskan meninggalkan lokasi pertemuan.
Diberitakan sebelumnya seorang pengusaha dengan inisial TL alias Toni Lim disebut-sebut yang diduga sebagai pemilik asli dari puluhan perusahaan sawit ternama. Namun yang menjadi sorotan, namanya tidak tercantum dalam daftar tersangka meskipun dua orang anak buahnya telah ditahan terkait kasus dugaan korupsi ekspor minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) yang menyebabkan kerugian negara mencapai Rp14 triliun.
Van Ricaldo dan Randy Tjahyadi, 2 dari 11 tersangka yang ditetapkan Kejagung, disebut-sebut merupakan karyawan TL yang bekerja di perusahaannya. Diduga ada kesengajaan keduanya diposisikan sebagai jabatan strategis di sejumlah perusahaan untuk menutupi kepemilikan nama asli TL






Komentar Via Facebook :